Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Tatapan tak suka


__ADS_3

“Amelia, ada yang ingin bertemu denganmu,” ucap Joshua saat Amelia akan pergi makan malam.


Amelia menoleh, “Siapa?” tanya Amelia.


“Entahlah, dia menunggumu di ruangan Capt!” jawab Joshua, Amelia pun mengangguk kemudian ia keluar dari ruangan. Lalu pergi ke ruangan Nick.


Setelah mengetuk pintu dan setelah mendapat sahutan dari dalam, Amelia pun bergegas masuk, kemudian melihat Nick. Matanya membulat, saat melihat orang yang ada di samping Nick.


“Johan!” panggil Amelia. Ia mengenal siapa Johan, Karena Johan adalah teman kuliahnya. Mata Amelia menatap kagum pada Johan, ketika melihat pangkat Johan, ternyata pangkat Johan sudah sangat tinggi.


“Hai, Amelia,” jawab Johan dengan ramah. Ia langsung bangkit dari duduknya,.kemudian menghampiri Amelia. Lalu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Amelia.Amelia pun menerima jabatan tersebut.


“Tak usah terlalu formal padaku, Amelia,” jawabnya lagi yang merasa tak enak ketika Amelia menundukkan kepalanya.


“Aku tidak menyangka kalian saling kenal, oh ya Amelia, Johan akan dipindah tugaskan di sini. mungkin tim kita juga akan bekerja sama dengan Johan,” ucap Nick, Amelia pun mengangguk anggukkan kepalanya.


“ Amelia kau sudah makan malam?” tanya Johan.

__ADS_1


“Aku baru saja ingin pergi," jawab Amelia.


“Sudahlah, jangan terlalu formal padaku,” jawab Johan lagi yang masih melihat Amelia menatapnya dengan canggung.


Amelia mengangkat kepalanya lalu menatap Johan. “Bolehkah aku bersikap seakan kita teman?” tanya Amelia dengan terkekeh.


“ Tentu, Nick, ayo kita makan malam bersama,” ajak Johan sambil melihat ke arah Nick. Nick menggeleng. “Aku sudah makan, kalian saja,” jawab Nick. “Amelia, bagaimana kau mau? makan malam denganku?” tanya Johan.


Amelia tampak berpikir, sejujurnya ia masih canggung, tapi tak mungkin juga ia menolak. pada akhirnya, Amelia mengangguk, lalu mereka pun keluar dari ruangan dan mulai berjalan ke untuk pergi ke restoran yang berada tepat di depan kantor kepolisian.


•••


Gabriel ingat betul siapa lelaki itu. Mereka pernah satu kampus, bahkan beberapa kali Gabriel pernah melakukan tugas bersama ketika mereka kuliah.


Nafas Gabriel memburu, ketika melihat Amelia dan Johan mengobrol dengan begitu santai. Bahkan, Amelia tampak tersenyum lepas. Gabriel menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Tidak, dia tidak boleh mendekati Amelia.” lirih Gabriel, kemudian ia membuka pintu mobil lalu keluar dari mobilnya dan menghampiri Amelia.

__ADS_1


“Gabriel!” pekik Amelia dengan terkejut ketika Gabriel menghadang langkahnya. Johan melihat kearah Gabriel lalu meneliti wajah Gabriel.


“kau Gabriel Josephine?” tanya Johan setelah meneliti wajah Gabriel. Gabriel menatap Johan dari atas sampai ke bawah, membuat Johan tidak nyaman dengan tatapan Gabriel.


“Kau Gabriel Josephine bukan?” tanya Johan lagi. Amelia menggeleng melihat tingkah Gabriel yang sedang memandang Johan dengan intens. Namun, Gabriel Enggan menjawab pertanyaan dari Johan.


“ Gabriel kau mau apa ke sini?” tanya Amelia dengan dingin membuat Gabriel tersadar. Dada Gabriel semakin bergemuruh, ketika Amelia berucap dingin padanya. Sedangkan saat bersama Johan, Amelia tersenyum lepas.


“Ah, aku mengantarkan ini dari mommy, Mommy sudah membuat kanmu makan malam jawab,” jawab Gabriel. Amelia menggigit bibirnya, kemudian mengambil paper bag dari tangan Gabriel, dan berharap Gabriel segera pergi.


“Terima kasih, aku akan memakannya saat tengah malam,” jawab Amelia lagi.


“Ayo Johan.” Setelah mengatakan itu, Amelia pun mengajak Johan untuk pergi. Namun sebelum Amelia melangkah, langkahnya terhenti ketika lagi-lagi Gabriel menghadang langkah Amelia. Bahkan, kali ini Gabriel seperti anak kecil yang sedang merajuk.


“Kenapa kau harus makan malam di luar? kenapa kau tidak menghargai makan yang di buat Mommyku,”


Amelia ..

__ADS_1


. Scroll gengs aku udpate 3 bab.


__ADS_2