Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
378


__ADS_3

Ariana berjalan tertatih-tatih tangisnya luruh ia sunggub ingin menangis sekencang-kencangnya. angin malam, suara deburan ombak mengiringi langkahnya.


saat ini Ariana sedang berjalan di pantai yang tak jauh dari tempat tinggalnya, saat Justin sudah terlelap, ia sengaja pergi ke pantai karena tak sanggup untuk menumpahkan tangisannya dan Ia rasa, ia butuh waktu untuk sendiri.


Ternyata, Justin tak mengijinkan Ariana bertemu keluarganya, dan Ariana hanya bisa berpura-pura tersenyum saat Justin tak mengijinkannya.


Tidak, Ariana sama sekali tak marah pada Justin, atau sama sekali tak menyalahkan Justin. Ia mengerti apa yang di lakukan oleh Justin.


Ia pergi keluar hanya untuk menenangkan diri dan menumpahkan tangisannya. Ia menangis karena ingin melihat keluarganya, karena khawatir dengan keluarganya.


Faktanya, Ariana tau dengan apa yang terjadi dan apa yang di lakukan Justin pada keluarganya. Tanpa Justin sadari, Ariana mendengar semua ucapan Justin saat Justin menelpon anak buahnya.


Terkejut? tentu saja Ariana terkejut. Tapi, ia tak bisa berbuat apa-apa, karena ia tau Justin berbuat begini karena ada alasannya.


Dan setelah sekian lama diam, akhirnya Ariana memberanikan diri untuk meminta pada Justin. Namun, saat Justin menolak keinginannya, Ariana tak berani lagi meminta.

__ADS_1


Tau apa yang di pikirkan Ariana?


Selama menikah dengan Justin, hidup Ariana begitu sempurna. Justin mengucuri Ariana dengan cinta setiap hari. Tapi, ada yang mengganjal di kehidupan Ariana.


Ia masih mengalami krisis percaya diri.


Selama hidupnya, ia mengalami krisis kepercayaan karena kondisinya, di asingkan, dibedakan oleh keluarganya sendiri.


Dan saat dia menikah dan mendapatkan suami sebaik Justin. Ariana selalu merasa bahwa ia tak pantas dengan Justin karena fisiknya.


Hingga, setelah menikah dengan Justin, Ariana selalu patuh, tak pernah membantah dan tak pernah meminta apa pun.


Ia hanya takut, Justin menganggapnya merepotkan dan berujung meninggalkannya dan membuangnya, sama seperti kedua orang tuanya. Ia pernah merasakan hancur saat Nancy pergi dari hidupnya dan ia tak ingin Justin seperti Nancy yang meninggalkannya.


Sebelum ia mengetahui ia hamil, ia kerap mengidam sesuatu, tapi ia tak pernah berani meminta apa pun pada Justin. Ia hanya menerima yang Justin berikan dan tak pernah mengungkapkan keinginannya.

__ADS_1


Dan saat ia benar-benar rindu pada orang tuanya dan benar-benar khawatir, untuk pertama kalinya ia mengungkapkan keinginannya. Dan saat Justin menolaknya. ia hanya bisa melampiaskannya dengan menangis.


Entah terbentuk dari apa hati Ariana. Keluarganya, sudah menyakiti ia sedemikian rupa. Tapi, ia sama sekali tak mempunyai dendam. Ariana hanya terlihat keras dari luar. Karena pada nyatanya, hatinya begitu lembut.


Saat sudah berjalan cukup jauh, Ariana merasakan kakinya mulai keram. Tubuhnya mulai lemas. Ia memutuskan untuk mendudukkan diri di pasir.


Ia memeluk kakinya, sambil memandang kedepan dengan tatapan kosong. Ia akan kembali kedalam rumah saat ia sudah bisa menenangkan dirinya, ia yakin Justin tak akan terbangun karena saat ia meninggalkan Justin, Justin terlihat sangat pulas.


Tak lama, Ariana memanjangkan kakinya, “Kenapa kau harus cacat, kenapaaaaa!” teriak Ariana sambil memukul-mukul kakinya, bukan hanya memukul ia juga mencubit kakinya sambil berteriak dan menangis pilu.


Ia selalu melakukan hal yang sama setiap ia sedang tertekan, frustasi dan sedih.


Wajib komen, ga komen g flendddddd


Nyesek ga sih, Ariana udah dapetin kehidupan baik. Tapi karena traumanya dia kaya ga percaya diri dan takut di tinggalin sama Justin

__ADS_1


Croll lagi iess


__ADS_2