Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
194


__ADS_3

Dua hari kemudian..


Setelah pembicaraan dengan Audrey dan Zidan, serta mengurus beberapa dokumen dan dasar-dasar menjadi pemilik caffe. Simma pun membulatkan tekadnya untuk sembuh dan melawan ketakutannya.


Setelah melakukan serah terima dengan Simma dan mengajarkan Simma hal dasar. Audrey dan Zidan pun pamit untuk pergi ke Belgia selama dua bulan. Zidan di tugaskan untuk meninjau proyek di sana, kali ini, Zidan tak menolak perintah sang kaka karena ia ke Belgia bisa sekalian berbulan madu. sedangkan Kelly tentu saja bersama kakek dan neneknya.


•••


Simma mematut diri di cermin, ia tersenyum saat melihat tampilannya sudah rapih. Hari ini, hari yang menegangkan baginya.


"Aku bisa ... Pasti bisa!" Simma mengepalkan tangannya dan mengangkatnya keudara. Lalu setelah itu, ia mengelus perutnya. "Kita pasti bisa. Kalian harus kuat oke," ucap Simma lagi.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, Simma pun sampai. Tampak para karyawannya sedang memunggu di luar karena Simma yang membawa kunci


"Selamat pagi, Nona Simma," sapa para keryawannya secara bersamaan. Mereka membungkuk hormat pada Simma membuat Simma terpaku. Untuk pertama kalinya, ia merasakan seolah dia menjadi ratu.


Simma tersenyum. "Kalian bisa memanggilku, Simma," jawab Simma. Ia pun langsung masuk dan membuka Caffe.


Pembukaan di mulai pukul 8 pagi. Hanya tinggal 5 menit lagi, cafe akan di buka. Simma yang baru saja berkeliling di buat kaget saat melihat keluar.


Terlihat orang-orang sedang menunggu dan mengantri untuk masuk ke caffenya, mereka tertarik datang ke Caffe milik Simma karena Simma mengadakan diskon 50 persen.


Selain caffe Simma dekat dengan Smith Corp, Caffe Simma juga dekat dengan universitas dan tentu saja semakin membuat caffe Simma ramai. Dan yang mengantri sekarang, adalah mahasiswa dan mahasiswi yang sepertinya akan berangkat ke kampus.


"Nona ... Apa anda ingin menyambut mereka?" tanya Keith, seorang lelaki yang menjadi bagian pelayan. Ia bertanya, karena bagaimana pun Simma adalah pemilik caffe. Semua pekerja Simma yang di pilih oleh Zidan sudah tau, bahwa bos mereka memiliki gangguan panik.


"Aku akan melihat dari atas," ucap Simma yang memang belum siap. Nyatanya, semua tak semudah yang di bayangkan.


Tibalah saat Caffe di buka, antusias dari para mahasiswa dan mahasiswi langsung terasa, semua pekerja melayani dengan baik, dan cekatan.

__ADS_1


Simma menyakiskan semuanya dari lantai atas, di mana meja meja di lantai atas belum ada yang menempati. Saat Simma sibuk melihat para tamu, seseorang berdehem, membuat Simma menoleh.


"Stu!" panggil Simma saat Stuard menghampirinya. Tangan Simma gemetar. Ia menolah kesana kemari karena di lantai atas tak ada siapa-siap.


"Maaf, Simma mengganggumu. Aku akan turun dan memesan meja di bawah," ucap Stuard saat melihat Simma tak nyaman karena kehadiran dirinya.


Mendengar ucapan Stuard, tiba-tiba, Simma merasa bersalah. Simma mengingat kebaikan-kebaikan yang di lakukan oleh Stuard dan entah kenapa, Simma merasa bahwa Stuar adalah orang baik.


"Stuard!" panggil Simma, membuat Stuard yang sudah berbalik kembali menoleh.


"Ya, Simma," jawab Stuard.


