Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
67


__ADS_3

Setelah mengantar Sonya sampai kedepan pintu, Zayn pun melangkahkan kakinya ke kamar, ia membuka handle pintu dengan pelan.


Zayn diam terpaku saat melihat tubuh Gia


bergetar pertanda Gia sedang menagis. Zayn menghela napas. Ia ingin menerjang gadis malang itu, memberikannya kecupan, memeluknya, mengelus perutnya, haruskah dia melakukannya.


perlahan Zayn melangkahkan kakinya kearah ranjang. Ia tak bisa berpura-pura menyuruh Gia untuk tidur disofa hanya untuk melihat wajahnya. Ia pun memutuskan untuk naik ke ranjang dan membaringkan dirinya dengan membelakangi Gia.


"Tunggulah sebentar lagi, kau dan calon anak kita adalah prioritasku saat semuanya sudah selesai." Zayn membatin dalam hati. Hatinya meronta-ronta ingin berbalik dan merengkuh Gia dalam dekapannya. Namun, akal sehatnya kembali aktiv. Ia harus menahannya selama beberapa waktu kedepan.


Akhirnya mereka pun terlelap dengan saling memunggungi, saling mendekap luka, berharap sebentar lagi akan ada kebahagiaan menyapa mereka.


.


••


"Bagaimana bisa, Hah!" teriak Santosh pada anak buah di depannya. Ia terperanjat kaget kala anak buahnya mengabarkan bahwa aset warisan miliknya telah di bekukan oleh Sonya. Ia menggeram kesal. Kebenciannya kepada kaka tirinya semakin bertambah.

__ADS_1


Santosh mengeraskan rahangnya, bagaimana mungkin ia melupakan Sonya. Walau pun seorang wanita, Sonya tak bisa di anggap enteng, hanya Santosh yang tau watak kaka tirinya. Bahkan Albert pun mungkin tak tau betapa pandainya Sonya,


Di balik wajah tenang Sonya, Sonya selalu membereskan suatu masalah dengan caranya, bahkan tak ada yang menduga, cara apa yang di lakukan Sonya, ia melakukannya dengan rapih, super rapih.


Seorang wanita berjalan dengan manjanya kearah Santosh. Wanita itu memakai piama yang super tipis, pahanya dibiarkan menjadi santapan anak buah Santosh yang menatapnya dengan tatapan lapar.


Tapi ia seolah tak perduli, baginya menggoda Santosh adalah hal utama, dialah Alisia Lisa, mantan istri Zayn dan kekasih Toni.


Ia dan Toni sepakat untuk menggoda Santosh, karena hanya Santoshlah yang berani melawan seorang Zayn smith dan jika Santosh berhasil, mereka akan membunuh Santosh dan membawa apa yang Santosh rebut dari Zayn, sayangnya mereka terlalu naif, mereka tak tau betapa bahayanya seorang Zayn Smith.


Albert kelabakan kala melihat map yang di bawa Santosh. Map itu adalah surat pernyataan kematian anak Sonya 33 tahun silam. Santosh pasti mendapatkan surat keterangan itu dari rumah lamanya.


Ya, setelah warisannya di bekukan oleh Sonya, Santosh langsung pergi kerumah Albert dan Sonya yang dulu sebelum mereka pindah ke Mansion. ia ingin mencari berkas-berkas penting milik Sonya, berharap Sonya menyimpannya di rumah lamanya. Namun, saat dia menggeledah ruang kerja Albert ia menemukan hal yang tak terduga, yaitu surat kematian anak Sonya yang selama ini Albert sembunyikan.


Zidan yang sedari tadi memerhatikan Albert dan Santosh akhirnya maju kala melihat Santosh tersenyum dan Albert tertekan.


Ia menerjang tubuh Santosh dan menghajarnya secara membabi buta. Sedangkan Albert hanya bisa melongo, ini pertama kalinya ia melihat sisi lain dari Zidan.

__ADS_1


Santosh mencoba mendorong Zidan dan melawannya. Namun, tentu saja tenaganya kalah besar dari Zidan, ia mengutuk dirinya karena tak membawa anak buahnya.


"Lepaskan anak haram!" teriak Santosh saat Zidan menarik bajunya dan menyeretnya keluar.


Zidan menghempaskan tubuh Santosh ke tanah dengan keras, saat bersamaan itu pula, mobil yang di tumpangi Sonya datang.


Saat turun dari mobil, Sonya mengernyit heran saat meliat Zidan sedang menginjak dada Santosh dan Albert berdiri di belakang mereka.


"Zidan!" teriak Sonya saat melihat putranya menginjak dada Santosh terlihat jelas Zidan menginjaknya dengan penuh tenaga karena Santosh terlihat terpekik dan kesakitan


Zidan mendongak melihat Sonya, saat Zidan lengah. Santosh menyingkirkan kaki Zidan dari dadanya dan dengan cepat bangkit.


Setelah berdiri, Santosh berusaha menetralkan napasnya.


"Sonya apa kau tau ...?"


Seketika tubuh Zayn dan Albert menegang ...

__ADS_1


__ADS_2