Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
permintaan


__ADS_3

Amelia mendekatkan dirinya ke arah berangkar, Saat Amelia mendekat, Stuard bangkit dari duduknya. Lalu menyuruh Amelia untuk duduk.


“Nyonya!” panggil Amelia. Simma membuka matanya, kemudian tersenyum pada Amelia. Setelah itu, Amelia menggenggam tangan Simma. Tiba-tiba, ia ingin menangis ketika melihat kondisi Simma, ia sudah menganggap Simma dan Stuard seperti orang tuanya sendiri


“Amelia!” panggil Simma dengan lirih, Amelia tersenyum. “Ya Nyonya, aku di sini,” jawab Amelia.


“ Amelia, Mommy tidak tahu kapan mommy bertahan di dunia ini,” ucap Simma, seketika Amelia menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Tidak, Nyonya. Tolong jangan berkata begitu.” jawab Amelia.


“Amelia, sebelum Mommy pergi, bolehkah Mommy meminta sesuatu padamu?” tanya Simma.


“Nyonya, tolong jangan berkata seperti itu. Anda pasti akan baik-baik saja,” Jawab Amelia. Simma tersenyum. “Bisakah kau kabulkan keinginan Mommy?” tanya Simma. Amelia pun mengangguk, tidak ada keraguan dalam diri Amelia saat mengiyakan keinginan Simma.


“Tolong, menikahlah dengan Gabriel, agar Mommy bisa pergi dengan damai.”


Jantung Amelia berdetak dua kali lebih cepat ketika mendengar permintaan Simma. Seketika ia menoleh pada Gabriel, beruntung Gabriel yang sedang menahan tawa, langsung menormalkan ekspresinya.

__ADS_1


Karena sebenarnya, Simma baik-baik saja. Ini semua adalah rencana Stuard.


Mata Amelia dan mata Gabriel saling mengunci. Amelia memejamkan matanya, dengan helaan nafas yang berat. Akhirnya Amelia mengangguk.


“ Aku bersedia menikah dengan Gabriel, Nyonya.”


Gabriel bersorak dalam hatinya, ketika mendengar ucapan Amelia. Tadi pagi, setelah mengantar Griysa ke sekolah, Gabriel langsung menghampiri sang ayah.


Gabriel sungguh takut Amelia kembali bersikap dingin, karena semalam, ia tidur di kamar Amelia, hingga Gabriel mendesak sang ayah untuk membantunya dan sekarang rencana mereka berhasil.


“Benarkah kau mau menikah dengan Gabriel Amalia?” tanya Simma memastikan. Amelia menggangguk.


“Amelia tolong, jangan panggil aku nyonya. panggil aku mommy. Mommy pasti akan segera sembuh dan akan mempersiapkan pernikahan kalian berdua.”


•••


Gabriel dan Amelia sama-sama terdiam, tidak ada yang berbicara sepatah kata pun. Kedua insan itu saling sibuk dengan pikiran masing-masing.

__ADS_1


Saat ini, mereka sedang berada di taman yang berada di area belakang rumah sakit. Setelah berbicara dengan Simma, Gabriel langsung mengajak Amelia berbicara di luar, karena ia takut sandiwara keluarganya terbongkar. Terlihat jelas, Gisel dan Gabby tidak bisa menahan tawanya. Hingga ia dengan cepat mengajak Amelia keluar.


Tapi, setelah mengajak, Amelia duduk. Gabriel dan amalia sama-sama terdiam, mereka bingung harus berbicara apa dan harus bagaimana.


Tiba-tiba, Gabriel bangkit dari duduknya kemudian berjongkok dihadapan Amelia. Membuat Amelia terpekik kaget.


“ Gabriel, apa yang kau lakukan?” tanya Amelia. Baru saja, Amelia akan bangkit. Gabriel menahan kaki Amelia.


“ Amelia, bisakah kau dengarkan aku sekali ini saja?” tanya Gabriel. Amelia terdiam, kemudian Gabriel menggenggam tangan Amelia.


“Amelia, maukah kau menikah denganku?” tanya Gabriel. Kali ini, Gabriel ingin memastikan semuanya.


Amelia tidak menjawab, ia hanya menunduk. Rasanya begitu sulit, menjawab ketika Gabriel yang bertanya, berbeda saat ia memberikan jawaban pada Simma.


“Maafku mungkin tak akan mengembalikan semuanya. Penyesalanku takkan menghidupkan kembali tiga anak kita. Tapi bisakah kita memulai lembaran baru, memberikan yang terbaik bagi Grisya.


Kau boleh melakukan apapun padaku, Amelia. Kau boleh menyiksaku seperti aku menyiksamu dulu. Itu tak masalah bagiku. Kau boleh memperlakukan aku sesuka hatimu. Tapi aku mohon, menikahlah denganku. Setelah kau jadi istriku, kau bebas melakukan apapun pada tubuhku.”

__ADS_1


Amelia ....


Gas komen gengs.


__ADS_2