Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Bab22


__ADS_3

Josh dengan santai mengemudikan mobilnya. Saat jalan benar-benar lenggang. Satu mobil dengan cepat menyalip mobil Josh. Josh yang tidak siap langsung mengerem mobilnya secara mendadak.


Dengan emosi, Josh keluar dari mobilnya.


"Apa yang kalian mau!" teriak Josh dengan emosi.


"Ikut kami!" ucap lelaki yang menghadang mobil Josh.


Josh menghela napas sejenak, dia tersenyum sinis pada lelaki di depannya.


Tanpa membalas lagi ucapan pria di depannya. Josh masuk kembali kedalam mobilnya.


Brakkkk


Josh memajukan mobilnya dengan kencang dan menabrak mobil yang menghalanginya


dan lelaki yang menyetir mobil yang baru di tabraknya pun ikut terpental.


Setelah menabrak mobil tadi, Josh pun kembali memacu mobilnya untuk pulang ke apartemennya, tentu saja mobilnya juga rusak parah di bagian depan, tapi Josh tak perduli. Toh, dia memiliki beberapa koleksi mobil.


•••


"Zidan, apa ada yang membuatmu bahagia, Nak?" tanya Sonya saat Zidan masuk kedalam mansion. Terlihat jelas muka Zidan berbinar sempurna, semenjak pulang mengantarkan Gia pulang Zidan tak berhenti untuk tersenyum. Bahkan Zidan tak menyadari Sonya memerhatikannya.


Zidan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia menghampiri Sonya yang duduk di sofa.


"Aku tidak apa-apa, Mom." Zidan menjawab sambil duduk di sebelah Sonya.


"Mommy, bolehkah aku memakan pasta buatan Mommy?" tanya Zidan malu-malu. Walaupun Sonya sangat baik dan satu-satunya orang yang menganggap Zidan ada. Tetap saja, rasa sungkan selalu ada pada diri Zidan.


"Kenapa kau harus bertanya Zidan, tentu saja Mommy akan membuatkannya untukmu. Tapi, kau belum menjawab pertanyaan Mommy, kenapa kau terus tersenyum?" tanya Sonya kembali.

__ADS_1


"Mommy, bagaimana pendapatmu jika aku memulai berlapacaran?"


"Kau sudah memiliki kekasih?"


Zidan pun menangguk.


"Siapa dia? apa Mommy mengenalnya?"


Zidan tampak berpikir, memberi tau atau tidak pasa Sonya tentang Gia.


"Kau akan mengetahuinya nanti, Mom," ucap Zidan sambil bangkit dari duduknya. Dia memutuskan untuk tak memberitau terlebih dahulu tentang Gia.


"Mandilah terlebih dahulu, Mommy akan memasak pasti kesukaanmu."


•••


"Jelaskan!" titah Zayn pada Mark.


Zayn dibuat melongo saat mendengar jawaban si manager yang mengatakan bahwa Sonya yang memerintahkan pihak Club untuk melarang Zayn masuk, tentu saja perintah Sonya di lakukan oleh Mark.


"Tuan, anda menyuruh saya kemari hanya untuk masalah ini?" tanya Mark yang duduk di sebelah Zayn. Mark berdecih saat tau bahwa Zayn menyuruhnya datang hanya untuk masalah Club.


"Sekarang jelaskan! kenapa kau melarangku untuk masuk kd Club yang biasa aku datangi."


"Karena nyonya Sonya menginginkan anda bertobat, Tuan," jawab Mark.


"Sekarang cabut laranganmu pada Club itu dan biarkan aku masuk!" titah Zayn memandang Mark dengan tatapan penuh intimidasi.


Mendengar perintah Zayn, Mark malah menguap, tanpa menjawab lagi ucapan Zayn, Mark keluar dari mobil Zayn.


Zayn bersorak saat Mark keluar dari mobilnya. Zayn pikir, Mark akan berbicara pada pengurus Club. Tapi, Zayn salah. Mark malah kembali masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan Zayn.

__ADS_1


"Mark ... Mark!" panggil Zayn saat mobil Mark melewati mobil dirinya.


"Awas saja kau!" gerutu Zayn. Dengan berat hati, Zayn pun memajukan kembali mobilnya dan pulang menuju apartemennya.


Keesokan harinya.


"Zidan, bukankah ini terlalu berlebihan?" tanya Gia saat sedang di berada di mobil Zidan.


Pagi ini, Zidan sengaja pergi lebih awal untuk menjemput Gia. Dia berencana untuk memakerkan hubungannya, terutama pada Zayn. Zidan ingin semua tau bahwa kini Gia adalah miliknya.


"Tidak ini sama sekali tak berlebihan. Biarkan semua orang tau bahwa kau miliku," ucap Zidan menenangkan Gia.


"Lalu bagaimana jika aku menjadi bahan gosip di kantor?" tanya Gia lagi. Dia meremas tangannya karena gugup dan takut akan pandangar karyawan lain terhadapnya.


Sambil menyetir, Zidan menggenggam satu tangan Gia. "Tenanglah, semua akan baik-baik saja. Akan ku hancurkan siapa pun yang berani menganggu calon istriku."


Blussh


Pipi Gia merona saat mendengar Zidan menyebut calon istri kepadanya. Di titik ini Zidan sungguh membuatnya melayang.


Tak lama, mereka pun sampai.


"Tunggu sebentar, biar aku yang membukanya!" ucap Zidan saat Gia akan membuka pintu.


Zidan pun turun, dengan Gentlenya, dia membuka pintu mobil untuk Gia dan mengulurkan tanganya pada Gia.


Bersamaan itu, Mobil Zayn baru saja tiba. Dia memarkirkan mobilnya tepat di sisi mobil Zidan.


Melihat kehadiran Zayn, Zidan pun tersenyum sinis kearah Zayn. Sedangkan Zayn memandang Zidan dan Gia dengan tatapan datar. Aura permusuhan terlihat jelas pada tatapan masing-masing.


Gia ....

__ADS_1


__ADS_2