
Maaf? benarkah orang yang berada di depannya ini adalah kakanya? benarkah dia seorang Zayn smith yang selama ini menyebutnya anak haram dan mengasingkannya.
Zidan beberapa kali terbatuk-batuk, ia langsung menyambar gelas yang berisi wine, meminumnya dan menenggaknya hingga tanda.
Ishh memalukan. Batin Zayn menggeram saat melihat Zidan tersedak karena ucapannya.
"Bisa kau ulangi ucapanmu!" pinta Zidan. Rasanya ia tak percaya jika seorang Zayn smith meminta maaf padanya.
"Maafkan aku!" lirih Zayn dengan suara yang super pelan. Ia bahkan tak berani menatap Zidan.
"Apa!" tanya Zidan. Sebenarnya ia mendengar ucapan Zayn. Tapi, ia hanya ingin mendengar permintaan maaf Zayn dengan jelas.
Mendengar ucapan Zidan, Zayn memejamkan matanya menahan geram. Bisa turun pamornya jika ia meminta maaf lebih dari dua kali.
"Kau bisa ulangi lagi?" tanya Zidan lagi.
Seketika Zayn membating garpuh dan menatap tajam pada Zidan. "Apa kau tak bisa mendengar?" Tanya Zayn dengan kesal. "Apa kupingmu tersumbat?"
__ADS_1
Mendengar suara Zayn yang kesal. Zidan tersenyum. Ia menyenderkan punggungnya kebelakan dan menyilangkan kakinya. Ia memandang Zayn dengan tatapan mencemooh.
"Apa begitu caramu meminta maaf, Zayn?" ucap Zidan. Ternyata sangat mudah memprovokasi sang kaka.
Zayn mengehela napas berkali-kali saat menyadari adiknya memprovokasinya. Ia masih gengsi untuk mengucapan kata maaf.
"Kau tinggal menerima permintaan maafku. Apa susahnya. Kita keluar dari sini dan kita memulai hubungan yang baru," ucap Zayn. Ia kembali menyuapkan potongan daging ke mulutnya.
"Apa menurutmu meminta maaf sesederhana itu, Zayn?" tanya Zidan.
Zayn pun mengangguk-nganggukan kepalanya, ia kembali menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Tapi bagiku tidak, Zayn," jawab Zidan. "Apa kau bisa membayangkan bagimana jadi diriku selama 27 tahun ini?" Zidan menghentikan sejenak ucapannya. Ia menegakan tubuhnya dan menatap kakanya dengan tatapan sendu.
Mendengar ucapan Zidan, Zayn menghentikan gerakan mengunyahnya. Ia bisa melihat ada nada kekecewaan di nada suara adiknya.
"Selama 27 tahun ini, aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu dan untuk Daddy ... Semua ku lakukan untuk mendapat pengakuan dari mu dan juga Daddy. Aku hanya bisa diam saat kau mengejekku anak haram di depan teman-teman sekolahku. Aku hanya bisa diam saat kau menatapku dengan tatapan benci. Aku juga hanya bisa diam dan menurut padamu saat kau mengasingkanku, dan berharap jika aku kembali kau akan membuka hati untukku dan menganggapku sebagai adikmu. Aku hanya bisa diam saat kau merebut kekasihku." Zdian menghentikan ucapannya sejenak. matanya mengembun saat menceritakan semua kepahitan pada Zayn.
__ADS_1
"Kau takan bisa membayangkan rasanya jadi aku. Selama 27 tahun hidup dengan penuh rasa waswas hidup dalam tekanan karena ingin mendapat pengakuan dari kalian. Dan kau tau, apa yang lucu dari semua hidupku? Aku sama sekali tak bisa membencimu dan Daddy ... Lucu bukan, saat kalian selalu menyakitiku dengan ucapan dan tingkah kalian, aku tak bisa membenci kalian. Bahkan aku tetap menyayangi kalian," Setelah mengatakan itu, bulir bening terjatuh dari kelopak matanya. Rasanya ia tak sanggup lagi untuk menatap sang kaka. "Dan barusan kau mengucapakan kata maaf dengan begitu mudah ... Tak bisakah kau membayar semua kejahatanmu padaku dengan permintaan maaf yang tulus, Zayn?"
Zidan berusaha menahan tangisnya agar tak terjatuh lagi. Ia pun bangkit dari duduknya untuk keluar dari restoran. Ia akan meminta paksa pelayan untuk membukakan pintu.
Setelah mendengar semua ucapana Zidan. Zayn merasakan jantungnya seperti di tusuk ribuan panah. Ia merasakan sesak saat mengetahui perasaanya adiknya yang begitu tulus menyayanginya walau dia sudah sering menyakiti Zidan.
Seketika semua kesombongannya sirna. Ia tak perduli dengan harga dirinya. Ia hanya ingin memeluk Zidan dan mengucapakan beribu-ribu kata maaf.
Zayn pun bangkit dari duduknya, ia langsung berjalan dengan cepat untuk menghampiri Zidan yang sudah berjalan untuk mencari pelayan.
Setelah mendekat ke arah Zidan, Zayn menepuk pundak adiknya. Zidan yang sedang menangis pun berbalik, setelah Zidan berbalik, Zayn langsung memeluk Zidan.
Tangis Zayn luruh seketika saat memeluk Zayn, "Maafkan aku, Zidan. Maafkan aku," ucap Zayn di sela-sela tangisnya.
Mendengar Zayn meminta maaf sambil menangis, tubuh Zidan menegang. Ini yang Zidan tunggu-tunggu selama ini.
Seketika, tangis Zidan pun luruh. Ia membalas pelukan Zayn. Kini, kaka beradik itu saling memeluk, dan keduanya menanis haru.
__ADS_1
Nyeseknya waktu Zidan ngeluarin uneg-unegnya sama Zayn, dan ngerasa bahagia sendiri waktu mereka pelukan.
Satu part dulu ya kaka kaka 🤗