
Note: Reader yang budiman. Hari ini hari minggu, because saya hanya hooman biasa dan butuh libur. Jadi dari pada saya libur mending up satu aja, dari pada enggak sama sekali 🤣🤣
Selamat membaca.
•••
"Sonya ayolah, buka pintunya!" teriak Albert dari luar saat Sonya mengunci pintu kamarnya dari dalam.
Sementara di dalam, Sonya berbaring sambil menutup telinganya. Ia tak ingin tidur lagi bersama Albert. Ia takut kejadian malam terulang lagi.
Sonya membuka telinganya saat Suara Albert seperti tak terdengar lagi. Ia pun bisa bernapas lega, lalu ia bangkit dari duduknya dan menuju kamar mandi untuk berendam.
Saat dia sudah mengisi bathube, dan bersiap untuk membuka bathrobenya. Ada tangan melingkar di pinggangnya, membuat dia terkesiap. Siapa lagi kalau bukan Albert.
"Alberth kenapa kau bisa masuk!" tanya Sonya dengan ketus. "Albert apa yang kau lakukan!" teriak Sonya saat Albert menarik tali bathrobe hingga kini bathrobe Sonya terlepas dan terbuka. Belum Sonya berbicara lagi, tangan Albert sudah menggerayangi tubuh istrinya. Hingga ....
•••
Zayn berlari di tangga darurat dengan sangat cepat. Pikirannya hanya bagaimana menjelaskan pada Gia, istrinya.
__ADS_1
Seharusnya dia mengatakan pada Gia, bahwa selama seminggu dia tak pulang, dia pergi ke negara Denmark, harusnya dia jujur pada Gia bahwa selama dua hari sebelum pergi, ia sedang sibuk di ruang kerjanya karena menyelidiki sesuatu.
Setelah Zayn menyelidiki semuanya, tenyata ada yang janggal dengan kematian sahabatnya. Bahkan mungkin ayah Gia sama sekali tak bersalah. Bahkan, setelah menyelidiki semuanya ada indikasi bahwa Alex masih hidup, dan kasus ayah Gia, tak sesederhana yang di bayangkan.
Malam di mana Gia memergoki Zayn, rambut Helga yang berantakan dan genggaman tangan tangan Zayn, itu tak seperti yang Gia pikirkan.
Malam itu, Zayn sengaja menyuruh Helga datang ke kantornya. Ia sengaja menyuguhkan minuman beralkohol pada Helga, ia berharap ia bisa mengorek keteranangan dari Helga jika Helga dalam kondisi mabuk.
Saat Helga sudah dalam kondisi mabuk, ia mengacak rambutnya sendiri karena merasa pusing bukan main. Zayn pun mengajak Helga keluar dari kantornya, karena mabuk Zayn terpaksa menggenggam tangan Helga agar Helga tak oleng, dan sembari berjalan, Zayn mengajak Helga berbicara, mengulik adakah yang di sembunyikan Helga.
Setelah itu, Zayn berencana untuk pulang dan menjelaskannya pada Gia. Namun, ternyata Gia sudah memergokinya terlebih dahulu dan salah paham.
••
Gia memejamkan matanya, kala mendengar Zidan terus-terusan memanggilnya. Padahal, dia sudah sangat lelah. Ia pun berbalik dan memandang Zidan dengan tatapan memelas, berharap Zidan tak menganggunya lagi.
"Zidan, aku tidak apa-apa. Jadi tolong, biarkan aku pergi sendiri," ucap Gia.
Zidan tertegun dengan reaksi Gia. Hatinya mendadak berdenyut nyeri saat melihat irish mata Gia yang terlihat penuh kecewa.
__ADS_1
Karena Zidan tak membalas lagi ucapannya, Gia pun kembali berbalik dan melanjutkan langkahnya.
Saat akan masuk kedalam taxi, seseorang menarik tangan Gia. Siapa lagi kalau bukan Zayn.
"Gia dengarkan aku! aku bisa menjelaskan semuanya," ucap Zayn dengan napas ngos-ngosan karena berlari.
"Zayn, Aku tak perduli dengan apa yang kau lakukan. Entah itu ada alasanya atau tidak. Tindakanmu tak bisa di benarkan ... Seperti yang aku bilang. Hatiku tak sekuat itu menerima yang kau lakukan ... mengakhiri sampai di sini adalah jalan terbaik yang bisa kita lalui!" Gia berucap dengan tegar, seoalah dia baik-baik saja.
Rasanya terlalu menyesakan berada di dekat Zayn, setelah seminggu ini ia mengalami hal yang menyakitkan. Ia takan sanggup lagi berada di dekat Zayn, karena semua takan lagi sama.
Zayn terdiam melihat raut wajah Gia. Ia tertohok, ternyata rencananya sangat menyakiti istrinya. Zayn terbiasa melakukan semuanya dengan caranya. Tapi tanpa dia sadari, sikapnya telah melukai istrinya.
Tanpa Mendengar lagi jawaban Zayn. Gia pun masuk kedalam taxi yang sudah berhenti di depannya.
Luruh sudah tangis Gia saat berada di dalam taxi. Bayangan Zayn mencumbu wanita lain menari-nari di otaknya.
"Arghhhhh!" teriak Zayn. Ia mengacak rambut frustasi saat Taxi yang di tumpagi Gia sudah berjalan.
Flashback lebih jauhnya di jelasin next bab ya. Ingett ye netizen yang budiman, flashbacknya belum di ceritain. Jadi jangan nebak-nebak 🤣
__ADS_1