
“Gabriel!” panggil Simma saat Gabriel terlihat berjalan dengan lesu dan terlihat seperti banyak pikiran
Gabriel tersadar, lemudian ia menoleh lalu tersenyum dan menghampiri ibunya yang sedang duduk di sofa
“Kenapa kau lesu kali bukannya skripsimu sudah selesai?” kata Simma setelah Gabriel duduk di sisinya.
Gabriel membaringkan diri dengan berbantalkan paha sang ibu. “Mana Daddy mom?” Tanya Gabriel yang mengalihkan pembicaraan.
“Daddy sedang mengajak kedua adikmu untuk berkuda,” jawab Simma. “Kau belum menjawab pertanyaan Mommy, kenapa kau terlihat tak bersemangat?” Tanya Simma. sejenak, Gabriel tampak berpikir. Ia memejamkan matanya, mencoba merangkai kata untuk jujur tentang perasaannya. karena saat ini hanya sang ibu lah yang bisa mendengarkan keluh kesahnya.
“Mom apa kau pernah patah hati?” tanya Gabriel. Ia iya bangkit dari berbaringnya kemudian menatap sang ibu.
Sima tampak berpikir, kemudian ia mengangguk.
“Tentu saja, semua manusia, pasti pernah mengalami patah hati termasuk Mommy Bahkan Daddy, sekarang katakan, apa kau sedang patah hati?” Tanya Simma, ia menatap Gabriel dengan penuh tanda tanya, tak biasanya sang putera berwajah mendung seperti ini.
“Aku mencintai Ariana, Mom. Tapi sepertinya ... Ariana sama sekali tak mencintaiku.”
__ADS_1
Aliran darah seakan berhenti mengaliri tubuh Simma. Nafasnya tercekat, wajahnya berubah menjadi pucat..
“Mom, ada apa?” Tanya Gabriel saat melihat wajah sang ibu yang pucat.
“A-arina?” ulang Simma dengan nada tak percaya.
“Ia, Mom. Mommy pasti mengenalnya. Bukankah Uncle Josh juga rekan bisnis Daddy," kata Gabriel.
Jangtung Simma berdetak dua kali lebih cepat, tubuhnya membeku. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Bagaimana mungkin, Gabriel mencintai Ariana, yang tak lain adalah adiknya sendiri
“Mommy ada apa?” tanya Gabriel. Saat melihat wajah sang ibu yang tiba-tiba berubah. “Apa Mommy tak menyukai Ariana karena kondisi Ariana berbeda?” tanya Gabriel.
“Dia adikmu Gabriel!” Gangguan panik kembali menghampiri Simma. Apalagi, ia tau bahwa sang anak adalah orang yang cukup nekad.
Gabriel tertawa, kenapa ibunya membicarakan hal yang tak penting dan tak masuk akal.
“Mom ken ....”
__ADS_1
“Ada apa ini?” Tanya Stuard dari arah belakang, ia baru saja masuk bersama Gabby dan Gisele, mendengar suara Stuard Simma dan Gabriel menoleh.
“Dad, Mommy bilang ... Ariana putri dari Uncle Josh adalah adikku. Bukankah itu tak masuk akal.”
Mata Stuard membulat saat mendengar ucapan sang putra. Ia langsung melihat ke arah Simma dimana wajah Simma sudah pucat. Stuard langsung menghampiri Simma dan membawa Simma kedalam dekapannya.
“Tidak apa-apa, tidak apa-apa.” Stuard mengusap punggung Simma dan menenangkan istrinya agar gangguan panik yang di alami istrinya hilang.
“Mom ... Dad, apa kalian menyembunyikan sesuatu dari kami?” Tanya Gabby, karena ia bisa raut wajah kedua orang tuanya yang aneh.
“Tidak ada apa-apa, jangan di pikirkan. Mungkin Mommy hanya lelah dan asal bicara!” kata Stuard, lelaki yang masih tetap tampan walau usianya tak lagi muda itu, tetap mengelus punggung istrinya agar gangguan panik Simma segera pergi
“Dad, aku yakin. Kalian menyembunyikan sesuatu dari kami,” sela Gabriel. Namun, secepat mungkin, Stuard menggeleng. Ia tetap tenang.
“Kalian istirahatlah, Daddy akan mengantar Mommy ke kamar.” Tanpa mendengar lagi jawaban anak-anaknya. Sturad pun menuntun Simma untuk kembali ke kamar.
Gengs satu part dulu ya. nnti malem aku update dua bab lagi
__ADS_1