Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Amukan Gebby


__ADS_3

“Bagaimana keadaan putra saya, Dok?” tanya Stuard. Saat dokter keluar dari ruang perawatan putranya.


“Kami sudah mengobati lukanya dan mengeluarkan peluru dari kaki putra Anda. Silahkan Jika anda ingin melihat keadaan putra anda..”


Setelah dokter keluar dari ruang rawat Gabriel, Stuard pun masuk ke dalam ruangan rawat putranya. Ia berjalan dengan pelan kemudian melihat Gabriel yang sedang melamun.


Ekspresinya seperti tadi, Gabriel benar-benar seperti mayat hidup.


Bahkan, Gabriel tidak meringis. Padahal kakinya baru saja mengalami pembedahan karena mengangkat peluru yang bersarang di kakinya.


Stuard menarik kursi, kemudian mendudukkan di sebelah berangkar Gabriel. Mata lelaki paruh baya itu sudah membasah ketika melihat wajah putranya.

__ADS_1


Perlahan, Stuard menggerakkan tangannya untuk menggenggam tangan Gabriel.


“Gabriel!” panggil Stuard.


“Daddy tahu, kau mendengar ucapan Daddy. Tidak perlu menjawab perkataan Daddy. cukup dengarkan ini.” Stuard menghentikan ucapannya sejenak, kemudian mengelus rambut Gabriel.


“Gabriel, Daddy, Mommy, dan adik-adikmu menyayangimu. Tidak pernah sedikitpun terlintas dalam pikiran kami untuk membuangmu. Kami tahu, kau pernah melakukan kesalahan yang sangat fatal pada Amelia.Tapi dengan diam seperti ini, kau tidak akan menyelesaikan masalah. Dua janin Amelia telah gugur karena ulahmu, satu bayi telah meninggal karena Amelia mengalami depresi dan putri mu yang tadi kau Sandra juga hampir meregang nyawa. Gabriel, jika kau ingin menebus kesalahanmu. Bukan dengan diam seperti ini, sadarlah .... belum ada kata terlambat untuk meminta maaf pada Amelia. Tidak ada kata terlambat untuk membuktikan pada putrimu bahwa kau ayah yang baik untuknya. Tebuslah kesalahanmu pada mereka. Kau memang tidak bisa meminta maaf pada darah daging yang telah kau bunuh. Tapi, masih ada putrimu yang membutuhkan sosok ayah dan kau pasti bisa membuktikan, bahwa kau bisa ....”


Stuard imenghentikan ucapannya. Ketika melihat mata Gabriel mengeluarkan air mata. Ia menepuk-nepuk tangan Gabriel, kemudian bangkit dari duduknya lalu keluar dari ruang rawat putranya. Karena jujur saja, saat ini, ia pun ingin menangis, jika mengingat semuanya dan mengingat apa yang terjadi pada keluarganya.


Pintu terdengar tertutup, Gabriel mengerjapkan matanya. kemudian, tangis yang tadi Hanya berupa butiran berubah menjadi tangis yang kencang, Gabriel menangis tergugu ketika menyesali semuanya. Tangis Gabriel kian pecah, ketika ia mengingat 10 tahun silam, di mana ia sering menyiksa Amelia dan tanpa sadar ia membunuh darah dagingnya sendiri.

__ADS_1


Dada Gabriel kian sesak, ketika mengingat saat tadi ia menarik tangan putrinya untuk masuk ke gudang. Bahkan, ia menjambak dan menjewer putrinya karena Geisha tidak mau diam.


Gabriel berusaha bangkit dari berbaringnya. Ia meringis, dan sekarang ia merasakan sakit yang teramat di bagian kakinya. Dan akhirnya, setelah menahan nyeri, Gabriel pun berhasil untuk mendudukan dirinya di brangkar.


Hari ini, hari ternaas di hidup Gabriel, hari ini ia harus mengetahui kenyataan yang menyayat dan meyakitkan. Di mana ia telah membunuh 3 darah dagingnya sendiri.


Tak lama pintu ruangan kembali terbuka. Gabriel menoleh ternyata sosok Gebby masuk dengan wajah yang memerah. Gebby mengetahui semuanya dari sang ayah.


Stuard sengaja menelpon Gebby, berharap Gebby bisa sedikit membuka pikiran Gabriel.


Saat masuk emosi Gebby meledak-ledak, ia melotot galak pada kembarannya, tanpa Gabriel duga Gebby langsung menjambak rambut Gabriel.

__ADS_1


Tinggalin komen yok,


aku up 3 bab scroll ya


__ADS_2