
"Kau gila, Hah!" teriak Zayn, ia meringis saat jatuh dari tempat tidur.
Gia mengucek matanya, ia memandang Zayn dengan tak kalah tajam. "Kau yang gila, berani sekali kau memelekku!" Gia pun sama berteriak pada Zayn.
Zayn menghembuskan napas kasar, ia pun bangkit dari duduknya. "Minggir!" ucap Zayn pada Gia, ia ingin kembali berbaring, Namun Gia berada di tempatnya berbaring
Gia berdecih, ia pun berpindah ke sisi satunya lagi, lalu kembali berbalik dan membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut , tentu saja dengan posisi membelakangi Zayn.
"Awas saja kau jika berani menyentuhku lagi!" gerutu Gia.
Tanpa menjawab ucapan Gia, Zayn pun kembali membaringkan dirinya di ranjang.
kali ini ia berbaring menghadap punggung Gia.
Dia memandang tubuh Gia yang sedang membelakanginya dengan tatapan sendu, sekuat-kuatnya Zayn, ia pun sama seperti lelaki lainnya, yang ingin mempunyai keluarga yang utuh, ia bisa saja memberitau Gia yang sesungguhnya. Tapi, jika Gia tau dan Zayn bersikap biasa pada Gia, keselematan Gia akan semakin terancam.
Ia harus bersabar karena harus menghadapi Santosh, sebenarnya Zayn bisa menyingkirkan Santosh dengan mudah. Namun, ia masih membutuhkan Santosh untuk tau siapa yang mendukungnya. Karena musuh nyata Zayn bukanlah Santosh, Namun orang di belakang Santosh.
Setelah puas bergulung dengan pikirannya, Zayn pun memejamkan matanya dan mulai terlelap.
••••
Matahari telah bersinar, Gia terbangun dari tidurnya, ia langsung menutup mulutnya karena merasakan mual.
__ADS_1
Ia bangun perlahan dari tidurnya dan berjalan ke kamar mandi.
Hoekkk ... Hoekk ... Hoekk
Zayn membuka matanya saat mendengar suara Gia yang sedang di kamar mandi. Ia mengucek matanya dan bangkit dari tidurnya.
Baru saja, ia akan masuk kedalam kamar mandi, Zayn menghentikan langkahnya. Ia mengurungkan niatnya.
Ia kembali lagi berbaring di ranjang, dan berusaha memejamkan matanya lagi. Namun, pertahanannya buyar kala terus mendengar suara Gia dari kamar mandi.
Zayn pun bangkit dari tidurnya dan berlari menuju kamar mandi.
Saat masuk, Ia memijat tengkuk Gia dengan lembut. Gia tak menepis tangan Zayn, ia memang membutuhkan Zayn untuk membantunya.
"Kau sudah baikan?" tanya Zayn saat Gia berbalik. Ia pun menyodorkan tissu pada Gia.
Setelah itu, Gia pun keluar dari kamar mandi, ia melewati tubuh Zayn begitu saja.
Sedangkan Zayn hanya menggeleng melihat tingkah Gia. Tapi tak lama dia tersenyum, ternyata sangat menyenangkan ketika bisa menemani istrinya, apalagi Gia tak menolak bantuannya.
••
Saat siang hari, seperti biasa, Zayn langsung sibuk dengan pekerjaannya.
__ADS_1
Saat sedang fokus, ponselnya berdering. Ia mengernyit heran saat Gia menelponnya.
"Hmm," balas Zayn mengangkat teleponnya.
"Aku ingin maka seafood," balas Gia terbata-bata.
Mendengar ucapan Gia, Zayn mengulum senyum. Ini pasti rencana Sonya yang menyuruh Gia menelpon Zayn. Jika tak di suruh, mana mungkin Gia mau menghubungi Zayn
"Mark akan mengantarkannya untukmu," ucap Zayn.
"Ini anakmu. Aku ingin kau yang mengantarkannya." Setelah mengucapkan hal tersebut, Gia pun menutup telponnya.
Zayn tergelak, saat mendengar kata-kata Gia yang terakhir, terdengar jelas bahwa Gia terpaksa menghubunginya.
Setelah Gia menutup ponselnya, Zayn pun memanggik Mark
"Belikan seafood untuk Gia, antarkan ke apartemenku!" titah Zayn setelah masuk kedalam ruangannya.
"Diakan istrimu kenapa kau menyuruhku!" seru Mark.
Zayn melongo mendengar jawaban Mark.
Zayn ....
__ADS_1
Holaa Makk.
Karena biasanya hari minggu aku libur, berhubung si krucil tidur jadi aku nyempetin up walau satu bab. Happy wekend selamat rebahan kaum Jomblo 🤣🤣