
"Zidan, apa perlu Mommy panggilkan Dokter Bry?" tanya Sonya saat melihat Zidan meringkuk. Seminggu ini, Zidan benar-benar bekerja keras untuk menaklukan Audrey dan putrinya
Ia terus berdiam diri di depan ruangan Kelly, berharap ia bisa menemui Audre, ia selalu melewatkan makan siangnya karena takut jika Audrey keluar dari ruangan dan ia tak ada.
Ia berada di rumah sakit dari pagi sampai malam, lalu ia akan kembali ke mansion malam hari dan langsung mengerjakan pekerjaan kantornya. Selama seminggu ini, ia hanya tertidur dua sampai 3 jam. Hingga akhirnya tubuh Zidan pun tumbang.
Mendengar ucapan Sonya, Zidan menoleh. "Tak perlu, Mom. Aku akan pergi ke rumah sakit sebentar lagi," ucap Zidan, membuat Sonya menggeleng. Ternyata, putra bungsunya mempunyai sikap keras kepala juga.
Sonya mendekat ke arah ranjang, ia mengelus rambut Zidan, membuat Zidan memejamkan matanya, Sonya terus mengelus rambut Zidan hingga terdengar dengkuran halus, pertanda Zidan sudah terlelap.
••••
"Kau sudah melihat Zidan?" tanya Albert yang sedang duduk di sofa. Ia langsung bertanya saat Sonya menghampirinya.
Sonya mendudukan diri di sofa, ia langsung memeluk pinggang Albert saat Albert merentangkan tangannya.
"Dad, apa sebaiknya kita pergi saja ke rumah sakit?" tanya Sonya. "Siapa tau Audrey bisa memaafkan Zidan?" ucap Sonya. Ya, Albert dan Sonya sudah tau tentan permasalahan yang menimpa Zidan dan Audrey, permasalan yang membuat Audrey murka..
Albert tampak berpikir. "Baiklah kalau begitu. Kita pergi ke rumah sakit."
•••
Tubuh Audrey menegang saat melihat Sonya dan Albert. Ia bingung bagaimana harus menghadapi kedua orang tua dari Zidan yang juga kake dan nenek dari putrinya. Seketika rasa takut menghinggapi Audrey, ia takut bahwa Zidan atau kedua orang tuanya mengambil Kelly darinya.
__ADS_1
"Selama sore Audrey," sapa Albert saat mendekat ke arah Audrey, sedangkan mata Sonya langsung tertuju pada Kelly. Ada desiran aneh saat dirinya menatap Kelly.
Ia sudah beberapa kali bertemu Kelly saat menjemput Arleta dan ia sama sekali tak menyadari bahwa Kelly adalah cucunya.
Audrey mengangguk dan tersenyum canggung. "Se-selamat sore Tuan Albert ... Nyonya Sonya," ucap Audrey dengan terbata-bata. Audrey menoleh ke arah Kelly karena Kelly menggenggam tangannya dan menyembunyikan wajahnya di belakang pinggang Audrey.
Kelly menyembunyikan wajahnya karena ia tak mau melihat Sonya dan Albert. Ya, sedari awal ia tau bahwa Sonya adalah neneknya. Karena ia sering melihat Sonya datang untuk menjemput Arleta.
Mungkin saat itu, Kelly ingin sekali memanggil nenek pada Sonya. Tapi saat ini, ia bahkan enggan menatap Sonya dan Albert bocah jenius itu tak ingin berkaitan lagi dengan yang berhubungan dengan Zidan sang ayah
Kelly memang memiliki sikap lemah lembut seperti Zidan, Namun Kelly pun mempunyai sikap keras kepala seperti Audrey, ia takan mudah memaafkan orang yang dia benci. Apalagi, ia mendengar bahwa sang ayah telah memenjarakan sang ibu, yang selama ini berjuang seorang diri untuk dirinya.
Melihat Kelly yang bersembunyi, Sonya mendekat ke arah brankar. Ia menarik lembut tangan Kelly.
Kelly terisak di belakang Audrey. Ia kembali menarik tangannya dari tangan Sonya membuat Sonya tertegun. "Mommy aku ingin tidur," lirih Kelly dengan suara pelan.
"Audrey, bisakah kita bicara di luar?" tanya Albert Audrey pun mengangguk.
"Simma, aku titip Kelly sebentar!"
Scroll lagi iessss
Hai gengs, yang punya aplikasi N O V E L M E alias si kuning, jika berkenan bisa mampir ke karyaku di sana. aku juga nulis di aplikasi si kuning.
__ADS_1
Dengan judul Khalisia, My Ex Wife. atau kalian bisa cari namaku Dewi kim.
Cerita tentang Khalisia yang terobsesi pria matang hingga akhirnya ia menikah dengan pria yang bernama Gemma. Khalisia pikir ia bisa mendapatkan hati suaminya. Namun, Khalisia salah ucapan dam tingkah Gemma membuat Khalisia hancur hingga memilih mundur. Tanpa Gema sadari, Khalisia pergimembawa rahasia yang amat besar, bahkan sangat besar. Jangan lupa subscribe sama vote ya.
Taukan anaknya siapa Khalisia.
Anaknya Uncle Julian sama mommy Tania. Untuk extra part yang Uncle Julian sama Khalisia kecil sabar ya, soalnya masih nimbun bab.
Ini buat yang mau baca aja ya. kalau ga mau ga apa-apa.
Kalian pasti bakal bilang gini.
"Thor, bikin novel satu-satu atau tamatin dulu Zidan,"
Jawabannya Gak mau dan Gak bisa, karena aku punya target tersendiri.
Aku pengen coba hal baru, kalian pun tau, selama ini aku nulis di aplikasi sebelah, tapi aku tetep ngutamain cerita Zidan. Kalian tenang aja, di mana pun aku nulis, cerita Zidan bakal tetep aku utamain dan prioritasin. Bahkan, akan di lanjut dengan kisah Josh sama Simma yang sama bikin panas dinginnya. Jadi jarinya tolong d jaga kaka ya. Biar otor ga berhenti tengah jalan karena komen buruk.
Kan bahaya kalau lapak ini libur setaon gara-gara otornya ga mood karena hate komen😂
Croll lagi iesss
Hate komen Blok 😎
__ADS_1