
Flashback ini di mulai saat mereka pulang dari mall ya.
"Josh ada yang kau pikirkan?" tanya Bri. Saat ini, mereka sedang berada di mobil, mereka memutuskan pulang karena Bri tak ingin berbelanja.
Josh yang sedang menyetir, menoleh pada Bri, kemudian tersenyum. "Aku tak apa-apa, Sayang," jawab Josh berbohong. Padahal ia sedang memikirkan Simma. Dia merasa tak nyaman saat Melihat Simma bersama lelaki lain dan dia terpikir tentang reaksi Simma setiap kali melihatnya.
Bri terseyum getir, ia tau Josh berbohong. Ia yakin Josh sedang memikirkan Simma. Hatinya berdenyut nyeri kala ia membayangkan kemungkinan hal terburuk yang akan menimpa hubungannya dengan Josh.
Setelah mengantar Briana ke apartemnnya, Josh pun pulang ke penthousenya. Setelah sampai, ia langsung mengambil beer dan duduk di sofa sambil mengenggak beer sedikit demi sedikit, Ia menatap kedepan dengan tatapan kosong, bayang-bayang Simma masih saja menghantuinya..
"Josh, kau habis menghabiskan makananmu!"
"Josh, makan vitaminmu!"
"Josh, jangan menciumku!"
__ADS_1
"Josh ...."
"Josh ...."
"Josh ...."
Josh mengusap wajah kasar saat kata-kata yang selalu di ucapkan Simma terbayang-bayang di otaknya. Tak lama, ia meremas kaleng beer dan menegakan tubuhnya.
"Tidak, ini tak benar," ucap Josh, ia bangkit dari duduknya dan berniat kembali ke apartemen Briana. Josh pikir, ini saatnya ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia hanya mencintai Simma.
Josh menyambar kunci mobil dan keluar dari penthousenya dan masuk kedalam mobil, kemudian menjalankannya dengan kecepatan penuh.
"Josh ada ap ...." Ucap Briana saat membuka pintu, bukannya menjawab, Josh malah menghampiri Briana dan menangkup kedua pipi Briana lalu tanpa aba-aba dia mencium bibir Briana.
Briana tak mengerti apa yang terjadi pada Josh, Namun, ia pun mengikuti permainan Josh, hingga akhirnya mereka pun berakhir di kamar Bri dan menanggalkan pakaian mereka.
__ADS_1
•••
Setelah masuk ke apartemennya, Simma mendudukan dirinya di sofa. Ia memegang dadanya yang terasa aneh, kata-kata Stuard tentang dia yang tak akan datang besok masih terngiang-ngiang di otaknya. Ada rasa aneh, rasa semacam kehilangan dan ia sendiri tak tau kenapa
Ia merogoh tasnya dan mengambil ponselnya. Lalu membuka pesan dari Audrey, yang mengirimkan gambar dirinya setelah beramain paralayang.
Simma membelai layar ponselnya, matanya mulai berkaca-kaca saat melihat senyuman Audrey, kenangan-kenangan saat dirinya hidup bersama Audrey dan Kelly melintas di otaknya.
Simma mungkin terlihat tegar, tapi sebenarnya dia rapuh. Ia bisa tersenyum saat berada di caffe, tapi saat datang ke apartemen, dia selalu menangis, meratapi kesakitannya.
Jika semuanya terbongkar, ia akan mendapat tatapan kasihan dari Audrey dan juga yang lain. dan akan mendapat penghinaan yang lebih menyakitkan dari Josh karena ia hanya wanita miskin yang mengandung darah daging seorang lelaki kaya. bahkan mungkin, Josh takan percaya bahwa Simma telah mengandung anaknya.
Simma membuka galery ponselnya, untuk melihat foto-foto kebersamaannya dengan Kelly da Audrey ia mengelus layar ponsel miliknya. "Dulu hanya kalian yang aku punya. Tapi sekarang , aku sendiri ... Audrey, aku ingin memelukmu. Aku ingin bermain lagi bersama Kelly, aku ingin ...." Simma tak sanggup lagi meneruskan ucapannya. Tangisnya luruh saat kenang-kenangannya bersama Kelly dan Audrey terbayang-bayang lagi.
Audrey dan Kelly sudah bahagia bersama keluarga baru mereka dan ia tak ingin membebani Audrey dengan urusannya.
__ADS_1
Scroll lagi iessss.
Nyesek banget waktu Simma lagi inget kenangan-kenangan sama Audrey. 😭😭