Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
181


__ADS_3

Zidan mengernyit heran saat melihat putrinya yang selalu mengembalikan barang setelah melihatnya.


"Sayang kenapa kau tak mengambil cat yang baru saja kau pegang?" tanya Zidan. Ini sudah kesekian kalinya Kelly melihat barang lalu mengembalikannya.


"Dad!" Kelly menarik tangan Zidan karena ingin berbisik.


"Dad, ayo pergi ke tempat biasa aku membeli alat-alat lukis," bisik Kelly di telinga Zidan, membuat Zidan mengernyitkan keningnya.


"Apa di sini kurang lengkap?" tanya Zidan, seketika Kelly menggeleng.


"Dad, perbedaan harga di sini sangat tinggi. Jika aku membeli di tempat biasa, aku akan mendapat item yang banyak." Jawab Kelly dengan polosnya. Ia masih tak menyadari bahwa uang bukanlah masalah bagi sang ayah. Nyatanya, didikan Audrey masih melekat jelas didiri Kelly, didikan agar Kelly lebih menghargai uang.


Batin Zidan teriris perih saat mendengar ucapan putrinya. Selama ini, ia hidup nyaman bergelimang harta, tapi putri dan kekasihnya mati-matian menahan apa yang mereka inginkan agar bisa terus bertahan hidup.


"Dad!" panggil Kelly menyadarkan Zidan dari lamunannya.


""Daddy, lapar. Bagaimana jika kita makan siang terlebih dahulu?" tanya Zidan, Kelly tampak berpikir kemudian mengangguk.


Mereka pun berjalan ke luar, Zidan mengajak Kelly untuk makan siang di restoran terbaik dan mempunyai menu yang juga cocok untuk putrinya.


•••


-


"Kau sudah memilih?" tanya Zidan, saat putrinya masih anteng melihat buku menu.


Bocah jenius itu tampak meringis saat melihat menu-menu yang tersaji. Ia yakin, harga makanan di restoran ini tidak lah murah. Di tambah lagi, Zidan memesan ruang VIP yang tentu saja cukup mewah.


"Kelly!" panggil Zidan lagi saat Kelly terlihat bingung


"Daddy, boleh aku memesan ini?" tanya Kelly dengan menunjuk menu steak yang super premium. Ia berbicara dengan nada malu-malu, karena merasa tak enak pada sang ayah.


Lagi-lagi, hati Zidan teriris perih saat melihat ekpresi putrinya yang seperti merasa tak enak padanya. Seandainya waktu bisa di ulang, tentu ia akan memberi yang terbaik untuk Audrey dan putrinya.

__ADS_1


"Tentu, Sayang. Kau bisa memesan apapun yang kau mau."


Setelah menunggu cukup lama, pelayan pun membawa menu yang di pesan.


Mata Kelly berbinar sempurna saat melihat banyaknya makanan yang tersaji di depannya. Padahal ia hanya memesan steak. Tentu saja ekpresi Kelly tak luput dari penglihatan Zidan.


Saat semua menu sudah terhidang, Zidan langsung memotong steak untuk Kelly dan menyuapi Kelly.


Mata Kelly berbinar sempurna saat steak masuk ke mulutnya, begitu lembut dan sangat enak. Sungguh, Zidan ingin sekali menangis saat melihat ekpresi Kelly.


Setiap hari, ia selalu menikmati hidangan yang mewah, tapi Audrey dan putrinya ...


Kelly menikamati suap demi suap steak yang masuk di mulutnya. Sambil mengunyah, matanya menatap pada hidangan penutup yang berada di depannya.


Lamunan Kelly buyar kala mendengar isakan sang ayah.


"Daddy, kenapa Daddy menangis?" tanya Kelly dengan panik. "Apa Daddy tak punya uang untuk membayar makakan ini?" tanya Kelly dengan polos. Ia langsung menengguk saliva. Tiba-tiba, bocah jenius itu di hantui rasa bersalah karena memesan steak. "Daddy, ayo telpon Aunty Simma, dan meminta dia untuk kemari mengantarkan uangku. Aku menyimpan uang jajanku di Aunty Simma," ucap Kelly dengan polosnya.


Mendengar ucapan Kelly, Isakan Zidan berubah menjadi tangisan,Bahkan, putrinya selalu menabungkan uang jajannya yang mungkin tak seberapa.


"Dad, ayo telpon Aunty Simma dan memintanya kemari untuk membawakan uangku," ucap Kelly dengan berbisik.


Seketika Zidan bangkit dari duduknya, ia mengambil dompet dan menunjukannya pada Kelly. "Daddy punya uang, Sayang. Kau bisa makan sesukamu," ucap Zidan sambil menunjukan isi dompetnya.


"Wuahh!" melihat isi dompet Zidan, Kelly refleks mengeluarkan suara kagum. Ini pertama kalinya ia melihat uang sebanyak itu.


"Maaf, Dad," ucap Kelly, membuat Zidan tersenyum. Ia mengelus rambut Kelly lalu kembali menyuapi putrinya.


"Setelah berbelanja alat lukis, bagaimana jika kita memberi kado untuk kepulangan Mommy?" tanya Zidan, Kelly yang sedang mengunyah makanan pun mengangguk.


•••


3 hari kemudian

__ADS_1


Audrey sudah berada di rumah, Zidan pun sudah menyiapkan pernikahannya. Dan kini, sebelum ia Melangsungkan pernikahannya, ia harus terlebih dulu membereskan pekerjaannya.


Zidan menutup laptopnya, ia bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangannya untuk pergi ke ruangan kakanya.


"Zayn!" panggil Zidan saat membuka ruangan kakanya.


"Aku sibuk!" jawab Zayn yang mengerti bahwa sang adik akan merengek.


Zidan mengangkat bahunya acuh, dengan santai ia berjalan ke arah sofa dan mendudukan dirinya.


"Mario Philp," ucap Zidan saat duduk di sofa.


Mendengar nama Mario philp di sebutkan oleh adiknya, mata Zayn membulat sempurna. Ia langsung mengangkat kepalanya dan menatap adiknya.


'


Zidan yang di tatap hanya tersenyum membuat Zayn menggeram kesal.


"Dari mana kau tau?" tanya Zayn, pasalnya, Zayn memakai nama Mario philp di dunia hitam, ia mempunyai ladang senjata dan menjualnya pada Mafia serta orang-orang yang bekerja di dunia hitam.


Tak ada yang tau bahwa Zayn turun ke dunia hitam termasuk, istri dan kedua orang tuanya, Sonya tak pernah setuju Zayn atau Zidan masuk kedunia hitam. Itu sebabnya, ia memakai nama lain.


Zidan menyenderkan tubuhnya kebelakang, ia menatap Zayn lalu tersenyum meledek.


"Zayn, bagaimana jika Mommy dan Daddy tau kau ...."


"Baiklah, aku takan memotong gajihmu," ucap Zayn yang mengerti akan keinginan adiknya.


Zidan bersorak, ia bangkit dari duduknya dan meledek Zayn dengan gerakan membungkuk hormat.


"Yang mulia, rahasiamu aman bersamaku," ucap Zidan sambil tertawa.


"Hissh!" gerutu Zayn, ia melempar pulpen pada adiknya, dan secepat kilat ia berlari meninggalkan ruangan kakanya.

__ADS_1


"Sudah kuduga, dia takan menyerah begitu saja," omel Zayn.


Hate komen blok😎


__ADS_2