Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
300


__ADS_3

"Da-Dad ...." Nafas Simma memburu, saat lidah Stuard bermain di lehernya. Lidah Stuard benar-benar memanjakannya. Simma menggeliat, tangannya menelisik pada rambut Stuard. Seolah menyuruh Stuard melakukan lebih dari ini.


Bukan hanya Simma yang terbakar gairah, Stuard pun sama. Gairahnya sudah terbakar hebat, ia menghirup wangi tubuh istrinya dalam-dalam, Ia sungguh rindu dengan semua yang ada di tubuh istrinya.


Saat di tengah-tengah gairah, Simma tersadar saat mengingat mereka ada di lapangan golf, bagaimana jika ada yang melihat aksi mereka.


"Se-stu!" Panggil Simma terbata-bata. Tanpa sadar, Simma memanggil nama lagi pada Stuard. Stuard yang sedang asik bermain dengan tubuh istrinya, menghentikan aktivitasnya. Ia langsung naik dan mencium bibir Simma dengan rakus. Membuat Simma langsung memukul-mukul dada suaminya.


"Kau memanggilku apa barusan?" Tanya Stuard. "Ma-maaf, maksudku, Dad," jawab Simma dengan napas terengah.


Saat Simma akan bangkit, Stuard menahan tubuh istrinya. "Dad, ayolah. Akan banyak mata yang melihat kita," ucap Simma.


Stuard kembali menindih tubuh istrinya, kemudian menggenggam kedua tangan Simma dan menyimpannya di atas.


"Takan ada yang melihat kita, Sayang. Aku sudah menyuruh semua pekerja untuk kembali ke paviliun dan melarang mereka untuk keluar dari paviliun," kata Stuard.

__ADS_1


Ya, saat Stuard mengikuti Simma, Stuard memang sudah berencana untuk bercinta di lapangan golf. Ia sengaja menyuruh semua pegawainya untuk kembali ke paviliun. Sebenarnya ia tak yakin istrinya mau diajak bercinta. Tapi rasanya, ia ingin mencoba hal baru dengan istrinya.


"Apakah kita akan bermain di sini?" Tanya Sima dengan mata membulat. Bagaimana mungkin mereka akan bercinta di lapangan golf.


"sure, honey. I want to try new things with you." Setelah mengatakan itu, Stuard kembali lagi menjamah tubuh istrinya. Malam ini ia yang akan bekerja untuk membuat Simma melayang.


Ia akan menjadikan istrinya ratu malam ini. Ia akan menebus semua waktu yang telah terlewat. Waktu di mana Simma merasakan salah paham.


"Dad-Dad ...." nafas Simma terengah saat Stuard akan menyatukan miliknya dan milik istrinya.


"Ka-kau begitu sempit, Sayang," kata Stuard, ia memejamkan matanya, saat milik Simma begitu hangat dan begitu memabukan.


"Bolehkah aku bermain buas malam ini!" kata Stuard, dengan nafas memburu karena gairahnya sudah di ubun-ubun. Simma mengangguk pelan. Setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya, Stuard pun mulai menggerakan dirinya.


******* mereka saling bertautan, angin malam dan rumput menjadi saksi percintaan panas mereka. Kepuasan mereka semakin bertambah kala mereka bercinta ditempat terbuka. Stuard benar-benar membuktika dirinya bermain buas, hingga Simma terus meneriakkan namanya.

__ADS_1


"Dad!" pekik Simma ketika Stuard menghentikan gerakannya. Padahal, ia akan mencapai puncaknya sebentar lagi.


"Berjanjilah untuk terus dan akan tetap baik-baik saja sampai kapan pun," kata Stuard di tengah gairah yang melanda keduanya.


"Maksudmu, Dad?" tanya Simma.


"Kau boleh mengandung lagi, tapi berjanjilah untuk tetap baik-baik saja," kata Stuard lagi, membuat mata Simma berkaca-kaca dan merasakan haru yang luar biasa.


"I promise, Dad." Setelah mengatakan itu, Stuard pun menggerakan lagi tubuhnya dan akhinya mereka mendapat puncaknya dan menjerit bersama-sama.


Hayoo lohhb pasti pada Traveloka. wkwkwkwk Bayangin aja dulu gimana Stuard bermain buas 😭😭


Yang punya lapak si kuning boleh ya mampir ke ceritaku di sana, kalian tinggal cari judulnya Sugar Daddy meet sugar Baby.


Aku menulis bersamaan karena ingin mencoba hal baru. Kalian tenang aja, walau aku nulis di beberapa tempat. Lapak ini akan selalu jadi proritas.

__ADS_1


kalau kalian ga tau lapak kuning di mana, aku kasih tau di kolom komentar ya


Scrool lagi iesa


__ADS_2