Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Ungkapan yang tak di sadari


__ADS_3

Gabriel melepaskan seluruh pakaiannya, ia langsung naik ke ranjang, lalu membuka selimut yang dipakai Amalia kemudian dengan mata terpejam, Gabriel membuka pakaian Amelia. Hingga kini, Amelia hanya memakai bra dan CD saja.


Setelah melepaskan pakaian Amelia, Gabriel langsung membaringkan diri di ranjang tanpa melihat tubuh Amelia, karena ia menghindari hal-hal yang tak diinginkan.


Ia membalikkan tubuh Amelia lalu menyimpan tangan Amelia di pinggangnya. Hingga kini mereka saling memeluk.


Panas Amelia sangat tinggi, hingga Amelia ketika Gabriel memeluknya Amelia hanya membuka matanya sedikit kemudian memejamkan matanya lagi.


Jantung Gabriel berdetak dua kali lebih cepat saat memeluk Amilia dengan kondisi seperti ini, apalagi kulitnya langsung bersentuhan dengan kulit Amelia. Ada yang bangkit dari bagian tubuhnya, membuat Gabriel menghela nafas frustasi.


Gabriel berusaha mengatur nafas, ini benar-benar menyiksanya. Perlahan Gabriel mengelus rambut Amelia mengalihkan rasa yang bersemayam agar senjatanya tidak menegang. Setelah lama mengelus rambut Amelia, akhirnya Gabriel pun tertidur.


Waktu menunjukkan pukul 4 pagi, Gabriel kembali terbangun saat Amelia bergerak. Ia meraba kening Amelia, ternyata panas Amelia sudah turun.

__ADS_1


Karena tak ingin Amelia marah padanya, Gabriel dengan pelan melepaskan pelukannya dari tubuh Amelia dan berniat bangkit dan memakaikan pakaian ke tubuhnya Amelia.


Namun, saat ia akan bangkit gerakannya terhenti ketika Amelia malah memeluknya semakin erat. Bahkan, kaki Amelia naik ke paha Gabriel, seolah Amelia sedang memeluk guling. membuat Gabriel benar-benar frustasi, apalagi senjatanya mengenai milik Amelia dan senjata yang tadi layu.


Gabriel menghela nafas, kemudian menghembuskannya, kala melia memeluknya semakin erat. Berkali-kali, ia menyingkirkan tangan Amelia dan kaki Amelia dari tubuhnya.


Tapi tak bisa, Amelia kembali lagi memeluknya.


Gabriel mengelus rambut Amelia, kemudian menatap Amelia lamat-lamat. Perlahan ia mendekatkan wajahnya untuk mencium kening Amelia. Tidak hanya kening, Gabriel pun mencium kedua pipi Amelia.


Baru saja ia akan mencium bibir Amelia. Ia menghentika gerakannya, kemudian kembali lagi ke posisinya. Ia tidak seberani itu untuk mencium bibir ibu dari putrinya.


Perlahan ia menggerakkan tangannya untuk mengelus bibir Amelia. Tapi semakin lama, rasanya ia tak bisa menahanya lagi. Akhirnya ia menyerah dan memberanikan diri untuk mencium bibir Amelia.

__ADS_1


Gabriel mengecup bibir Amelia dengan waktu yang cukup lama. Hingga dia terperanjat kaget, saat Amelia membalas ciumannya. Gabriel memejamkan matanya, kemudian mulai menggerakkan bibirnya hingga kini mereka berciuman.


mungkin Amelia tidak sadar bahwa ia telah membalas ciuman Gabriel. Tapi Gabriel tidak bisa menolak apa yang diberikan Amelia.


Setelah lama berciuman, Gabriel melepas tautan bibirnya dari Amelia. Kemudian ia kembali menaruh kepalanya di bantal, tepat saat itu pula, Amelia membuka matanya, membuat Gabriel terperanjat kaget.


baru saja Gabriel akan meminta maaf karena telah lancang menyentuh Amelia namun ia terpaku saat melihat tatapan Amelia kepadanya saat ini Amelia menatapnya dengan tulus dan menatapnya penuh cinta berbeda biasanya biasanya Amelia akan menetap dingin dan datar padanya Tapi saat ini ia melihat Amelia yang lain Amelia yang menatapnya dengan hangat.


Mata Amelia berkaca-kaca saat melihat Gabriel. Kemudian, Amelia tersenyum dan lagi-lagi membuat Gabriel terpaku.


Gabriel tak ingin menyia-nyiakan momen ini, ia menggerakkan tangannya untuk mengelus pipi Amelia membuat Amelia memejamkan matanya, menikmati sentuhan tangan Gabriel.


“I love you,” ucap Gabriel. Mendengar ucapan Gabriel, Amelia kembali lagi membuka matanya. “I love you too.” mata Gabriel membulat ketika mendengar jawaban Amelia dan ....

__ADS_1


__ADS_2