
"Kenapa kau harus menanggung ini sendiri, Simma?" tanya Audrey saat Simma masih menangis.
"A-audrey,dia hanya memanfaatkanku, dia menghinaku, dia menyebutku hanya sebagai pengasuh Kelly, dia membandingkanku dengan kekasihnya di-dia mencampakanku, setelah kami ...." Simma tak sanggup lagi meneruskan ucapannya. Suaranya tenggelam karena tangisan.
Melihat Simma menangis, Audrey pun kembali menangis, dan membawa Simma kedalam dekapannya. "Hatiku sakit Audrey, dadaku sesak. Kenapa dulu aku malah jatuh kepelukannya," ucap Simma lagi. "Dia menghinaku Audrey, dia meremehkanku karena aku hanya wanita miskin," ucap Simma sambil menangis tersedu-sedu di pelukan Audrey. Ini pertama kalinya dia menceritakan semuanya pada Audrey.
Audrey menggeleng, "Tidak, Simma. Kau bukan wanita miskin, kau bukan pengasuh Kelly, kau adikku dan takan ada yang boleh menghinamu," kata Audrey, sambil mengelus punggung Simma membiarkan Simma tenang dalam pelukannya.
"Lalu bagaimana sekarang. Apa kau akan memberitau kau mengandung anak Josh?" tanya Audrey setelah melepaskan pelukannya.
Mendengar pertanyaan Audrey, Simma menggeleng. "Audrey, layaknya kau menyembunyikan Kelly dari Zidan. Aku pun sama denganmu. Aku takan pernah memberitaukan kehamilanku pada Josh. Dia akan menghinaku lagi karena aku mengandung anaknya, atau bahkan dia bisa mengambil anakku. Dia sudah mempunyai calon istri dan aku tak mau ada hati yang terluka lagi," jawab Simma. Membuat Audrey terdiam.
Ia pernah di posisi Simma, menyembunyikan Kelly dari Zidan, dan kini, ia mengerti betul bagaimana perasaan Simma.
Audrey tersenyum, ia menghapus air matanya dan menghapus air mata Simma. "Simma. Aku mengerti apa yang kau rasakan, karena aku pernah di dalam posisimu. Tapi yang harus kau ingat, kau bukan pengasuh Kelly, kau adikku, selama bertahun-tahun, kita melewati semuanya bersama. Jadi sekarang, tolong bagi rasa sakitmu denganku dan jangan pernah memendamnya sendiri," ucap Audrey, membuat Simma kembali menangis dan kembali lagi memeluk Audrey.
__ADS_1
"Kau belum makan?" tanya Audrey, saat mendengar suara perut Simma, Simma pun menggeleng.
"Kau bersihkan dirimu dulu. Aku akan memesan makanan untuk kita!" titah Audrey, Simma pun mengangguk dan bangkit dari duduknya dan pergi ke kamar.
Saat Simma sudah masuk ke kamarnya, Audrey pun bangkit dari duduknya berniat untuk menyuruh suaminya memesankan makanan. Namun, saat masuk ke kamar, kamar dalam kondisi kosong. Tak ada Zidan di kamarnya.
Ia pun merogoh ponsel dari sakunya dan berniat bertanya ada di mana suaminya.
•••
"Kau benar, Josh a ...." ucapan Zidan terhenti karena Josh menyela ucapannya.
"Tunggu, apa ini berkaitan dengan hubunganmu dan Audrey. Apa kau mempunyai anak dari wanita lain?" tanya Josh. Hanya itulah yang terpikir di otak Josh saat ini.
"Ishh!" gerutu Zidan, kenapa sang paman tidak mengerti.
__ADS_1
"Dengar ini, Josh! mungkin yang akan aku beri tau padamu membuatmu terkejut!"
"Bisakah kau pada initinya saja!" ucap Josh pada Zidan. Ia sungguh tak sabar mendengar apa yang akan di katakan oleh.
"Sebenarnya, kau mem ..." ucapan Zidan terputus saat ponselnya berbunyi. Ia menghentikan ucapannya lalu merogoh sakunya untuk mengambil ponsel. Keningnya bertaut, saat melihat nama id si pemanggil yang ternyata adalah istrinya.
"Ya, sayang!" jawab Zidan sambil mengangkat panggilan dari Audrey.
"Aku berada di penthouse Josh," jawab Zidan saat Audrey bertanya tentang keberadaanya.
Zidan memejamkan matanya saat mendengar ucapan Audrey, yang tak memperbolehkan Zidan mengatakan pada Josh. Setelah mendengar penjelasan dari Audrey, Zidan pun menutup panggilannya.
"Maaf, Josh. Kita bicara lain waktu saja," ucap Zidan. Setelah mengatakan itu, Zidan pun bangkit dari duduknya dan langsung pergi meninggalkan Josh, yang keheranan dengan tingkah keponakannya.
Scrool lagi iesss
__ADS_1