Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
413


__ADS_3

Kelly terdiam di kursi tunggu, ia masih belum mencerna apa yang terjadi, ia bingung kenapa Arleta mengiriminya uang, dan yang lebih membingungkan, petugas bank hanya menyebut nama Arleta saja tanpa Smith di belakangnya.


ketika ia bertanya pada petugas bank apakah yang mengiriminya uang adalah Arleta Smith. Namun petugas bank hanya menyebutkan nama Arleta tanpa embel-embel Smith di belakangnya.


Seketika perasaan Kelly di dera tak nyaman. Apa lagi uang yang dikirimkan ke rekeningnya, di mulai setelah sebulan Arleta keluar dari mansion dan memilih tinggal di apartemen.


Kelly langsung bangkit dari kursi, kemudian berjalan untuk pulang ke Mansionnya dan bertanya Ada apa sebenarnya.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Akhirnya taksi yang ditumpangi oleh Kelly sampai dimansionnya, setelah membayar, ia langsung masuk ke dalam kemudian mencari ibu dan ayahnya.


Namun, setelah mencari kesana kemari, tak ada siapapun di mansion hingga akhirnya, ia bertanya kepada pelayan. Ternyata, seluruh anggota keluarganya sedang pergi ke makam Sonya dan Albert karena ini hari kematian Sonya.


pelayan mengatakan hanya Zidny yang tidak ikut, seketika itu juga Kelly langsung berjalan ke arah kamar Zidny.


“Zidny!” panggil Kelly, Zidny yang sedang mengerjakan tugas, menoleh, kemudian membulatkan matanya karena sang kakak yang akhirnya pulang.


“Kenapa kau pulang, Kak. bukankah kau akan pulang sebulan lagi?” tanya Zidny. Namun, bukannya menjawab Kelly malah mendudukkan diri di sebelah Zidny.


“Apa yang terjadi selama kakak pergi?” Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Aunty Arleta?” tanya Kelly.


“Aunty Arleta .....” Dengan terbata-bata, Zidny, menjelaskan semuanya pada Kelly. Termasuk kejadian di rumah sakit kejadian saat Zayn mengamuk.


Karena saat itu, Zidny mengintip dari luar hingga ia tahu apa yang terjadi dengan Arleta. Zidny menceritakan semuanya pada Kelly tanpa ada yang terlewat, termasuk saat Zayn melarang Gia dan Audrey menjenguk Arleta rumah sakit.


Mendengar untaian kata demi kata yang diucapkan Zidny, tubuh Kelly melemas. Ia benar benar mengutuk ayah dan Pamannya. Bagaimana mungkin lelaki dewasa itu begitu egois dan tak memperdulikan Arleta.

__ADS_1


tidak kali ini, ia tidak bisa terus diam, ia langsung bangkit dari duduknya, kemudian berniat mendatangi apartemen Arleta. Ia yakin Arleta sedang kesakitan di apartemennya.


••••


Arleta mematut diri di cermin. Hari ini, ia akan datang ke makam Sonya karena ini hari kematian wanita yang paling berarti di hidupnya.


Ia meringis, kemudian kembali berjalan ke ranjang dan mendudukan dirinya. Ia membuka roknya, kemudian memijat kakinya yang membiru dan membengkak.


Selama seminggu ini, rasa sakit yang mendra Arleta semakin menjadi-jadi. Ia pernah memanggil trapis pijat untuk datang ke apartemennya, berharap badannya tidak merasakan sakit lagi. Tapi bukannya membaik, sakit di tubuh Arleta malah semakin menjadi-jadi. beberapa bagian tubuhnya membengkak, dan membiru.


Arleta berusaha bangkit dari duduknya, kemudian ia berjalan tertatih-tatih untuk keluar dari apartemennya.


Kelly menutup mulutnya saat melihat Arleta. Saat ini, ia sedang melihat Arleta baru saja keluar dari lobi apartemennya. Hati Kelly teriris perih saat melihat tubuh Arleta begitu kurus, terlihat juga wajah Arleta yang begitu pucat.


••••


“Nona, anda tidak turun?” Tanya supir taksi pada Arleta saat sampai di tempat tujuan.


Arleta menghela nafas ketika melihat mobil-mobil milik keluarga angkatnya terjajar di depan pemakaman. Ia pikir, keluarga angkatnya akan datang sore hari. Tapi ternyata ia salah.


Sekarang, keluarganya sudah berada di pemakam. Itu berarti ia tak bisa masuk sekarang, ia harus menunggu hingga keluarganya pergi.


Jika ia memaksakan masuk kedalam, kemungkinan ia akan diusir dan mungkin tak boleh lagi mengunjungi makam Sonya. Ia tak punya pilihan lain selain menunggu dan bersembunyi.


“Terima kasih Paman, saya akan akan turun sekarang,” ucap Arleta ia menyerahkan uang pada sopir taksi tersebut, setelah itu ia turun dari taksi dengan langkah pelan.

__ADS_1


Setelah turun dari taksi Arleta bersembunyi di belakang mobil orang lain, tak ada tempat duduk hingga arleta terpaksa terus berdiri.


Tak lama setelah Arleta bersembunyi, ada mobil yang melaju melewatinya dan ia tahu adalah mobil Maria.


iya mengintip, kemudia ia tersenyum ketika melihat Maria turun dari mobil. Rasanya ia juga merindukan Maria.


Namun senyuman Arleta luntur kala melihat ada mobil yang mengebut dan ugal-ugalan. Sedangkan Maria menyebrang sambil menelpon. Tanpa sadar, Arleta berlari ke arah Maria dan mendorong Maria.


Hingga


Ckitttt Brakkk


Tubuh Arleta terpental, tadinya setelah mendorong Maria. Ia akan langsung berlari. Tapi sayang, takdir berkata lain. Ia menggantikan posisi Maria yang seharusnya tertabrak.


“Arleta!” jerit Kelly. Ia yang baru saja sampai langsung menyaksikan hal yang sangat memilukan. Dengan matanya sendiri, ia melihat tubuh Arleta terpental


Kelly keluar dari mobil ia langsung berlari kearah Arleta yang sudah tergeletak, bersimbah darah.


“Arleta ... Arleta ...” Kelly menjerit memanggil Arleta. Ia menepuk-nepuk pipi Arleta berharap arleta membuka matanya.


Tak lama, Arleta mengeluarkan muntah darah. Kemudian, ia membuka sedikit matanya lalu tersenyum saat memandang Kelly, dan setelah itu Arleta mata Arleta kembali terpejam.


“Arlettaaaaaaaaaaaa!”


ga komen ga flend, hate komen moguk update 💃💃😂😂

__ADS_1


__ADS_2