Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
371


__ADS_3

Tanpa sadar, Ariana terisak. Ia tak menyangka akan berada di titik ini. titik dimana semua lukanya disembuhkan oleh seorang Justin, suaminya.


Ariana menggigit bibirnya, berusaha untuk tak menangis. Rasanya, terlalu malu untuk terus menangis di hadapan Justin. Ia menggigit bibirnya, agar isakannya tak terdengar oleh suaminya. Tapi tetap saja, Justin mengetahui istrinya sedang menangis karena air mata istrinya mengenai dadanya.


Dengan pelan, Justin menggulingkan tubuh istrinya kesamping. Hingga kini, tubuh mereka berhadap-hadapan. Justin mengusap airmata istrinya, kemudian membawa Ariana ke dalam pelukannya. Ia mengelus rambut Ariana dan mencium kening Ariana bertubi-tubi.


Membiarkan Ariana tenang dalam pelukannya


Justin rasa, Ariana membutuhkan psikiater. karena walau bagaimanapun kehidupan masa lalu Ariana bukanlah hal yang mudah bagi istrinya.


Setelah merasa Ariana Sudah terlelap, Justin melepaskan pelukannya. Perlahan, ia turun dari ranjang. Kemudian Ia memakai pakaiannya kembali. Lalu keluar dari kamarnya untuk pergi ke ruang kerjanya.


Justin mendudukkan diri di kursi kerjanya. Kemudian, ia mengambil ponsel lalu mengutak-ngatiknya, mencari nama seseorang.


“Tarik semua saham dari Rush company, Anjolokan harga saham mereka. Tarik sektor yang berada di Australia dan peringatkan Smith Company agar tak membantu Rush company,” ucap Justin pada orang di seberang sana. Orang itu pun tampak mengiyakan keinginan Justin, kemudian Justin menutup panggilannya.

__ADS_1


Justin sudah merencanakan ini dari awal. Ia menjadi salah satu investor terbesar di di perusahaan josh.


Ia sengaja menanam saham yang sangat besar untuk berjaga-jaga jika ia ingin membalas perlakuan mertuanya. Ia tau, Rush company bekerjasama dengan perusahaan milik Zayn, itu sebabnya ia juga menjadi salah satu investor terbesar di Smith corp agar perusahaan Zayn tak membantu perusahaan josh. Ia hanya ingin memberikan hukuman kecil. Ia akan mengembalikan semuanya, jika waktunya sudah tepat.


••••


“A-apa itu?” tanya Josh terbata-bata saat melihat benda yang di disimpan oleh Zayn di atas nakas.


“Itu dompet Ariana yang aku temukan di kamarnya, Di sana banyak sekali catatan dan yang terpenting dia menyimpan foto mu dan foto Briana di dompetnya,” ucap Zayn membuat tangis Josh kembali luruh.


Mata Zidan dan Zayn sama-sama membulat


Kemudian Zay memandang Zidan yang juga sedang memandang ke arahnya.


Wajah Zidan terlihat dipenuhi keterkejuta. Ia tank menyangka, akan mendengar kabar tentang perusahaan pamannya yang koleps, sedangkan Zayn mengusap wajah kasar. Walaupun perusahaan mereka aman.Tapi, mereka mengkhawatirkan kondisi Josh.

__ADS_1


Josh yang melihat reaksi kedua keponakannya mengerutkan keningnya. Ia tahu ada yang tak beres dengan Zidan dan Zayn.


Zayn mengangguk pada Zidan, seolah mengatakan bahwa adiknya harus tenang dan tak membuat Josh curiga.


Mereka berdua kompak melihat pada Josh dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Saat Josh akan bertanya pada kedua keponakannya, ponsel milik Josh yang diletakkan di atas nakas berbunyi. Zayn menoleh pada ponsel itu. Berharap ponsel itu berhenti berdering. Ia yakin, itu adalah orang-orang perusahaan yang akan mengabarkan tentang kondisi perusahaan milik Josh yang koleps.


“Za-Zayn, tolong ambilkan ponselku,” Ucap Josh. Zayn langsung menoleh kearah Zidan. Perlahan, ia maju ke arah nakas dan memberikan ponsel itu ke Josh.


“Apaaaaaaaaa!”


Gengssss, hari senin aku mulia munculin Gabriel dengan judul baru. Aku janji ga akan pindahin Gabriel kemanapun. Gabriel akan tetap di sini.


Kalian penasarankan kemana Amelia sama rencana apa yang di buat sama Gabriel. Tunggu ya hari Senin. aku crazy up di sana.


Di lapak ini tetep jalan kok, sebagai penutupan. Aku kasih beberapa extra part kehamilan Ariana sama kisah Zayn dan Zidan, kisah Zidan dan Zayn karena mereka yang pertama kali mengawali judul cinta sang pria arogan.

__ADS_1


__ADS_2