
Zidan menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia tak memerdulikan suara klakson mobil lain yang berbunyi karna Zidan menyalip mobil-mobil di depannya dengan tiba-tiba.
Beberapa kali, ia hampir saja menabrak pembatas jalan, dan menabrak mobil di depannya. Zidan benar-benar menggila. Pikirannya hanya terfokus pada Audrey.
25 menit kemudian, Zidan pun sampai di rumah kosong yang Ane sebutkan, ia masuk dengan perlahan dan melihat situasi sekitar.
Saat sudah masuk, mata Zidan membeliak saat melihat seorang pria yang menodongkan pistol pada Audrey. Lalu, tak lama ia mengepalkan tangannya , darahnya kembali mendidih saat mendengar bahwa ternyata lelaki itu yang menabrak putrinya.
Zidan ingin sekali berlari dan menghajar pria itu. Tapi, ia tak bisa. Ia takut, pria itu refleks menarik platuk dan menembak kepala Audrey.
Zidan berjalan dengan pelan sekali agar Adrian tak mendengar suara derap langkahnya. Dan ketika sudah berada tepat, dia belakang Adrian, Zidan menodongkan pistolnya ke kepala Adrian, membuat Adrian diam tak berkutik.
Zidan langsung menatap Audrey yang juga sedang menatapnya. Lalu ia tersenyum pada Audrey, mengisyaratkan bahwa semua akan baik-baik saja
"Turunkan pistolmu, atau aku akan menembak kepalamu!" ucap Zidan pada Adrian. Ia semakin menekankan pistolnya pada kepala Adrian, membuat Adrian tak mempunyai pilihan.
Adrian memejamkan matanya menaha geram, lalu tak lama ia melepaskan senjata yang sedang di pegangnya.
"Angkat tanganmu dan berdiri!" titah Zidan, Adrian pun menurut. Ia mengangkat tangannya dan berdiri. Lalu berbalik melihat Zidan.
__ADS_1
Adrian tak bodoh ... Tentu saja, ia berbalik untuk menyerang Zidan dengan tangan kosong. Namun Sayang, gerakan Adrian terbaca oleh Zidan.
Dengan cepat, Zidan menarik platuknya dan menembak kaki Adrian, membuat Adrian berteriak karena tak menyangka Zidan akan menembaknya begitu cepat.
Tepat, saat Adrian berteriak dan memegang kakinya, Zidan tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia langsung menerjang tubuh Adrian.
Zidan yang berada di atas tubuh Adrian menghajar Adrian dengan membabi buta. Ia melampiaskan amarahnya, dengan terus menyiksa Adrian.
Bukan hanya menghajar, Zidan pun beberapa kali membenturkan kepala Adrian ke lantai. Adrian tak bisa melawan, kakinya tertembak dan Zidan sudah terlebih dulu menghajarnya hingga ia kehabisan tenaga.
Melihat apa yang di lakukan oleh Zidan, Audrey membulatkan matanya. Ia seperti bukan melihat sosok Zidan yang selama ini ia kenal.
"Aku takan membiarkanmu mati dengan mudah, Brengsekk! Kau harus membayar perbuatanmu karena kau sudah mencelakai putriku!" geram Zidan saat melihat wajah Adrian sudah tak terbentuk.
Zidan pun bangkit dari tubuh Adrian. Ia langsung menghampiri Audrey. "Kau tidak apa-apa?" tanya Zidan saat berjongkok menyetarakan diri dengan Audrey.
Audrey tak membalas ucapan Zidan. Bahkan, ia memalingkan tatapannya ke arah lain, karena jujur saja, rasa sesak itu muncul lagi saat ia menatap Zidan. Lelaki yang ia percayai dan ia cintai. Namun, ternyata, lelaki di depannya ini tega menghinanya dan membuat hatinya patah berkeping-keping
Zidan tak lagi bertanya, ia tau dan ia mengerti bahwa ia sudah sangat menyakiti Audrey.
__ADS_1
"Jangan bergerak! aku akan menembak tali ini agar terlepas," ucap Zidan, tak ada pisau atau pun gunting untuk melepaskan tali yang mengikat Audrey, hingga Zidan terpaksa menembak tali tersebut
Saat sudah terlepas, Audrey langsung bangkit dan berdiri. di susul oleh Zidan yang juga ikut berdiri.
"Ayo ikut ke rumah sakit bersamaku!" ajak Zidan, namu seperti biasa, Audrey tak membalas ucapannya. Bahkan, Audrey berlalu meninggalkan Zidan.
Hening, hanya keheningan yang berada di dalam mobil. Audrey tak menolak untuk pergi bersama Zidan karena ia ingin secepatnya sampai di rumah sakit dan bertemu Kelly.
Zidan diam-diam mencuri pandang ke arah Audrey. Sedangkan Audrey tetap memalingkan tatapannya ke arah luar.
Saat sampai di rumah sakit, Audrey langsung mendahului untuk turun, meninggalkan Zidan yang bingung harus dengan cara apalagi ia meminta maaf.
Saat Audrey akan masuk ke ruangan Kelly, Zidan menarik tangannya, hinga Audrey kembali berbalik.
"Audrey, apa dia milikku?" tanya Zidan dengan bibir bergetar. Ia ingin mendengar semuanya dari mulut Audrey langsung.
"Tutup mulutmu! jangan pernah temui kami lagi! ata aku akan membunuhmu!" seru Audrey.
Zidan ....
__ADS_1
Hate komen ..... 😎