
sore harinya Bayu pun kembali kerumah menggunakan mobil miliknya yang selama ini jarang ia pergunakan, sewaktu dikantor tadi ia meminta salah satu supir kantor untuk membawakan salah satu mobil mewahnya untuk ia pakai sendiri.
"waaahh mas kamu bawa mobil ini lagi nih sekarang?" tanya Naura yang melihat Bayu pulang dengan menggunakan mobil mewah kesayangan Bayu.
"iyaa, udah lama juga kan ga aku pakai, kayanya terakhir aku pakai sebelum nikah sama kakak ipar mu itu. oh ya dimana dia sekarang?" tanya Bayu celingukan mencari Rita yang tak terlihat batang hidungnya.
"ada dikamarnya sama keena, tadi keena sempet nangis si mungkin lagi diberi ASI" jawab Naura membuat Bayu menganggukan kepala.
"yaudah kalo gitu mas masuk dulu ya?" jawab Bayu diangguki oleh Naura.
Bayu pun melangkah kan kaki memasuki kamarnya dan melihat Rita yang sedang memberikan asi untuk sang anak sambil bermain handphone.
"assalamualaikum" kata Bayu menyembulkan kepalanya.
"waalaikumsalam, kamu udah pulang mas?" kata Rita menoleh kearah sang suami yang menganggukan kepala dan tersenyum.
"udah sayang" jawab Bayu membuat Rita menyeritkan kening.
"kok aku ga denger suara motor kamu?" tanya Rita heran.
"iyaa aku ga pakai motor" jawab Bayu ambigu.
"terus kamu pulang pake apa mas? oh ojek online ya?" tanya Rita penasaran, Bayu pun hanya menggelengkan kepala menjawab perkataan Rita.
"terus pake apa?" tanya Rita lirih. Bayu pun tersenyum melihat respon sang istri, ia pun menunjukan kunci mobil yang ia ambil dari saku celananya. rita pun menyerit heran dengan apa yang dikeluarkan Bayu dari saku celana tersebut.
"kunci apa itu mas?" tanya Rita penasaran.
"coba tebak?" kata Bayu mencoba menggoda Rita.
"ini, ini kunci mobil? benerkan kunci mobil? kamu bawa mobil mas?" tanya Rita berulang kali sehingga membuatnya seketika terduduk dikasur setelah keena melepaskan asi yang sedari tadi masih ia hisap.
Bayu pun menganggukan kepala mendengar perkataan Rita, ia pun membuka jas yang menempel ditubuhnya kemudian berlalu kekamar mandi tanpa berbicara apa pun lagi pada Rita yang masih terbengong dengan kunci mobil ditangannya.
Rita pun mencubit lengannya hingga terasa sakit ia pun tersadar bahwa itu bukanlah mimpi melainkan memang benar kunci mobil asli yang ia pegang, ia pun segera menyiapkan pakaian ganti untuk sang suami kemudian kembali duduk sisi ranjang tak sabar untuk mendengar penjelasan dari sang suami.
"udah sayang ngga usah dilihatin terus kunci mobil itu asli kok, mobilnya juga ada tuh didepan" kata Bayu yang berhasil membuat Rita terlonjak kaget, Rita pun mengelus dadanya sedangkan sang suami terkekeh kecil melihat respon Rita.
"yaampun mas kamu ngagetin aja deh, yang bener mas mobilnya ada didepan? kamu ga bohong kan?" tanya Rita dengan antusias.
__ADS_1
"kapan si aku pernah bohong sayang, lagian buat apa aku bohong toh mobilnya memang ada didepan. tanya aja sama Naura, tuh orangnya diruang tamu" jawab Bayu, Rita pun segera pergi meninggalkan Bayu untuk menghampiri Naura yang berada diruang tamu.
Bayu pun menggelengkan kepala melihat tingkah sang istri, ia pun melanjutkan memakai pakaian setelah selesai ia pun berbaring disamping sang anak sambil sesekali mencium gemas dahinya.
setelah merasa cukup dan merasa tak mau menganggu tidur sang anak, Bayu pun meninggalkan keena didalam kamar setelah memastikan adanya benda empuk sebagai penghalang dikanan dan kiri keena. ia pun melangkah kan kaki menemui adik dan juga sang istri yang begitu antusia melihat mobil Bayu.
"bagaimana? apa mobil itu asli?" tanya Bayu yang melihat sang istri memindai seluruh isi dalam mobil. ia pun mendekati sang istri yang sibuk membuka setiap pintu mobil.
"mas mobilnya bagus banget, beda sama mobil kamu yang dirumah ibu. ohya gimana kabar mobil itu sekarang ya" jawab Rita membuat Bayu terkekeh sementara Naura sudah menutup mulutnya melihat tingkah sang kakak ipar sejak tadi yang menurutnya begitu lucu.
"udah sayang, lihat Naura menertawakan kamu" kata Bayu membuat Rita mengalihkan pandangan pada sang adik ipar yang membelalakan mata mendengar perkataan Bayu.
"ng-nggak mbak, siapa yang ketawa" jawab Naura berkilah, ia pun langsung melarikan diri dari hadapan sepasang manusia tersebut.
"kita makan malam diluar, gimana?" tanya Bayu membuat Rita menyambutnya dengan mata berbinar.
Rita pun menganggukan kepala mendengar ajakan Bayu, sedetik kemudian ia pun merasa hatinya tak tenang ia pun melunturkan senyum diwajahnya dan itu membuat Bayu mengerutkan kening.
"kenapa ekspresi kamu kaya gitu sayang?" tanya Bayu penasaran.