"Ka-kau bisa duduk di sini."


Stu menggeleng. "Kau bisa istirahat di sini, aku akan memesan meja di bawah."


"Kau mau menemaniku?" tanya Stuard. Simma pun mengangguk. "Aku ingin bertanya sesuatu padamu," ucap Simma lagi yang tiba-tiba terpikir sesuatu.


Stuard pun mengangguk, ia mendudukan dirinya di sebrang Simma.


"Kau mau bertanya apa?" tanya Stuard.


Simma meremas kedua tangannya, ini pertama kalinya ia menatap Stu secara Intens sehingga ia merasa gugup. Tapi ada satu hal yang harus dia tanyakan dan pastikan pada Stu, kenapa Stuard selalu menghampirinya.


"Stu, apa kau mengenalku sebelumnya?" tanya Simma, membuat Stu menggeleng.


"Lalu kenapa kita selalu bertemu, kenapa kau tau di mana pun aku berada?" tanya Simma. Walaupun Simma mempunyai gangguan panik, tapi Simma adalah tipe orang yang blak-blakan ketika dia tak nyaman dengan seseorang.


Stu tampak tenang, seolah ia sudah bisa menebak Simma akan bertanya tentang hal ini.

__ADS_1


"Entahlah! Aku hanya seorang forografer, tugasku berkeliling. Mungkin hanya kebetulan saja," jawab Stu, dan rupanya Simma pun percaya.


"Lalu kenapa kau tau aku di sini?" tanya Simma lagi.


"Ini caffe baru, dan aku ingin mendokumentasikannya. Aku bertanya padaa pelayan di bawah tentang siapa pemilik caffe ini, dan mereka bilang pemiliknya di atas. Hanya ada kau di sini, bukankah berarti kau pemiliknya." Mendengar ucapan Stuard, Simma pun tampak percaya, karena penjelasan Stuard cukup masuk akal.


"Maaf, aku berburuk sangka padamu," ucap Simma, membuat Stuard tersenyum. "Tak masalah aku mengerti," jawab Stuard, dan kali ini, Simma yang tersenyum


Satu bulan berlalu.


Ini sudah satu bulan Simma membuka caffenya, ia tak menyangka dalam satu bulan, ia bisa mendapatkan jumblah uang yang sangat besar. Caffenya selalu ramai di kunjungi, hingga omset penjualannya meningkat pesat.


Hubungan dengan Stuard sudah tak kaku lagi, Stuard menawarkan jasanya pada Simma untuk memfoto semua menu-menu caffenya dan hal yang berkaitan dengan caffe untuk membantu promosi di media sosial.


Dan setelah di pikir-pikir, Simma pun setuju. Ia memang perlu fotografer untuk membuat makanannya tampak cantik sebelum di masukan kedalam medis sosial.


Setelah sebulan berlalu, Simma sudah mulai memberanikan diri. Terkadang, ia berani menjadi pelayan agar ia bisa melawan ketakutannya terkadang juga, ia menjadi kasir.


Walau sudah mulai berani di hadapan orang, trauma Simma tak hilang begtu saja. Terkadang, ketika Caffe tiba-tiba membludak dan Simma sedang melayani tamu, Simma dengan cepat pergi ke belakang dan diam di pojokan dengan tubuh yang sangat berkeringat.


••


Waktu menunjukan pukul 9 pagi, Simma sedang harap-harap cemas menunggu di kursi tunggu. Saat ini, ia sedang berada di rumah sakit, untuk memeriksakan kandungannya. Ia menunggu di kursi tunggu, menanti giliran untuk di panggil.


Saat gilirannya tiba, Simma pun bangkit dari duduknya dan masuk kedalam ruangan. Saat masuk, matanya membulat ketika melihat dokter tersebut ... Dokter kandungan itu adalah Briana ....


Hate komen blok 😎


cinta tulus setelah bercerai udah update, ya.

__ADS_1


__ADS_2