Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Bolehkah aku memelukmu


__ADS_3

Jantung Gabriel berdetak dua kali lebih cepat saat ia keluar dari lapas dan berniat menemui Amelia. Selama 3 bulan ini, Gabriel selalu menunggu saat Amelia datang menjenguknya,. seorang diri tanpa harus diperintahkan oleh siapa-siapa.


Tapi jika dipikir, sangat mustahil Amelia mau menjenguknya ditahanan. Hingga setelah 3 bulan berlalu, ia memberanikan diri meminta sang ayah menyuruh Amelia datang.


saat keluar dari sel, dan berada di depanAmelia, Gabriel tersenyum ketika melihat Amelia menatapnya. Kemudian ia kembali maju dan mendudukkan diri di seberang Amelia.


“Hai, Amelia,” ucapkan Gabriel dengan nada yang sangat tulus, membuat Amelia terpaku. Jika dilihat sekarang, wajah Gabriel begitu manis dan polos Bahkan tak akan ada yang menyangka bahwa dulu Gabriel pernah bersikap bringas padanya.


“Amelia!” panggil Gabriel ketika Amelia terus menatapnya. Amelia tersadar, kemudian menaikkan paperbag lalu menyimpannya ke hadapan Gabriel.


“ Bagaimana kabarmu?” tanya Amelia. “ibuku membuatkan makanan untukmu,” ucapnya lagi membuat Gabriel merasa terharu saat mendengar ibu Amelia memasakkan makanan untuknya. Padahal, Ia sudah sangat jahat pada Amelia, kini ia mengerti dari mana sikap baik Amelia.


“Bagaimana kabarmu?” tanya Amelia lagi, Gabriel pun mengangguk-anggukan kepalanya. sejujurnya, ia bingung harus berbicara apa pada Gabriel. begitupun Gabriel yang bingung harus membahas apa dengan Amelia, karena mereka tidak sedekat Itu.

__ADS_1


“Aku baik, Bagaimana kabarmu dan kabar Geisha?” tanya Gabriel, Amelia mengangguk-anggukan kepalanya.


“Kami baik-baik saja," jawab Amelia.


Hening, mereka sama-sama kembali terdiam. Gabriel yang tadinya ingin berbicara panjang lebar mendadak lupa tentang apa yang akan Katakan. Lidahnya terasa kelu untuk di gerakan.


“Sebenarnya ada apa kau menyuruhku kemari?” tanya Amelia setelah sekian lama saling terdiam.


Gabriel yang sedang tertunduk mengangkat kepalanya. “Amelia, Rasanya ada yang mengganjal di hatiku,” di jawab Gabriel yang memberanikan diri untuk membalas Amelia.


“Aku belum minta maaf yang benar kepadamu,” jawab Gabriel kemudian ia tertunduk membuat Amelia tersenyum. Amelia mengangkat tangannya, kemudian menepuk-nepuk telapak tangan Gabriel yang sedang mengepal di atas meja.


“Tidak apa-apa Gabriel, aku sudah melupakannya. Kau tidak perlu meminta maaf terus menerus,” jawab Amelia membuat tangis Gabriel luruh, Kenapa mendengar Amelia berbicara yang memaafkannya sangat menyakitkan.

__ADS_1


Saat ini, ia berharap Amelia membencinya memukulnya atau bahkan melakukan hal-hal yang lebih menyakitkan agar ia bisa terbebas dari rasa bersalahnya. Tapi yang terjadi, Amelia malah memaafkan.


Saat merasakan sentuhan tangan Amelia di tangannya, Gabriel mengangkat kepalanya kemudian menatap Amelia lekat-lekat.


“Amelia, katakan apa yang harus aku lakukan agar aku terbebas dari rasa bersalah ini?”


“Jadilah Gabriel yang dulu lagi! walaupun dulu kita tidak terlalu dekat bahkan sangat tidak dekat. Tapi aku tau, kau adalah orang yang baik Gabriel. Aku yakin kau juga akan bisa menjadi ayah yang baik bagi Grisya.” Amelia menjawab dengan penuh ketulusan, membuat dada Gabriel begitu nyeri. Kenapa ia bisa terpaku pada cinta terlarang, sedangkan dia mengabaikan wanita yang sangat tulus kepadanya.


Amelia melihat jam di pergelangan tangannya, kemudian bangkit dari duduknya. “Gabriel, jam besuk sudah habis, aku harus segera kembali ke kantor."


Gabriel mengagguk, kemudian bangkit dari duduknya, “Amelia, bolehkah aku memelukmu?” tanya Gabriel, ia tak bisa menahan dirinya lagi. Ia ingin memeluk Amelia dengan erat, mencium pucuk kepala Amelia bertubi-tubi. Tapi sayang, ia tak berani melakukannya tanpa ijin.


Amelia ...

__ADS_1


Ga komen g flenddddd


__ADS_2