"gapapa mas, aku cuma kangen aja sama ibu. biasanya kalo kita mau makan malem keluar kaya gini pasti sama-sama sama ibu. iyakan?" jawab Rita membuat Bayu menganggukan kepala dan tersenyum.
"bener mas? tapi Maura,,,??" jawab Rita dengan ragu.
"oh iyaa mas belum ceritakan sama kamu ya?" jawab Bayu menepuk keningnya.
"apa mas?" tanya Rita, keduanya pun berjalan memasuki rumah mengunci pintu dan kembali duduk diruang tamu. tak terlihat Naura disitu, mungkin ia langsung masuk kedalam kamarnya.
"ada apa mas?" tanya Rita mengulang pertanyaannya.
"Maura dalam DPO sayang, dia jadi buron" jawab Bayu membuat Rita membelalakan mata.
"yang bener kamu mas? berarti semua bukti yang kita kumpulkan udah cukup untuk membawa kasus Maura selama ini kejalan hukum?" tanya Rita penasan, Bayu pun menganggukan kepala sebagai jawaban.
"tapi gimana kalo sampai ibu tau mas?" lanjut Rita mempertanyakan sang ibu mertua.
"aku yakin ibu pasti udah tau sayang, karna sudah beberapa hari ini Maura ngga pulang kerumah. dan kamu tenang aja, ternyata selama ini om Handoko udah memblokir seluruh kartu ATM dan kartu kredit milik Maura. jadi aku yakin ia ngga akan lama bersembunyi di tempat persembunyiannya, jika uangnya habis pasti ia akan menunjukan batang hidungnya" jawab Bayu membuat Rita tercengang dengan apa yang Bayu katakan.
"berarti ibu dirumah sendiri dong sekarang mas?" tanya Rita yang masih merasa khawatir dengan sang ibu mertua.
__ADS_1
"iyaa sayang" jawab Bayu dengan tenang.
"yaampun kasian sekali ibu, kenapa dia ga kesini aja sih biar ga kesepian dirumah" jawab Rita membuat Bayu terkekeh.
"kamu lupa kalo dirumah ada bi asih sayang, ibu ngga akan kesepian. makanya aku berani ajak kamu untuk samperin ibi nanti malam, kamu mau kan?" tanya Bayu membuat Rita seketika tersenyum dan menganggukan kepala.
"yaudah kalo gitu kita sholat maghrib dulu, udah azan tuh" kata Bayu bangkit melangkahkan kaki menuju kamarnya untuk melakukan sholat Maghrib bersama sang istri. mereka pun melihat sang anak yang masih tertidur pulas, Rita memindahkan keena kedalam boks bayinya agar lebih anteng tidurnya.
"aku wudhu duluan mas, nanti gantian ya" kata Rita melangkah kan kaki menuju kamar mandi, Bayu pun tersenyum dan menganggukan kepala.
tak lama Rita pun keluar dari kamar mandi, kemudian giliran Bayu yang memasuki kamar mandi untuk berwudhu. keduanya pun sholat berjamaah,kemudian sambil menunggu isya Bayu pun sibuk dengan handphonenya sedangkan Rita tengah mengobrol bersama Naura didalam kamar Naura.
"kamu siap-siap ya nau, nanti kita makan malam diluar sekalian jemput ibu" kata Rita membuat Naura menatap sinis sang kakak ipar.
"kenapa harus ngajak ibu si, mbak kan tau kalo ada ibu pasti ada Maura. aku males ah" jawab Naura dengan nada kesal.
"iihh kamu itu, Maura itu udah ga tinggal sama ibu kamu tau ga sih. Maura itu sekarang DPO, makanya mas Bayu ngajak kita buat makan malem bareng ibu" jawab Rita membuat Naura seketika mengembangkan senyumnya.
"yang bener mbak?" tanya Naura, Rita pun hanya menganggukan kepala sebagai respon.
"Alhamdulillah yaallah, akhirnya manusia jahat itu dapat balasannya juga" kata Naura dengan wajah sumringah.
Rita pun tersenyum dengan respon Naura, sudah ia sangka Naura pasti akan bahagia mendengar Maura sudah masuk dalam list DPO.
"yaudah sekarang siap-siap buat sholat isya, jangan lupa dandan yang rapi ya" kata Rita sambil melangkah keluar dari kamar Naura, tanpa menunggu jawaban dari sang yang mempunyai kamar Rita pun langsung menutup pintu dan berjalan melangkah menuju kamarnya dan sang suami.
"udah dikasih tau Naura sayang?" tanya Bayu setelah melihat sang istri kembali kedalam kamar.
"udah kok mas, nanti jalan abis sholat isya kan?" jawab Rita, Bayu pun menganggukan kepala sebagai jawaban.
"masukkan stroler keena dulu mas ke bagasi, biar ga repot gendong terus nanti" kata Rita membuat Bayu dengan cepat mengerjakan apa yang dikatakan olehnya.
"kita mau jalan-jalan sama nenek sayang, kita mau ketemu nenek" kata Rita menggendong keena yang membuka matanya.
Rita pun mengganti pakaian yang melekat pada badan keena dengan pakaian yang lebih hangat karna untuk pertama kalinya keena akan keluar pada malam hari, takut kedinginan.
"udah sayang, ngga ada lagi yang mau dibawa kan?" tanya Bayu yang telah memasuki kamar lagi.
"ngga ada kok, itu aja. yaudah kamu sholat duluan, itu udah azan. aku selesaikan ini dulu nanti kita gantian" jawab Rita, Bayu pun menganggukan kepala menyetujui.
__ADS_1