Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
86


__ADS_3

Malam ini, Zayn membuktikan ucapannya. Ia menjadikan Gia ratu, membuat Gia terus menerus di atas awan. Lalu setelahnya, giliran dia yang mendapat haknya.


Kebahagian tersendiri bagi Zayn ketika dia mengajari Gia yang masih polos untuk memuaskannya. Gia benar-benar candu untuknya. Dia melakukanya dengan pelan, namun mampu membuat Gia meneriakan namanya. begitupun Zayn, Gia memang masih sedikit kaku. Namun, membuat Zayn tak bisa berkutik.


Waktu menunjukan pukul 3 pagi. Setengah jam lalu, mereka menyudahi percintaan mereka. Kini, Gia tengah tertidur dengan bergelung nyaman di pelukan suaminya. Tentu saja dengan kondisi yang sama-sama polos dan hanya terbungkus oleh selimut.


Zayn menatap wajah Gia lekat-lekat. Ia mencium kening Gia bertubi-tubi, tapi sepertinya Gia sama sekali tak sadar dengan apa yang di lakukan Zayn, karena dia tengah terbang ke lama mimpi.


Senyum tak henti-hentinya, menghiasi wajah tampannya. Ia mengelus perut istrinya dimana benihnya sedang tumbuh, lengkap sudah kebahagiannya, sikap arogannya hilang ketika dia sudah berada di dekat Gia.


Setelah sibuk dengan pikirannya sendiri, akhirnya ia pun tertidur.


•••


Gia membuka matanya. Ia mengerjap-ngerjap. kepalanya menoleh kesana kemari mencari Zayn, ia pun bangun bangkit dari berbaringnya, dan duduk dengan menutupi tubuhnya dengan selimut karena tubuhnya masih polos.


Perutnya terasa lapar, ia pun memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu, setelah itu, ia akan mencari suaminya.


Gia mengucuri tubuhnya dengan shower, ia merasakan tubuhnya luar biasa segar. Kemudian ia tersenyum sambil mengigit bibirnya kala mengingat hal yang terjadi saat malam, bahkan kini, wajahnya terlihat berseri-seri.

__ADS_1


Saat Gia sudah mematikan kerannya, berniat untuk berbalik, ia terkesiap saat ada tangan yang melingkar di pinggangnya. Tangan siapa lagi kalau bukan tangan suaminya.


Rupanya, Zayn bangun lebih pagi untuk melihar bagaimana Santosh, Alisia, dan betrav di eksekusi oleh anak buahnya.


"Kau sudah selesai, hmm?" tanya Zayn, ia memeluk istrinya dari belakang, ia menaruh kepalanya di pundak Gia, sesekali, dia mencium pipi istrinya.


"Zayn kau mengagetkanku!" keluh Gia. "Zayn jangan menyerangku lagi, aku sungguh lapar sekarang," ucapnya lagi saat merasa ada yang menegang di belakanngnya.


Zayn terkekeh dengan ucapan Gia, ia pun melepaskan pelukannya dan menarik lembut tangan Gia, menuju ke bathub.


"Kau bisa sarapan sambil disini!" tunjuknya pada sebuah gelas berisi jus dan sandwich yang berada di sisi bathube, Zayn sengaja membawa itu karena tau, istrinya pasti merasa lapar.


Ia pun masuk kedalam bathube yang sudah diisi air dan mengulurkan tangannya pada Gia agar Gia ikut masuk.


"Zayn, aku belum selesai memakan makananku!" protes Gia, saat tangan suaminya menggerayangi dadanya.


tiba-tiba, Zayn terpikir sesuatu, ia menghentikan aktipitasnya. "Gia berapa umurmu?" tanya Zayn.


Gia menghentikan suapannya. "Umurku 25 tahun, ada apa?"

__ADS_1


"Kau tau berapa umurku?" tanya Zayn.


Gia menggeleng polos, "Kenapa aku harus tau umurmu?" tanya Gia, baru saja ia akan mengambil sandwich lagi, tapi Zayn menghentikan tangannya.


"Umurku sekarang 34 tahun, aku 9 tahun lebih tua dari mu. Bukankah seharusnya kau memanggilku dengan panggilan manis."


"Aku lebih nyaman memanggilmu, Zayn," jawab Gia dengan polosnya. "Zayn!" teriak Gia saat Zayn menggelitikinya. Ia sungguh gemas dengan kepolosan Gia.


••


Setelah mandi, dan berganti pakaian, mereka pun memutuskan pulang ke apartemen, saat Zayn akan memakai kemeja, ponselnya berdering.


"Zidan!" lirihnya saat melihat id si pemanggil.


Ia pun mengangkatnya ...


mendengar ucapan Zidan di sebrang sana. Seketika dunia Zayn berhenti. Kakinya seolah tak berpijak. Zidan mengabarkan ....


Demi kalian yang aku cintai, walaupun hari libur, aku usahain up waktu bocil lagi tidur wkw.

__ADS_1


Spoiler buat besok


Siapkan kata-kata bijak untuk Zayn besok ya. Kaliaan akan kesal maximal dengan kelakuannya 🤣


__ADS_2