Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
250


__ADS_3

Briana membekap mulutnya saat melihat isi box tersebut. sepasang sepatu, meteran, dan setumpuk kain perca.


Ia membungkuk, kemudian bersila. Lalu mengambil satu sepatu dan mengeluarkan kain dari sepatu tersebut.


Tak perlu bertanya, Briana tau kenapa putrinya menjejalkan kain pada sepatunya, putrinya ingin kakinya sejajar.


hati Briana tercabik-cabik saat melihat semua yang ada di depannya. Selama ini, ia melewatkan semua hal yang berkaitan dengan Ariana. Putrinya merasakan kesepian, kesakitan, dan kepahitan seorang diri.


Ia bisa membayangkan betapa sakitnya Ariana saat memakai sepatu yang di jejali kain, hanya agar bisa kakinya seimbang.


Briana semakin membekap mulutnya kala rasa sesak semakin dalam. Ariana hanya gadis kecil yang baru berusia 8 tahun, tapi harus menerima kesakitan yang luar biasa.


Tak lama mata Briana menangkap sebuah


ponsel di meja Ariana, Briana pun kembali bangkit dari duduknya dan mengambil ponsel tersebut.

__ADS_1


Briana mendudukan diri di sofa, jarinya dengan lincah mengetuk di atas layar, tujuannya adalah mencari history pencarian di internet.


"Bisakah anak cacat bersekolah ...."


"Bisakah berjalan normal walau kaki pincang ...."


"Bisakah kaki pincang di obati ...."


Briana semakin membekap mulutnya kala ia membaca history pencarian di ponsel yang ia yakini adalah milik Ariana. Batinnya teriris perih. Ia terlalu lama membiarkan Ariana merasakan kesakitan seorang diri, usia Ariana masih sangat terlalu kecil. Tapi gadis kecil yang malang itu seolah mengerti dengan hidup yang harus ia lalui.


Ariana hanya mempunyai satu permintaan setiap tahun. Saat ia akan ulang tahun, ia selalu meminta diijnikan untuk pergi ke taman seorang diri.


Bagi Ariana, sangat menyenangkan berada di taman, ia bisa melihat anak kecil sebayanya bermain bersama kedua orang tuanya dan keluarganya.


Ia hanya bisa berkhayal dan berharap, bahwa ia bisa seperti anak yang lainnya, bermain bersama kedua orang tuanya. Tapi tak lama ia selalu menyadarkan dirinya. Bahwa, sekuat apa pun harapannya, itu semua takan terwujud.

__ADS_1


Briana memukul-mukul dadanya yang terasa sesak, oksigen di sekitarnya mendadak menipis, hingga rasanya ia kesulitan untuk bernapas.


Ariana mengerjap, ia yang baru saja terlelap kembali membuka matanya kala ia mendengar suara isakan, walau Briana menangis dengan suara kecil. Tapi, sepertinya kuping Ariana sangat peka, hingga ia bisa mendengar suara isakan sang ibu.


Mata Ariana membulat saat sang ibu telah menangis di sofa. Ia pun langsung bangun, mengambil tongkat dan berjalan ke arah sang ibu.


"Mommy, kenapa Mommy menangis. Apa Uncle Josh atau Tuan Regard memarahi Mommy karena menemaniku. Kalau begitu, cepatlah Mommy pergi. Aku tak apa-apa sendiri di sini," ucap Ariana dengan panik. Wajah gadis kecil itu langsung memerah, karena tiba-tiba Briana menangis semakin kencang.


Tak lama, Ariana terpekik kaget saat merasa tanganya di tarik oleh Briana, sedetik kemudian, tubuh kecil ariana sudah ada dalam pelukan sang ibu.


Briana memeluk Ariana begitu erat, ia menangis terseduh-sedu. Sedangkan Ariana hanya terdiam, gadis kecil itu tak tau apa yang terjadi dengan Mommynya.


"Mo-Mommy, aku tak bisa bernapas," ucap Ariana saat sang ibu memeluknya begitu erat.


Scroll lagi iessss

__ADS_1


Oh ya yang kemarin chat mau beli koin belum admin bales chat ulang lagi ya, karena kontaknya baru aja di riset, kalau mau tanya2 yang lain seputar koin bisa chat aja ya.


__ADS_2