Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
324


__ADS_3

Melihat Arleta terdiam, Kelly mendudukan dirinya di samping Arleta. Ia menepuk lembut bahu bibinya.


"Arleta, aku berterimakasih padamu karena kau selalu melakukan apa pun untukku. Aku memang masih mencintai Justin. Tapi, aku lebih menyayangimu, berhenti mempermalukan diri sendiri hanya demi aku. Ariana saudara kita, dia juga sudah terlalu banyak menderita jadi biarkan dia bersama Justin jika memang Justin mencintainya. Lambat laun, aku pasti bisa melupakan Justin. Bukankah cinta tak harus memiliki?"


Mendengar ucapan Kelly, bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk matanya. Ia pun merasa bersalah pada Ariana. Tapi ia terlalu malu untuk meminta maaf.


"Pulanglah Arleta, berhenti berpura-pura kau baik-baik saja," kata Kelly. Namun, Arleta menggeleng.


"Semua tak sama lagi Kelly, aku terlalu malu untuk menatap Kak Audrey dan kak Gia. Aku juga tak sanggup melihat kakak. Aku sudah mengecewakan mereka dan ak ...." Arleta menghentikan ucapannya, tanpa sadar, ia menceritakan alasannya pergi dari mansion. Ya, Arleta menggunakan alasan yang sama pada Kelly tentang kepergiaannya, alasan karena pulang ke mansion terlalu jauh. Tapi, sekarang ia malah keceplosan menceritakannya pada Kelly.


Walaupun dia menyayangi Kelly lebih dari apa pun. Tapi ia menyimpan perasaanya baik-baik.


"Haruskah aku mengatakan alasanmu pada keluarga kita kenapa kau melakukan itu pada Ariana!"


"Kita berbeda Kelly, jika pun kau yang melakukan kesalahan, mereka akan memaafkanmu dengan mudah karena kau adalah keluarga asli, berbeda denganku yang hanya anak adopsi dan mereka pasti berpikir aku tak tau diri." Ingin Arleta mengatakan itu pada Kelly, tapi ia hanya bisa mengatakan itu dalam hatinya.


"Kau cerewet sekali!" omel Arleta, ia bangkit dari duduknya. "Aku harus pergi, karena ada jadwal mengajar." Setelah mengatakan itu Arleta pergi berlalu meninggalkan Kelly, ia lebih memilih pergi karena ia tak sanggup lagi menahan air matanya.


••••

__ADS_1


"Ayo makan bersama!" ajak Gabriel pada Ariana dan Amelia. Namun, Amelia menggeleng.


"Aku ada jadwal pagi ini." kata Amelia dengan lesu, membuat Gabriel menarik sudut bibirnya. Tanpa Arian tau, ada perjanjian yang Gabriel dan Amelia buat di belakangnya.


"Kau selalu saja begitu!" keluh Ariana.


"Kalau begitu, aku pergi sekarang!" setelah mengatakan itu, Amelia pun pergi meninggalkan Gabriel dan Ariana.


"Ayo kita pergi makan berdua saja," ajak Gabriel


Ariana pun mengangguk.


"Ariana!" panggil Justin, membuat Ariana diam-diam menghela nafasnya.


"Ya, Mr?" jawab Ariana, bukan hanya Ariana yanh menghela nafas. Gabriel pun menghela nafasnya.


"Masih ada yang perlu kau perbaiki dan perbaiki sekarang!" titah Justin membuat mata Ariana membulat.


"Sekarang?" tanya Ariana. Namun Justin enggan menjawab lagi. Ia lebih memilih masuk kedalam ruangannya.

__ADS_1


"Gabriel maaf, sepertinya kita harus membatalkan acara makan kita," kata Ariana. Ia menepuk-nepuk tangan Gabriel dan berjalan kembali ke dalam ruangan Justin.


••••


"Kenapa kau?" tanya Gabby saat Gabriel pulang ke mansion dalam keadaan lesu.


"Jangan ganggu aku!" seru Gabriel. Namun, seperti biasa. Gabby tak akan berhenti mengganggu Gabriel sebelum Gabriel benar-benar kesal.


"Ayolah, Gabby. berhenti mengikutiku!" ucap Gabriel. Ia menoleh kebelakang dan menatap Gabby dengan tatapan membunuh.


"Memangnya siapa juga yang akan mengganggumu. Aku kan ingin berjalan ke kamarku," dustanya, membuat Gabriel kembali menoleh kedepan dan melanjutkan langkahnya.


"Ah, apakah ini ada hubungannya dengan Ariana?" tanya Gabby.


"Ariana?" ucap Simma tiba-tiba dari arah belakang membuat Gabby dan Gabriel menoleh ke arah belakang. Simma yang baru saja akan menyusul Stuard ke lapangan golf menghentikan langkahnya saat mendengar perdebatan kedua anak kembarnya


Gabriel ....


Hate komen blok 😎

__ADS_1


__ADS_2