
6 bulan kemudian
“Gabriel, Jika kau terus begini. Kapan aku akan berangkat ke kantor,” ucap Amelia dengan kesal. Ia menghempaskan tangan Gabriel. Tapi setelah dilepaskan, Gabriel kembali memeluk Amelia dari belakang.
Saat ini, ia sudah siap memakai seragamnya dan bersiap untuk pergi ke kantor. Hari ini, masa cutinya sudah selesai dan ia harus memulai lagi bekerja.
putranya sudah ada yang mengurus, karena Gabriel memang memakai jasa babysitter. Gabriel tidak ingin Amelia kelelahan mengurus bayi mereka. Tapi, Gabriel tidak melarang Amelia untuk terus bekerja menjadi polisi, karena ia tahu itu adalah cita-cita istrinya.
Selama 6 bulan ini, kehidupan mereka tak banyak yang berubah. Walaupun Gabriel sudah terbuka dengan perasaannya. Tapi terkadang, Amelia masih malu-malu dan masih merasa gengsi untuk menerima perhatian dari Gabriel.
Selama enam bulan ini, Gabriel jarang sekali pergi ke kantor, ia mengerjakan semua dari rumah. Ia lebih banyak, menghabiskan waktu bersama Amelia dan kedua putra putrinya.
Selome Josepin ... Gabriel memberi nama putra mereka dengan nama Selome Josephine. Ia memberikan nama mendiang putranya untuk anak bungsunya agar bisa mengobati kerinduan mereka pada putra pertama yang sudah tiada.
Selama 6 bulan ini, Gabriel begitu memanjakan Amelia. Ia tak membiarkan Amelia lelah sedikitpun. Tapi walaupun begitu, Gabriel tidak melarang Amelia untuk berkarir didunia polisi, karena ia tak ingin egois.
Untuk masalah ranjang, Gabriel belum meminta haknya, karena jika ia mendekati Amelia terlebih dahulu. Tubuh Amelia menegang, walaupun Amelia tidak menolak Tapi Gabriel tahu, istrinya belum siap untuk melayaninya.
Selama enam bulan ini, Amelia tak pernah menggumamkan kata cinta. Walaupun selama 6 bulan ini, Gabriel selalu mengutarakan perasaanya. Amelia tidak pernah mengakui perasaannya. Tapi, Gabriel tidak butuh pengakuan istrinya. Karena dari matanya saja, dia bisa tahu bahwa Amelia mencintainya.
__ADS_1
“Kau pulang jam berapa hmm?” Tanya Gabriel. Ia semakin mengeratkan pelukannya. Lalu, menyimpan wajahnya di bahu Amelia.
“Entahlah, banyak sekali kasus yang harus aku tangani,” jawab Amelia, karena memang, dia kembali bergabung dengan tim Nick.
“Kau tidak boleh dekat-dekat dengan lelaki, apalagi lelaki itu,” ucap Gabriel.
“ Lelaki yang mana maksudmu?”
“Johan, kau tak boleh bertegur sapa dengannya!” titah Gabriel dengan nada posesif. “Kau tidak boleh berbicara dengannya dan tidak boleh menyapanya!” titah Gabriel lagi.
“Gabriel, ini hari pertamaku bekerja. Jika kau terus begini, kapan aku akan berangkat!” protes Amelia.
“Gabriel, kau terus mengatakan 10 menit lagi dari 30 menit yang lalu, dan kita sudah setengah jam seperti ini,” ucap Amelia lagi
Sedangkan Gabriel, hanya terkekeh.
••••
Waktu menunjukkan pukul 5 sore Amelia merentangkan tangannya Karena pekerjaannya sudah selesai. Ternyata, pekerjaannya begitu menumpuk.
__ADS_1
“Amelia!” panggil Joshua yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan.
“Apa?” jawab Amelia.
“Komandam memanggilmu,” ucap Joshua membuat Amelia menghela nafas, karena ia harus menemui atasannya. Amelia bangkit dari duduknya, kemudian keluar dari ruangan. Lalu, berjalan ke arah komandannya.
Segelah sampai di depan ruangan, ia mengetuk pintu dan setelah mendapat sahutan dari dalam.Amelia pun masuk.
“Kenapa anda memanggil saya komandan?” tanya Amelia.
“Amelia, sebagai hadiah. Kami memberikanmu tambahan untuk cuti kembali,” ucap Erick. Membuat mata Amelia membuat. Ia baru saja masuk, tapi sudah di berikan waktu untuk cuti kembali, sepertinya ada yang aneh.
Gas komen gengs, biar semangat 🔥ga komen besok up satu bab hahahah
Daddy Gabriel
__ADS_1