
Zidan tersenyum saat memandang pantulan wajahnya di kaca. Saat ini, ia sedang berada di toilet, mereka baru saja selesai melakukan resepsi dan Zidan langsung mengajak Audrey untuk menginap di hotel, tentu saja Zidan menyawa kamar termewah untuk ia dan istrinya meningap.
Ia terus tersenyum karena membayangkan, malam ini ... Ia akan memadu kasih bersama istrinya, tentu saja malam yang bergairah.
Setelah membersihkan diri dan puas bercermin, Zidan pun keluar dari kamar mandi. Ia tersenyum saat Audrey sedang duduk di sofa, Audrey sudah membersihkan diri terlebih dahulu hingga ia langsung memakai bathrobe dan kini, Pasangan yang baru saja resmi menjadi sepasang suami istri itu sama-sama memakai bathrobe.
Zidan berjalan ke arah nakas, ia memutar musik klasik, lalu berjalan menghampiri Audrey.
"Ayo berdansa, Sayang!" ajak Zidan, ia mengulurkan tangannya pada Audrey. Audrey tersenyum, ia menerima uluran tangan Zidan dan bangkit dari duduknya.
Kini, sepasang suami istri itu saling memandang dengan jarak yang sangat dekat, tatapan mereka saling mengunci, binar cinta dan binar kebahagiaan terlihat jelas di mata keduanya.
Zidan menuntun tangan Audrey agar memeluk tengkuknya, sedangkan ia menaruh tangannya di pinggang istrinya. Mereka pun mulia menggerakan tubuh mereka secara perlahan.
"Kau siap?" tanya Zidan dengan tersenyum, membuat pipi Audrey merona. Dulu, suaminya melakukan dengannya dalam kondisi mabuk. Tapi, sekarang ... Mereka akan melakukan karena saling mencintai.
__ADS_1
Audrey tersenyum, ia berjinjit untuk mengecup bibir Zidan. "Aku ingin seperti ini lebih lama lagi," ucap Audrey, ia mengusap rahang Zidan dengan sensual membuat senjata Zidah semakin mengeras.
Audrey terkekeh melihat reaksi suaminya. Zidan, menggeleng, ia tak tau bahwa istrinya mempunyai sisi yang sangat menggemaskan. Dengan secepat kilat, Zidan menarik pinggang Audrey hingga tubuh mereka sangat dekat, dan rapat. Audrey bisa merasakan bahwa senjata suaminya sangat menegang.
"Mau menggodaku, hmm," ucap Zidan. Ia membungkuk untuk mencium leher istrinya , membuat Audrey melenguh hingga tangannya menelisik pada rambut suaminya.
Sentuhan bibir Zidan begitu lihai, hingga membuat Audrey melenguh, Zidan menegakan kepalanya. Wajahnya memerah karena menahan gairah.
Dengan lembut, Zidan mendorong tubuh Audrey, hingga Audrey terjatuh di ranjang. Ia melepas bathrobenya, hingga kini tubuhnya telanjang, dan itu sukses membuat Audrey bergidik. Ia mengigit bibirnya saat melihat tubuh atletis suaminya.
Saat punggung Audrey sudah menabrak ujung ranjang, Zidan menarik lembut kaki Audrey, ia menjilatnya dengan sensual, membuat Audrey meremang. Lidah Zidan semakin naik, melewati paha hingga berlabuh di area sensitif istrinya.
Dengan pelan, Zidan membuka paha istrinya, tanpa menunggu lama, lidahnya bermain di sana, satu tangannya naik ke atas untuk memainkan pucuk payudara Audrey, membuat Audrey membusungkan dadanya. Ia tak menyangka, suaminya yang terlihat polos dan goodboy bisa se hot ini di ranjang.
Setelah Audrey mendapatkan puncaknya. Zidan pun langsung bangkit dari posisinya. Ia meminum wine di gelas, lalu kembali menindih tubuh Audrey
__ADS_1
"Apa itu menyenangkan, Sayang?" tanya Zidan, ia mengelus pipi Audrey dengan sensual, membuat Pipi Audrey merona, ia bahkan tak berani membalas ucapan suaminya
"Aku memberimu dua pilihan," ucap Zidan lagi, sambil sesekali mencium leher Audrey membuat napas Audrey kembali memburu.
"Pilihan apa?" tanya Audrey.
"Aku ingin kau memilih, apa aku harus bermain lembut atau harus bermain liar?" tanya Zidan, tangannya sudah bergerak kesana kemaari, untuk menggoda istrinya.
Audrey menatap Zidan lekat-lekat, benarkah di depannya ini adalah suaminya, ia tak menyangka suaminya yang terlibat badboy dan lugu bisa sehebat ini saat di ranjang.
"Kau bisa menggabungkan keduanya bukan," jawab Audrey membuat Zidan menyeringai, dan .......
Dan mereka pun memulai yang seharusnya mereka mulai. 🤣🤣
Haredang haredang 🤣🤣
__ADS_1
Scroll iesss.