Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Penyelamatan Amelia.


__ADS_3

Setelah selesai melakukan hal bejatnya, Gabriel melemparkan sabuk yang dipakai untuk mencambuk Amelia ke bawah, ia benar-benar kesal ketika Amelia sama sekali tak bereaksi.


Padahal, ia sudah bermain sangat kasar.


Tak lama, ia melepaskannya penyatuannya, lalu memakai kembali celananya dan keluar dari kamar meninggalkan Amelia yang masih terdiam, antara sadar dan tidak sadar.


Saat mendengar suara pintu tertutup, Amelia mengerjap, bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk matanya, kemudian ia meringis merasakan tubuhnya begitu nyeri dan perih.


Ia yang masih dalam keadaan telungkup langsung melihat ke arah tangannya yang sudah memar dan membiru serta sedikit mengeluarkan darah. Tak lama, Kate masuk ke dalam kamar. Dokter cantik itu langsung masuk ketika melihat Gabriel keluar.


Sebenarnya, saat Amelia masuk ke dalam kamar, Kate sudah menunggu di luar untuk berjaga-jaga, Memastikan kondisi Amelia.


Karena ia yakin, Gabriel akan menyiksa tubuh Amelia lagi.


Saat masuk kedalam kamar, Kate menutup mulut saat melihat kondisi tubuh Amelia yang benar-benar dipenuhi memar. Secepat kilat, Kate berlari, lalu mengambil selimut untuk menutupi tubuh Amelia yang polos.


“Nona Amelia ... Nona Amelia?!” Panggil kate, Iya mengelus rambut Amelia, karena Amelia menatap kosong ke depan seperti mayat hidup. Tadi ia memang sempat tersadar, tapi otak Amelia mendadak kosong ketika Kate datang,


Tangis Kate semakin Luruh ketika melihat kondisi Amelia, ia langsung berlari kearah luar untuk memanggil beberapa perawat dan memanggil Gilsa..

__ADS_1


10 menit kemudian, Kate dan Gilsa masuk kembali kedalam kamar, mereka berdua bersama-sama membangunkan tubuh Amelia. lalu memakaikan pakaian pada Amelia.


Sungguh, hati Gilsa terasa tercubut bukan main ketika melihat Amelia yang benar-benar seperti mayat hidup, tidak bereaksi dan tidak merespon apapun belum lagp Pandangan matanya lurus ke depan.


“Ayo masuk!” teriak Kate pada perawat yang menunggu di luar. Tak lama, Beberapa perawat masuk sambil mendorong berangkar, kemudian mengangkat tubuh Amelia lalu membaringkannya di berangkar dan setelah itu, mereka pun mendorong berangkat tersebut dan langsung masuk ke dalam ruang kesehatan.


•••


Kate dan Gilsa sudah memeriksa kondisi Amelia, beberapa kali Kate dan Gilsa mencoba menyadarkan Amelia. Tapi, Amelia masih menatap lurus ke depan.


Dan pada akhirnya, Kate mencipratkan air ke wajah Amelia, hingga Amelia tersadar. Dan Amelia hanya mengerjap, lalu melihat kearah Kate sekilas, kemudian memejamkan matanya, Amelia kembali tak sadarkan diri.


Kate mendudukkan diri di kursi, kemudian menggenggam tangan Amelia.


“ Nona Kau pasti kuat, Kau pasti bisa melalui ini. Kita pasti bisa keluar dari sini secepatnya,” ucap Kate, tangisnya masih berderai. Ia meringis ngilu ketika melihat tangan Amelia yang membiru, bukan hanya tangan tapi sekujur tubuh Amelia pun membiru.


•••


Setelah keluar dari kamar dan meninggalkan Amelia, Gabriel masuk ke kamarnya dengan membanting pintu. lalu ia berjalan ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya.

__ADS_1


Saat berada di bawah kucuran shower, Gabriel memejamkan matanya ketika air mengaliri tubuhnya, rasa kesal masih belum hilang. Ia kesal karena Amelia tidak merespon Apa yang dilakukan. Padahal melihat Amelia merintih dan memohon adalah suatu kesenangan bagi Gabriel.


3 bulan kemudian


Tatapan mata Stuard fokus pada layar laptop di depannya, di mana anak buahnya mengirimkan foto-foto tentang Vila Gabriel.


Tak mudah masuk ke pulau pribadi milik Gabriel, tapi anak buah Stuard berhasil masuk,


tentu saja mereka masuk dengan sangat hati-hati.


Stuard menghela nafas kala melihat anak buahnya mengirimkan foto Gabriel yang sedang berada di balkon.


Ia mengambil ponsel kemudian menelpon anak buahnya.


“Siapkan pesawat, aku sendiri yang akan me jemputnya!” ucap Stuard.


Scroll gengs.


Jangan lagi hate komen ya, kasihanilah aku yang walaupun sakit masih tetep nyempetin up Demi kalian. 😘😘

__ADS_1


__ADS_2