
Gengs mau promo, tapi jangan di bully ya. Ini yang mau ikut aja, yang ga ikut skip aja. Tayang Di K*B*M APP dan udah tamat.
Judul Novel Cinta Untuk Stevia.
Kisah anaknya Daddy Zayn ( Leo )
Kalau kalian ga mau baca tinggal Scroll ya, masih 3 bab lagi di bawah ini.
Kalau ada yang kesusahan beli koin sama mau tanya2 bisa di no 088222277840.
Ini adalah bab, ke 10 kalau mau tau awalnya dan kelanjutannya kalian bisa langsung kesana ya.
Kalau ga mau baca, langsung Scroll aja soal nya ada 3 bab lagi di bawah
Bab 10 Luka Stevia
Tubuh Lelaki yang tadi di panggil Daddy oleh Cecil menengang. “A-amora.”
“A-amora ad ap ....” stevia menghentikan ucapannya ketika melihat siapa yang ada di depan Amora.
Lutut Stevia melemas saat melihat siapa orang yang berdiri di depan putrinya. Suaminya, sekaligus ayah dari anaknya.
Ini seperti Dejavu, seperti kejadian tujuh tahun silam. di mana ia memergoki Riyadh, mantan suaminya bersama wanita dan seorang anak kecil dan kini untuk yang kedua kalinya dia merasakan hatinya hancur karena kejadian yang sama.
__ADS_1
“Daddy!” panggil Cecil. Seketika, nafas Stevia memburu saat mendengar anak kecil itu memanggil Leo Daddy.
Ah, kini Stevia mengerti, kenapa Leo bersikap dingin pada Amora. Apalagi, anak kecil yang memanggil Daddy pada Leo seumuran dengan Amora. Ia sudah lebih dari jelas bagi Stevia.
mata Leo dan mata stevia saling mengunci. Tubuh Leo menegang. Stevia tersadar, ia memutuskan pandangannya pada Leo. Lalu melihat ke arah Amora yang sedang menatap Cecil dengan tatapan tidak suka.
“Amora, ayo pulang.” Kata Stevia, ia berjongkok untuk menggendong Amora. Stevia tak tahan untuk terus melihat Leo. Ada air mata yang mendesak untuk segera di keluarkan.
Stevia pergi dari hadapan Leo membawa luka yang amat luar biasa hebat. Ini bukan tentang dirinya tapi tentang putrinya.
Setiap langkah, setiap hembusan nafas, mengantarkan Stevia kedalam rasa sakit yang luar biasa hebat, putrinya sedang berjuang untuk hidup. Putrinya tak pernah mengeluh, tak pernah merengek. Tapi Leo ...
••••
waktu menunjukkan pukul 10 malam. di dalam ruangan yang redup kedua insan terdiam.
“Aku rasa Aku tak punya kewajiban apapun untuk memberitahumu karena kita sudah sepakat untuk tidak mencampuri urusan masing-masing. Hanya saja, aku rasa kau perlu mendengar penjelasanku,” kata Leo. ia menghentikan ucapannya lalu melihat reaksi Stevia. Namun seperti biasa, Stevia bergeming. Tatapannya lurus ke depan. Bahkan, dia seperti tak mendengar ucapan Leo.
“Dia adalah putriku, dia lahir 2 bulan setelah Amora lahir. aku rasa hanya itu yang bisa kujelaskan kepadamu. karena kau sudah tahu maka aku tak perlu repot-repot menyembunyikan semua. Aku harap kau bisa tetap menyembunyikan semua dari keluarga besar kita. Kalau begitu, aku pergi."
Stevia tersenyum getir ketika mendengar ucapan Leo. “Leo!” panggil Stevia. Leo yang sudah berdiri dan bersiap pergi kembali menoleh pada Stevia. Leo pun kembali mendudukkan dirinya dan menatap Stevia.
“Apa kau menyayangi Amora seperti menyayangi putrimu yang lain?” Tanya Stevia. Ia menguatkan hatinya untuk mendengar jawaban Leo.
__ADS_1
Leo tampak menghela nafas beberapa kali. Kemudian, ia melihat stevia lekat-lekat. “Kau yakin ingin tahu jawabannya?” Tanya Leo. Stevia pun mengangguk tanpa menoleh kearah Leo.
Leo tersenyum getir “Mungkin dari seratus persen. Aku hanya menyayangi Amora sepuluh persen. Ya, aku mungkin ayah yang jahat. Tapi, kau tahu Stevia. Kita jadi terlibat seperti karena ulah mantan suamimu, dan muncullah Amora di tengah-tengah kita. Karena kehadiran Amora, aku tak bisa menikahi kekasihku. Putriku tak bisa mendapat namaku. Bahkan, aku harus menyembunyikan Cecilia di hadapan dunia. Akulah yang jadi korban disini, karena aku terlibat permasalahmu dan mantan suamimu. Banyak yang aku korbankan karena kehadiran Amora. Jadi, aku rasa menyayangi Amora 10 persen adalah hal yang terbaik yang bisa aku berikan untuk Amora.”
Kata-kata Leo bagai pedang yang menghunus jantung Stevia. Ia tak menyangka, Leo bisa berpikiran seperti itu tentang Amora. Amora hanya anak yang tak berdosa. Lalu, kenapa leo malah membenci Amora dan menyalahkan putrinya.
Hati Stevia terlalu hancur untuk merespon semua ucapan Leo, ia hanya bisa terdiam.
“Maaf jika ini menyakitimu. Tapi inilah fakta yang sesungguhnya.”
Setelah mengatakan itu, Leo bangkit dari duduknya. Saat ia berbalik. Langkahnya terhenti. saat melihat Amora berdiri di depannya.
“A-amora!” ucap Leo terbata-bata.
Mendengar nama Amora, Stevia tersadar. Ia langsung menoleh. Matanya terbelalak saat melihat Amora berdiri di depan Leo.
Secepat kilat, Stevia bangkit kemudian menggendong Amora.
Saat berada di dalam gendongan Stevia, mata Amora tak berkedip menatap sang ayah. Membuat Leo terhenyak atas reaksi putrinya. Ini pertama kalinya, Amora menatapnya dengan tatapan berbeda. tiba-tiba hidung Amora mengeluarkan darah membuat stevia terpekik begitupun Leo yang ikut terkejut.
Perlahan Leo, melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah Amora. Namun, secepat kilat stevia memundurkan langkahnya.
“Leo pergilah. aku akan memberi pengertian pada Amora,” ucap Stevia sambil tersenyum. tangis yang sedari tadi ditahan nya akhirnya pecah ketika mendekap tubuh Amora. membuat Leo terpaku Ini pertama kalinya ia melihat stevia menangis.
__ADS_1
“Leo, pergilah. Kau tak perlu khawatir. Amora pasti mengerti.” Tanpa mendengar lagi jawaban Leo, Stevia berbalik kemudian ia masuk ke kamar Amora
Sedangkan Leo .....