
Keninga Zidan mengkerut saat melihat ada bunga di pusara ibunya, ia melihat kesana kamari, melihat keadaan sekitar.
Tak ada orang lagi di area pemakaman selain dirinya. Lalu dia teringat Zayn yang baru saja masuk kedalam area pemakaman. Zidan menggeleng, tak mungkin bahwa Zayn yang menaruh bunga di pusara ibu mereka.
Tak ingin ambil pusing, Zidan pun berjongkok dan menaruh buket bunga yang di bawanya.
•••
Setelah pulang dari pemakaman, Zayn kembali menjalankan mobilnya menuju ke apartemennnya, rasanya ia ingin segera melihat Gia karena takut istrinya akan berbuat nekad kembali
Sedangkan Gia.
Gia membuka matanya, ia mengerjap-ngerjap. Rupanya setelah ia puas menangis, ia tertidur tanpa sadar.
Ia bangkit dari berbaringnya tubuhnya terasa lapar. Ia melihat sekilingnya, kamar yang di tempatinya begitu indah dan luas.
Ia berjalan membuka lemari, matanya membulat sempurna saat melihat isi lemari tersebut.
__ADS_1
Bagaimana tidak, di lemari itu sudah terdapat banyak pakaian baru dan tentu seuukuran dirinya.Gia kembali menutup pintu lemarinya setelah mengambil satu pakaian untuk dia kenakan, Gia terlalu lelah untuk memikirkan kapan Zayn menyiapkan pakaian dan segala kebutuhannya.
Setelah beres dengan ritual mandinya. Gia keluar dari kamar mandi dengan wajah segar, ia pun melangkahkan kakinya dan berjalan keluar kamar untuk memasak, perutnya sangat lapar, ia akan membuat sesuatu di dapur.
Dia membuka kulkas milik Zayn, isinya sangat penuh dan kumplit. Tapi tak ada yang membuat Gia tertarik, ia hanya mengambil telur dan membuat omelet.
Saat Gia sudah selesai, ia membawa omelet yang baru saja di masaknya ke meja makan, berbarengan itu pula Zayn masuk kedalam apartemennya.
Awalnya Zayn takan menyapa Gia karena tak ingin lagi berdebat. Namun, saat tubuhnya berjalan melewati tubuh Gia yang juga sedang berjalan ke arah meja makan, ia pun mau tak mau harus berbicara dengan Gia, setelah ia melihat hanya ada omelet di piring yang di bawa istrinya.
"Apa kau hanya makan itu?" tanya Zayn.
Namun saat tubuh Gia melewati tubuh Zayn, Zayn merebut piring dari tangan Gia.
"Tunggu di meja makan, aku akan membuatkan sesuatu untukmu!" titah Zayn saat Gia terlihat akan protes.
Gia mengatupkan mulutnya menahan kesal, ia sudah lapar. Tapi, Zayn malah mengambil piringnya. Gia yang sudah merasa lelah dan lemas akhirnya menuruti permintaan Zayn.
__ADS_1
10 menit kemudian, Zayn membawa nampan kehadapan Gia yang berisi makanan yang dia buat, tak lupa juga ada segela air dan segelas jus jeruk.
"Habiskan!" titah Zayn saat menaruh nampan di depan Gia. Setelah itu ia pun berlalu meninggalkan Gia.
Gia hanya berdecih, apa yang salah dengan lelaki yang tadi pagi menikahinya, kenapa sikapnya berubah-rubah.
Setelah masuk kedalam kamar, Zayn terduduk di sofa, ia mengurut keningnya, kepalanya berdenyut nyeri, belakangan ini terlalu banyak yang mengusik pikirannya.
Lalu tak lama dia meringis, punggungnya kembali sakit. Ia pun bangkit dari duduknya sambil melepas pakaiannya, lalu ia berkaca. ia lupa, seharusnya ia mengganti perbannya hari ini. Ia pun mengambil kotak obat untuk menganti perban. Walaupun seharusnya di lakukan di rumah sakit, tapi Zayn terlalu lelah untuk pergi kerumah sakit sekarang hingga ia memutuskan untuk menggantinya sendiri, walaupun susah.
Benar saja, ia kesusah saat akan membersihkan lukanya dengan kapas, beberapa kali Zayn mencoba ia tetap tak bisa.
Tiba-tiba ada tangan yang mengambil kapas dari tangan Zayn, dan Gia lah yang mengambilnya. Tanpa diminta, Gia langsung berjalan kebelakang punggung Zayn dan langsung membersihkan luka Zayn, sedangkan Zayn hanya diam terpaku.
•••
Setelah sekian lama berada di makam sang ibu, Zidan pun memutuskan untuk pulang. Saat dia akan keluar dari area pemakaman, berbarengan itu juga Josh masuk kedalam area permakaman sambil membawa buket bunga untuk kakanya ....
__ADS_1
Ada misteri apa hayoh di bab ini 🤣🤣🤣
satu bab lagi menyusul nnti malem ya.