Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Penyelamatan Amelia 2


__ADS_3

Stuard bangkit dari duduknya, ia berjalan ke arah pintu, baru saja ia akan membuka pintu, pintu sudah di buka dari luar. Ternyata Sima yang masuk.


Stuard tersenyum haru saat memandang istrinya, Saat Simma mendekat, Stuard langsung memeluk istrinya, membuat Simma mengerutkan keningnya.


“Dad ada apa?” tanya Sima. Namun, Stuard tak membalas ucapannya, ia Malah menggoyang-goyangkan tubuh istrinya.


“Dad!” Panggil Simma lagi.


“Aku berhasil menemukan Gabriel, Sayang,” jawab Stuard, ia melepaskan pelukannya lalu melihat istrinya.


Jantung Simma berdebar tak karuan ketika mendengar apa yang diucapkan oleh Stuard.


“Be-benarkah itu?” tanya Sima terbata-bata.


“Aku sudah menemukan titik lokasi persembunyian Gabriel, kita bisa membawa Gabriel pulang dan bisa membebaskan Amelia,” ucap Stuard, lutut Simma melemas, antara senang dan haru menjadi satu. Ia benar-benar tak percaya.


Setelah 3 tahun berlalu, akhirnya ia bisa menemukan Amelia, Jujur saja ia tidak tahu bagaimana keadaan Amelia tapi ia berharap Amelia akan baik-baik saja.


“Kau tunggu di sini, aku akan menjemput Gabriel dan Amelia!” ucap Stuard, saat Stuard melepaskan pelukannya pada Simma, Simma menggeleng dan memegang tangan Stuard.


“Dad, aku ikut,” ucap Sima terbata-bata. Namun Stuard menggeleng.

__ADS_1


“Tidak, sayang. Kau di sini saja. Aku akan kembali secepatnya.”


“Dad, aku ikut,” ucapnya lagi. Tangis Simma sudah berderai, ia menatap suaminya dengan tatapan memohon. Ia benar-benar ingin ikut dan ingin tahu bagaimana kondisi Amelia.


Stuard tampak berpikir, kemudian memegang bahu istrinya. “Kau yakin ingin ikut. Kau yakin kuat?” tanya Stuard memastikan. Feeling nya, mengatakan akan ada terjadi situasi menegangkan di sana


“Simma menggangguk, aku kuat Dad,” jawab Simma, ia menjawab dengan yakin.


“Kau boleh ikut. Tapi janji padaku, kau akan tetap baik-baik saja," ucap Sturd Sima pun mengangguk yakin.


••••


Suara riuh terdengar dari luar, Gabriel yang sedang di kamarnya langsung membuka pintu balkon dan melihat Apa yang terjadi.


Ia bisa tahu itu adalah helikopter milik perusahaan sang ayah, karena di helikopter itu terdapat label nama Aerpin grup nama perusahaan milik sang ayah.


Seketika Gabriel menutup pintu balkon, ia berlari keluar untuk mencari anak buahnya dan menutup akses pintu Vila, ia tak ingin sang ayah masuk ke Villa ini.


Saat ia turun untuk keluar dari villanya, pintu terbuka dari luar. Sosok Stuard masuk bersama Sima hingga membuat Gabriel menghentikan langkahnya.


Stuard menyuruh separuh anak buahnya untuk berjaga udara, sedangkan ia langsung turun bersama anak buah yang lainnya, tentu saja tak semudah itu Stuard bisa masuk, anak buahnya harus terlebih dulu menghadapi anak buah Gabriel

__ADS_1


Mata Simma berkaca-kaca saat melihat Gabriel di depannya. Hatinya berdenyut nyeri ketika melihat Gabriel begitu berbeda.


Perlahan, Simma maju ke arah Gabriel, ia berjalan dengan pelan. Tangis Simma Sudah berderai, ketika melihat putranya.


Namun, langkah Simma terhenti ketika Amelia berlari kemudian dan menerjang memeluk tubuhnya begitu erat.


Mata Gabriel membulat saat melihat Amelia berlari. Padahal, selama 3 bulan ini Amelia memakai kursi roda.


“A-amelia,” ucap Simma terbata-bata saat Amelia memeluknya, ia bisa merasakan tubuh Amelia bergetar.


Dengan sisa kekuatan yang ada, Amelia memggerakan tubuhnya dan menatap Simma. 3 bulan ini, Amelia seperti orang linglung, ia bahkan tak bisa berjalan..Tapi, saat melihat Simma dan Stuard masuk, tenaga Amelia mendadak bangkit, ia langsung berlari menghampiri Simma dan setelah ia memeluk Simma, tubuhnya mulai terasa lemas kembali.


“A-amelia ...” Simma tak sanggup lagi meneruskan ucapannya, saat melihat tangan wajah dan tangan Amelia.


Stuard yang melihat Amelia langsung maju ke arah Gabriel lalu meninju pipi Gabriel hingga Gabriel tersungkur. Ia tak menyangka anaknya berubah menjadi monster.


Saat Gabriel terjatuh, terdengar suara sirine dari udara, yang menandakan ....


Yok komen yok


Sedih banget waktu Amelia meluk Simma

__ADS_1


Ga boleh hate komen


__ADS_2