
Tanpa memerdulikan reaksi Zidan yang masih terkejut dengan kehadirannya yang tiba-tiba, Zayn melewati tubuh Zidan dan menghampiri istrinya.
"Kau butuh sesuatu, Sayang?" tanya Zayn. Ia menggeser kursi dan duduk di sisi brankar Gia. Tak lupa, ia menggenggam tangan istrinya dan mengecupnya.
"Dad, aku ingin minum," jawab Gia. Dengan sigap, Zayn mengambil air, lalu menyuapi istrinya minum dengan sendok.
"Kau ingin sesuatu lagi, Sayang?" tanya Zayn lagi. Namun, Gia menggeleng.
"Kapan dia akan kemari, Dad?" tanya Gia. Ia sungguh tak sabar untuk melihat putra mereka.
"Sebentar lagi," jawab Zayn. Ia mengelus rambut istrinya dan menghadiahi kecupan di kening istrinya.
Zayn menatap Gia lekat-lekat, dulu, wanita di depannya ini hanya sekedar untuk balas dendam. Namun takdir begitu indah. Mereka di satukan oleh ikatan suci pernikahan dan berhasil menjadikan mereka sebagai orang tua.
"Kau sudah menyiapkan nama untuk putra kita, Dad?" tanya Gia.
Zayn mengangguk. "Aku akan memberinya nama, Leonardo Smith?" bagaimana menurutmu?" tanya Zayn. "Apa kau keberatan?" tanya Zayn lagi memastikan.
Gia menggeleng seraya tersenyum. "Nama yang indah," balas Gia. "Kemari, Dad!" Gia menepuk sisi sebelahnya, mengisyaratkan Zayn agar berbaring di sisinya.
Zayn pun menurut, ia bangkit dari duduknya dan membaringkan diri dengan perlahan.
"Apa masih sakit, Hmm?" tanya Zayn sambil memeluk istrinya.
Walaupun masih terasa nyeri. Perlahan, Gia mencoba untuk menggerakan tubuhnya agar menghadap ke arah Zayn, Zayn yang mengerti akan keinginan Gia, langsung membantu Gia.
Kini, pasangan suami istri itu saling berhadap-hadapan. Mereka saling memandang dengan tatapan cinta.
"Aku mencintaimu dan terimakasih sudah bertahan denganku, " ucap Zayn. Ia mengecup sekilas bibir istrinya, lalu kembali ke posisi semula.
"Aku juga mencintaimu, Dad. Sungguh-sungguh mencintaimu."
__ADS_1
"Katakan sayang! kau ingin hadiah apa dariku?" tanya Zayn.
Gia tampak berpikir. "Aku tak ingin apa-apa. Aku hanya ingin kita berfoto."
"Berfoto?" ulang Zayn
Gia mengangguk, "Kita tak punya foto pernikahan. Jadi, aku ingin membuat kenang-kenangan dengan memakai gaun pengantin."
Zayn tersenyum. "Apa pun untukmu, Sayangku!"
5 tahun kemudian.
Hari ini, Zayn dan Gia baru saja menggelar pesta ulang tahun pernikahan mereka yang ke 5. Setiap tahun, sudah menjadi kewajiban bagi Zayn memberi hadiah pesta yang megah bagi istri tercintanya.
Selama 5 tahun, keluarga kecil mereka hidup dengan penuh kebahagiaan. Dalam sekejap, Zayn menjadi hot daddy. Sehari-hari, jika ia tak bekerja, ia akan terus menempel pada Gia, dan akan mengungsikan putra mereka pada Zidan, karena Leo tak ingin main dengan siapa pun kecuali dengan Zidan dan Arleta. Ia mengungsikan Leo agar ia dan istrinya bisa menghabiskan waktu di kamar tanpa di ganggu.
Terkadang, Zidan menggerutu pada sang kaka, karena selalu merengek untuk menitipkan Leo yang sangat super aktiv. Namun, tak urung Zidan mengajak keponakannya. Dan setiap hari libur, waktu Zidan disabotase oleh sang adik dan keponakannya. Ia harus rela kamarnya berantakan karena ulah Arleta dan Leo.
"Kau mengagetkanku, Dad," ucap Gia saat Zayn menyentuh pundaknya.
Gia merubah posisinya menjadi duduk menyamping, dan Zayn langsung berjongkok di hadapan istrinya.
Zayn menarik lembut tangan Gia, ia langsung memasukan cincin pada jari manis istrinya.
"Dad, ini ...." Gia menatap tak percaya pada cincin yang baru saja di sematkan pada jari manisnya.
Cincin itu edisi limited edition. Cincin itu di buat oleh perusahaan ternama di Rusia, dan hanya ada 5 cincin yang di keluarkan. Semua kaum atas di seluruh dunia berlomba-lomba berburu edisi terbaru, dan Zayn lah salah satu orang yang beruntung mendapatkan cincin itu. Ia tau, istrinya selalu melihat website resmi perusahaan cincin tersebut, walaupun ia tak memberi tau pada suaminya. Namun, Zayn cukup peka dengan keinginan istrinya.
"Apa kau menyukainya, Sayang?" tanya Zayn.
Gia mengangguk, "Kau tau aku menginginkan ini?"
__ADS_1
Zayn pun mengangguk, melihat anggukan Zayn, Gia tiba-tiba menunduk.
"Sayang kau kenapa?" tanya Zayn dengan panik. Ia memegang dagu Gia dan mengangkatnya hingga kini Gia melihat ke arahnya.
"A-aku malu. Kau sudah memberikanku hadiah. Tapi, aku tak menyiapkan apa pun untukmu."
"Kau tau bukan, apa yang selalu aku inginkan?" tanya Zayn. Ia mengelus kaki Gia, tangan Zayn dengan cepat naik ke paha, membuat Gia melenguh.
Gia yang mengerti keinginan suaminya langsung bangkit dari duduknya membuat gerakan Zayn terhenti.
Ia langsung menurunkan gaunnya, membuat Zayn melongo. Dengan cepat, ia menuburuk tubuh istrinya dan menyudutkan Gia ke dinding.
Belum Zayn menyambar bibir istrinya, Gia sudah mendorong tubuh suaminya. "Kali ini aku akan membuatmu terbang, Dad," ucap Gia dengan menggoda.
"Lakukanlah, Sayangku!" ucap Zayn yang sudah telentang dengan posisi pasrah di ranjang.
Dan .....
Sementara di tempat lain.
Zidan melongo melihat kamarnya yang sudah tak terbentuk. Koleksi mobil mini yang berharga mahal sudah tergelatak di lantai.
"Leo kenapa kau mengeluarkan itu," pekik Zidan dengan kaget.
Seperti biasa, jika Zidan menegurnya Leo akan menunduk. Tentu saja itu hanya akting. Zidan menghela napasnya. Ia langsung menghampiri Leo dan mengelus rambut bocah kecil itu. Membuat Leo mendongak.
"Bolehkah aku memainkan ini, Uncle?" tanya Leo, di tanggapi anggukan terpaksa oleh Zidan.
Ia mengambil ponselnya dan memoto Leo lalu mengirimkannya pada Zayn.
[Naikan gajihku 10 x lipat. Atau aku akan membobol dana perusahaan] tulis Zidan dalam pesannya. Tak lupa, ia mengirimkan foto Leo yang sedang menubruk-nubrukan mobil mini koleksinya.
__ADS_1