
Melihat tingkah Gaby yang menghancurkan kaca mobilnya, Gabriel sedikit menarik sudut bibirnya.Ia rindu sekali dengan adik kembarnya dan ia juga rindu melihat kebarbaran Gabby.
Setelah Gabby pergi, Gabriel menutup gorden, kemudian menyandarkan tubuhnya ke belakang. Ia mengadakan kepalanya ke atas.
Saat ia sibuk dengan pikirannya, pintu kamarnya diketuk oleh seseorang. Gabriel menegakkan tubuhnya, kemudian berjalan ke arah pintu lalu membukanya.
“Ada apa?” tanya Gabriel kepada Charles, kepala pelayan dimansion miliknya.
“Ada seseorang yang ingin menemui Anda Tuan.” ucap Charles.
Gabriel mengerutkan keningnya. Seingatnya, ia tidak mempunyai janji dengan siapapun.
__ADS_1
“Siapa?” Tanya Gabriel
“Dia berkata dia adalah Mario Philp,” jawab Carles.
Gabriel Merasa tidak asing dengan nama itu. Tapi ia idak pernah mempunyai rekan bisnis yang bernama Mario Philip. Tapi ia yakin, Mario Philip adalah salah satu yang bergabung di club Mafia yang sama.
Itu sebabnya, Mario Philip bisa masuk ke mansion ini, karena setiap anggota club memiliki kartu khusus untuk saling bertemu dan bertukar informasi walau tidak saling mengenal dan Mario Philip menunjukan kartu itu ke penjaga mansion Gabriel hingga ia di ijinkan masuk.
“Katakan padanya, Aku akan menemuinya sebentar lagi,” kata Gabriel. Setelah mengatakan itu Charles mengangguk kemudian pergi berlalu dari hadapan Gabriel. sedangkan Gabriel berjalan ke walk-in closet untuk mengganti pakaiannya menjadi pakaian formal.
Saat sudah dekat di sofa Gabriel berdehem membuat lelaki itu menoleh. Jantung Gabriel berdetak dua kali lebih cepat ketika melihat siapa lelaki itu. Dia adalah keponakan dari ayah kandungnya, siapa lagi kalau bukan Zayn.
__ADS_1
“U-uncle ..” ucap Gabriel terbata-bata. Ia tak sanggup meneruskan ucapannya saat melihat Zayn.
“Apa kabarmu Gabriel?” tanya Zayn, lelaki yang masih terlihat tampan di usianya yang sudah tak lagi muda itu menatap Gabriel dengan tegas dan penuh Wibawa.
Gabriel terdiam ia tak mampu menjawab ucapan Zayn. Sepuluh tahun berlalu untuk pertama kalinya ia melihat anggota keluarganya dan ia tak menyangka ternyata pamannya ikut berkecimpung di dunia mafia dengan memakai nama lain.
Kini, Zayn dan Gabriel sudah sama-sama duduk di sofa, Zayn duduk di seberang Gabriel lalu menatap Gabriel lekat-lekat. Anak pamannya ini sudah benar-benar berubah, Gabriel yang dulu manis sekarang sudah berbeda jauh. Dari ekpresi Gabriel dan tatapan mata Gabriel sudah benar-benar berubah.
“Gabriel, Apa kau akan terus seperti ini. Apakah kau akan terus berlari dari keluargamu. Ayah kandung sudah tidak ada, Ayah angkat sambungmu bersikeras untuk membawamu untuk pulang. Ariana sudah bahagia dengan suaminya begitupun Amelia yang sudah sembuh. Tak Adakah keinginanmu untuk kembali dan memperbaiki semua,” ucap Zayn. Bukan hanya Stuard saja yang ingin Gabriel kembali. Ia pun ingin Gabriel kembali.
Mendengar ucapan Zayn, seketika Gabriel terdiam. Kemudian ia bangkit dari duduknya. ia rasa percuma berbicara dengan Zayn
__ADS_1
“Uncle, Sepertinya kita harus berbicara lain waktu. Aku akan menghubungimu Jika waktu senggang,” ucap Gabriel. Setelah mengatakan itu, Gabriel bangkit dari duduknya kemudian meninggalkan Zayn.
Zayn mengusap wajah kasar, kemudia melihat punggung Gabriel yang semakin menjauh. “Sepertinya aku tidak bisa mengabulkan keinginanmu, Josh," gumam Zayn. Ia menghela nafas, ketika mengingat detik-detik Josh tutup usia beberapa tahun yang lalu, Josh meminta Zayn untuk membawa Gabriel kembali. Tapi sayangnya, Zayn takan bisa mengabulkan keinginan Josh..