
"Untuk apa kau kemari!" teriak Gia. Ia menghampiri Zayn dengan emosi. Bagaimana Zayn bisa masuk ke apartemennya.
Zayn menoleh ke belakang, ia menyeringai saat melihat Gia. "Duduklah, aku akan pergi setelah kita bicara," ucap Zayn.
Gia menghela napas sejanak, ia berusaha menetralkan amarahnya, ia menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, dia berusaha mengendalikan diri.
Setelah napasnya sudah mulai teratur dan sudah bisa mengendalikan diri, ia pun melangkahkak kakinya dan mendudukan dirinya di depan Zayn.
"Untuk apa kau kemari?" Tanya Gia, dengan nada yang super sinis.
Tanpa menjawab ucapan Gia, Zayn mengambil map yang dari tadi ia simpan di sisi tubunya.
__ADS_1
"Tanda tangani ini, besok kau akan resmi menjadi istri kontrakku!" ucap Zayn dengan angkuhnya.
"Tidak! sampai kapan pun aku takan menandatangani perjanjian bodoh ini. Kau tidak perlu khawatir, aku akan menjaga anak ini dengan baik walau tanpamu!" teriak Gia dengan emosi.
"Cih, kau pikir aku menikahiku karena ingin bertanggung jawab dengan anak itu, jangan mimpi! Aku sama sekali tak perduli denganmu dan juga anakmu! Sekarang cepat tanda tangani ini. Jika tidak, akan ku hancurkan kekasihmu," ucap Zayn sambil menyeringai. Di balik sikap angkuh yang dia perlihatkan, dia merasakan sesak saat melihat wajah Gia yang pucat. Ia terpaksa melakukan ini, mengikat Gia dan bersikap acuh padanya adalah cara Zayn melindungi Gia dan anaknya.
Santosh akan mengejar Gia jika Zayn memerlihatkan keperduliaanya pada Gia, jadi lebih baik Zayn menjaga Gia dengan caranya.
"Aku tak menerima bantahan, cepat tanda tangani ini, aku tak punya banyak waktu!" seru Zayn. Tiba-tiba, Ia takut Gia takan mempan di ancam memakai nama, ia harus mencari cara lain lagi agar bisa mengikat Gia.
"Kenapa kau lakukan ini, kenapa kau menyelematkanku jika kau hanya ingin membuatku tersiksa?" tanya Gia lagi. Ia berusaha berbicara dengan nada pelan. Padahal emosinya sudah berada di ubun-ubun, siapa dia berani sekali mengaturnya, begitulah pikirnya.
__ADS_1
Zayn yang menyenderkan tubuhnya kebelakang, langsung menegakan tubuhnya.
"Jika kau mati, aku tak akan bisa lagi membalas dendam pada si anak haram itu. Jadi, jika kau menolak, aku akan memfitnahnya dan dia bisa di jebloskan ke penjara. Semua pilihan ada di tanganmu, Gia. Jika kau tidak mau, aku tinggal menelpon orangku untuk langsung menyebarkan sesuatu yang bisa menjebloskan si anak haram itu ke penjara." Hati Zayn ketar-ketir saat melihat tak ada tanggapan dari Gia soal dia yang akan menjembloskan Zidan ke penjara.
Tiba-tiba satu ide muncul di otaknya. Ia mengambil ponsel dari saku jasnya untuk berpura-pura menelpon seseorang.
"Halo ... Sebarkan tent ...." Perkataan Zayn terpotong saat Gia dengan kasar menandatangani surat perjanjian yang di suguhkan oleh Zayn.
"Puas kau, Hah!" teriak Gia sambil bangkit dari duduknya. dia melemparkan map tersebut ke wajah Zayn dengan emosi. Setelah itu, ia melangkahkan kakinya ke kamar dan membanting pintu.
Zayn membuka map itu, itu bukanlah perjanjian kontrak pernikahan melainkan perjanjian lain.
__ADS_1
scrol lagi ya