
Briana terus menekan Bell apartemen Ariana. Ia memanggil nama Ariana berkali-kali berharap sang Putri keluar dari pintu tersebut. Namun setelah setelah sekian lama ia memencet bel tersebut, tak ada sahutan dari dalam Ariana tak ada di apartemennya.
Ia masih tak menyerah, ia mencoba menebak sandi apartemen Ariana. Ia langsung memasukan nama Nancy sebagai sandi apartemennya.
Berhasil.
Dalam sekejap percobaan, Briana berhasil membuka pintu apartemen Ariana. Ia tau, Nancy adalah orang yang terpenting bagi Ariana. Hingga hanya nama Nancy yang terpikirkan di dalam otaknya.
“Ariana ... Ariana!” teriak Briana saat masuk ke apartemen Ariana. Ia berteriak dengan keras, ia ia memasuki semua ruangan.
Dan, kosong!
Semua ruangan kosong! Ariana tak ada di manapun. apartemen Ariana kosong. Namun, Tak ada siapa-siapa, Ariana benar-benar pergi tanpa jejak.
Tubuh Brianna ambruk di lantai, dia meraung memanggil ariana. Sekelebat perlakuannya pada Ariana terlintas di otaknya. Dan kini, setelah Ariana pergi, kesadaran menubruknya.
kepingan-kepingan buruk perlakuannya pada Ariana melintas di otaknya. “Ariana maafkan Momy!” teriak Briana dengan keras. Ia memukul-mukul dadanya yang terasa sesak.
“ Ariana! Kembali, mommy mohon! Maafkan Mommy,” ucapnya lagi dengan lirih.
Cukup lama ia terdiam di lantai. Meresapi semua yang bergejolak dalam dada. Netranya menatap kosong kedepan.
__ADS_1
Tak lama, ia bangkit dari duduknya, kemudian berjalan ke arah kamar Ariana.
Saat masuk ke kamar Ariana. Matanya menyapu ke seluruh ruangan. Ia berjalan tertatih- tatih lalu mendudukan dirinya di ranjang kemudian menangis tergugu saat mengingat semuanya.
••••
3 bulan kemudian
“Mommy ampunn!” teriak Carla saat Briana memukulnya secara membabi buta. 3 bulan ini, Briana benar-benar di uji.
Josh yang mengalami struk, Ariana yang pergi dan sekarang, putri yang selalu ia banggakan mencoreng namanya karena hamil dan yang lebih parahnya. Orang yang menghamili Carla tak mau bertanggung jawab dan tau mau mengakui bahwa telah menghamili Carla.
Belum lagi keuangan mereka yang sedang menurun, hingga mereka harus berhemat dan mengandalkan bantuan dari Zayn dan Zidan.
Briana luruh ke lantai, ia menangis sekencang-kencangnya kemudian meraung memanggil nama Ariana.
••••
Justin tersenyum, ia terus menciumi perut Ariana, membuat Ariana yang sedang tertidur sedikit menggerakan tubuhnya.
Kemarin, Ariana di nyatakan mengandung, tentu saja itu adalah kabar yang membahagiakan bagi Justin. Lelaki itu sangat bahagia apalagi sang istri di nyatakan hamil anak kembar.
__ADS_1
Dan sejak kemarin, sejak ia mengetahui bahwa istrinya mengandung, ia tak bisa jauh-jauh dari perut sang istri. Bahkan saat tidur pun, ia selalu mensejajarkan wajahnya dengan perut Ariana.
Ia sangat mencintai Ariana, dan kini istrinya sedang mengandung tentu saja ia sangat bahagia.
Ariana menggeliat karena geli, ia melihat kebawah kemudian tersenyum.
“Hubby!” panggil Ariana.
Justin menoleh, kemudian mensejajarkan diri dengan Ariana.
“Ingin sesuatu hmm?” tanya Justin. Tiba-tiba wajah Ariana berubah menjadi sendu, kemudian menangguk.
Ia merubah posisi tidurnya hingga kini, ia dan suaminya berhadap-hadapan..
“Hubby, aku ingin melihat kedua orang tuaku, perasaanku sungguh tak enak. Hanya sebentar saja. Tak akan lama, kita bisa kembali lagi kesini setelah melihat mereka,” kata Ariana penuh harap. Entah kenapa perasaanya tak enak. Tiba-tiba, ia ingin melihat keluarganya.
“Jika kau tak mengijinkan untuk bertemu mereka. Aku mohon ijinkan aku melihat dari jauh saja,” kata Ariana saat Justin masih terdiam..
Justin ...
Hate komen blok 😎
__ADS_1
Mau update 3 bab, tapi so bocil aga rewel maafken ya. Jadi dua bab dulu.