
Sebelum baca cerita Zayn, Aku sebagai Author mau berterimakasih karena kalian sudah mendukungku selama ini. Terimakasih karena di bab sebelumnya kalian tak menghujat aku karena promo di lapak ini. berkat komentar kalian yang bijak dan menyemangati walau enggak baca cerita Gani dan Mahira, aku jadi semangat update Zayn dan bentar lagi akan masuk season Zidan sama Audrey yang akan tetap di lapak ini.
Jadi, terus semangatin aku ya. Biar aku bisa terus nemenin hari-hari kalian dengan 🤗
Oh ia banyak yang gagal fokus soal kisah Dita. Kisah Dita, aku satuin di lapak Gani sama Mahira ya. Jadi ga ada judul baru.
Biglove 🤗 Oke, selamat membaca kisah Zayn end Gia.
•••
"Maafkan aku Zidan, maafkan aku," entah berapa kali Zayn mengucapkan kata maaf saat memeluk adiknya. Saat ini, mereka masih saling memeluk, dengan masih sama-sama menangis haru.
Ada perasaan nyaman saat Zayn mendekap sang adik, beban di dadanya serasa hilang setelah mengucapkan kata maaf.
Zidan pun sama, hatinya terasa berbunga saat mendengar Zayn meminta maaf dengan tulus, bahkan terdengar saat tulus. Ia memeluk sang kaka begitu erat. Walau hanya sekedar pelukan. Tapi, ia merasakan penantian selama 27 tahun lamanya terbayar dengan pelukan hari ini. Pelukan yang tulus dari seorang kaka yang dulu membencinya.
__ADS_1
Bukan hanya Zidan dan Zayn saja yang menangis haru. Nyatanya, di sisi lain, Albert, Sonya dan Gia pun ikut menangis haru.
Ya, Sonya, Albert dan Gia menyaksikan semua yang terjadi, di ruang cctv. Awalnya mereka pesimis bisa menghubungkan hubungan Zayn dan Zidan. Apalagi, saat melihat reaksi Zayn yang masih saja menampakan sifat angkuhnya.
Tapi, mereka bisa bernapas lega saat di detik-detik terakhir.
Albert mengusap air matanya, ia menghampiri Gia yang berdiri di sisi Sonya.
Saat Albert sudah mendekat, Gia pun mendongak melihat ke arah Albert.
Albert memegang pundak Gia lalu membawa menantunya kedalam pelukannya. "Terimakasih sudah mengubah Zayn," lirih Albert. Gia membalas pelukan Albert dan mengangguk.
"Aku akan menyusul anak-anak," ucap Albert saat melepaskan pelukannya pada Sonya. Sonya pun mengangguk. Tak lupa sebelum Albert keluar, ia mengecup kening Sonya dengan penuh kasih sayang.
Albert pun keluar dari ruangan untuk menghampiri kedua putranya. Semua sudah selesai. Ia hanya perlu memerbaiki semuanya.
__ADS_1
Saat sudah mendekat kepada kedua putranya, Albert langsung merangkul kedua putranya.
"Dad ... " lirih Zidan dan Zayn secara bersamaan. Mereka saling melepaskan pelukannya dan beralih memeluk Albert. Kini, impian Albert pun menjadi nyata. Ia bisa memeluk kedua putranya secara bersamaan.
ketiga prpria itu saling berpelukan, menangis haru, mereka berhasil melepaskan belenggu luka yang mendera mereka selama 27 tahun lamanya.
"Kalian takan memeluk Mommy?" suara Sonya terdengar dari arah belakang, Zayn dan Zidan pun melepaskan pelukannya, mereka menghapus air mata dan menghampiri Sonya secara bersama-sama.
Saat melihat kedua putranya berjala kearahnya, Sonya merentangkan tangannya agar kedua putranya memeluknya. Zidan dan Zayn pun menghambur memeluk Sonya secara bersamaan.
"Terimakasih atas semuanya, Mom," lirih Zidan saat memeluk Sonya. Sonya adalah malaikatnya. Wanita yang selama ini menjadi sumber kekuatanya.
"Terimakasih sudah membesarkan kami berdua, Mom," lirih Zayn. Tangis mereka kembali luruh. Selama ini, Sonya adalah penerang di dalam kehidupan mereka yang penuh luka. Sonya bagai malaikat tak bersayap.
"Mommy memang tak mengandung kalian. Tapi, kalian adalah hidup mommy, kalian adalah napas mommy," ucap Sonya setelah pelukan mereka terlepas. Ia mengelus pipi kedua putranya secara bersamaan, ibu jarinya menghapus air mata kedua putranya.
__ADS_1
"Ekhemm," Gia yang berada di belakang Sonya berdehem. Membuat Zidan dan Zayn tersadar.
Scroll lagi ya, lagi khilaf nih. 🤣