Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
219


__ADS_3

Setelah Simma keluar dari restoran, Stuard langsung menghentikan gerakan makannya. Ya, feeling Simma benar, Stuard yang memotomgkan steak untuknya..


Stuard memang mengikuti Simma sedari awal datang ke mall, ia bahkan tau saat Simma memuntahkan makanannya.


Saat Simma masuk kedala restoran, dengan segala koneksi yang ia miliki, Stuard pun menyelinap masuk kedalam dapur dan melihat pesanan Simma.


Setelah selesai memotong steak untuk Simma, Stuard pun berniat keluar dari restoran, dan menunggu Simma di tempat lain. Namun, langkahnya terhenti saat melihat Lucy, sepupu jauhnya yang sedang berbelanja. Ia pun memanggil Lucy dan mengajak Lucy makan bersama.


Stuard tau, hal yang akan ia lakukan pasti akan menyakiti Simma. Tapi, hal ini ia lakukan untuk menyadarkan prasaan Simma yang sebenarnya.


"Kau baik-baik saja, Kak?" tanya Lucy saat Stuard terus memandang punggung Simma yang sudah berjalan menjauh.


Stuard mengangguk, "Luccy, kau lanjutkan makanmu. kaka harus pergi," ucap Stuard di tanggapi anggukan oleh Lucy.

__ADS_1


•••


Tubuh Josh tiba-tiba melemas saat meyakini sesuatu, untaian-untaian ucapan Zidan saat itu semakin membuatnya yakin, bahwa Simma tengah mengandung anaknya.


Josh mengusap wajah kasar, lalu ia mengambil ponsel dan memanggil Zidan.


"Zidan, apa yang kau bahas tempo hari di penthouseku ada hubungannya dengan Simma?" tanya Josh saat , Zidan mengangkat panggilannya.


"Josh ...." jawab Zidan, ia tak menerusakan ucapannya karena bingung harus berkata apa pada Josh.


"Kau hanya pengasuh Kelly ...."


"Kita tak ada hubungan lagi, kau hanya pengasuh Kelly ..."

__ADS_1


"Aku akan menikah dengan Dokter."


Tiba-tiba Josh teringat kata-kata yang dulu ia ucapkan pada Simma. Sekarang, ia sadar. Bahwa ia sudah sangat merendahkan Simma. Lalu tak lama, Josh teringat sang kaka, yang juga di rendahkan oleh Christian padahal saat itu sang kaka sedang mengandung Zayn.


Ia menjadi saksi, bagaimana sakitnya sang kaka saat di rendahkan oleh Christian, di abaikan oleh Albert padahal sang kaka sedang mengandung putra Albert dan bodohnya ... sekarang, ia malah mengulangi kesalahan yang sama seperti Albert.


Tubuh Josh limbung, jiwanya seolah di rengut paksa dari raganya. Kakinya gemetar, dadanya sesak dan jantungnya terasa di tusuk ribuan jarum. Pikirannya kalut seketika, setelah apa yang ia lakukan pada Simma. Ia yakin, perkataan dan sikapnya sangat melukai Simma.


Seketika Josh bangkit dari duduknya, pikirannya hanya tentang Simm, Simma dan Simma. Dan di titik ini, Josh menyadari sesuatu. Bahwa hatinya, telah terpaut pada Simma, dan setelah ia menyadari semuanya, rasa gelisahnya hilang, karena ia mampu jujur pada dirinya sendiri.


Dan sekarang, di sinilah Josh berada, memarkirkan mobilnya di sebrang caffe Simma. Ia terus melihat caffe Simma dari dalam mobil, berharap Simma keluar. Josh menyenderkan punggungnya kebelakang, tiba-tiba ia teringat perjuangan sang kaka yang saat itu sedang mengandung Zayn.


Dia pernah mengutuk Albert mati-matian, karena membuang dan menelantarkan kakanya dan Zayn. Tapi kini, ia sendiri pun mengikuti langkah Albert.

__ADS_1


Tak terasa waktu menunjukan pukul 07 malam, sudah 3 jam Josh diam menunggu Simma. Ia ingin datang dan masuk ke caffe Simma. Tapi ia tak seberani itu, ia harus benar-benar memikirkan cara yang pas untuk meminta maaf pada Simma.


scroll lagi


__ADS_2