Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
empatpuluhtujuh


__ADS_3

setelah dapat menenangkan Naura, ibu Rita pun segera membuatkan coklat hangat kesukaan Naura agar membuatnya jauh lebih relaks.


"ini nau, minum dulu biar lebih relaks" kata ibu Rita menyerahkan segelas coklat hangat pada Naura.


"terimakasih Bu" jawab Naura mengambil coklat hangat dri tangan ibu Rita.


"kamu tuh harusnya sabar nau, kasihan ibu mu sampai tertekan seperti itu" kata ibu Rita mengingatkan Naura dengan kelakuannya.


"Naura kesel Bu kalo ngeliat dia dimana pun, gimana yaa rasanya selalu ngeliat kejahatannya dalam rumah tangga mbak Rita sama mas Bayu" jawab Naura.


"iyaa tapi ibu kasian sama ibumu nau, jangan lah seperti itu didepannya. sepertinya dia bener-bener sudah sangat tertekan dengan pertengkaran kalian, mungkin ada sesuatu yang terjadi selama kalian meninggalkan rumahnya" jawab ibu Rita kembali.


"biarin ajalah Bu" jawab Naura acuh tak acuh menghabiskan coklat hangat kesukaannya.


"yasudah ibu mau keluar dulu lagi ya, kamu disini aja jngan keluar keluar ya nanti berantem lagi sama Maura. kasian mbakmu masih istirahat sama anaknya" kata ibu Rita memperingati Naura.


"iyaa Bu" jawab Naura menganggukan kepalanya.


ibu Rita pun melangkah kan kaki keluar dari kamar Naura, kemudian kembali duduk diruang keluarga bersama empat orang lainnya yang masih berdiam diri.


"sebetulnya ada apa si pak, Bu sampai Maura dan Naura berantem seperti itu?" tanya Bayu pada kedua mertuanya.


"begini bay, sepertinya Naura marah karna Maura yang mengejek tempat tinggal kalian. itu aja sih sebetulnya tapi yaa mungkin.... ya kamu tau sendirilah bagaimana adikmu itu" jawab bapak berusaha menjelaskan permasalahan antara keduanya.

__ADS_1


"mau, mau kamu ngga ada kapoknya ya bikin kerusuhan. apa lagi kali ini mau yang mau kamu lakuin sama keluarga ku, bukannya kami udah ngalah pindah dari rumah itu. bukan itu yang kamu mau kan?!" tanya Bayu dengan nada membentak pada Maura yang duduk tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Maura pun acuh tak acuh mendengar perkataan Bayu, dia terus sibuk dengan ponsel ditangannya. gebrakan meja membuatnya memberhentikan kegiatannya memainkan ponsel.


"apa-apaan si mas" teriak Maura hingga membuat Rita yang berada dikamarnya keluar kamar karna mendengar keributan yang terjadi dirumahnya.


"ada apa sih?! kenapa selalu ribut-ribut sih, malu sama tetangga!!" kata Rita yang jalan tertatih menuju sofa yang berada didekat ibunya.


"maaf sayang, Maura bikin ulah lagi dihadapan Naura sampai mereka berantem" jawab Bayu.


"apalagi kali ini mau, ngga puas kamu?!" tanya Rita dengan nada pelan sementara matanya menjurus kearah Maura dengan tatapan tajam.


"apa apaan si kalian, jngan beraninya keroyokan dong" jawab Maura merasa was-was dengan keadaannya. ia pun membujuk ibunya untuk pulang kembali kerumah mereka.


"sudah mau, jngan buat ibu malu. kamu selalu aja bikin ulah ngga dimana pun!" jawab ibu Bayu dengan mata berkaca-kaca.


"kok ibu nyalahin aku sih, udah jelas mereka yang ngeroyok kita Bu. lagian salahku dimana, rumah ini emang pengap dan panas. apanya yang salah" jawab Maura dengan membentak ibu Bayu.


"jangan tinggikan suaramu pada ibuku" teriak Bayu dengan kencang dihadapan Maura, matanya memerah menahan amarah yang teramat dalam melihat sang ibu dibentak oleh anak angkat yang sudah ibunya besarkan dengan kasih sayang yang sama dengannya juga dik kandungnya.


"heh, seharusnya kamu itu sadar diri. kamu sekarang mengakui ibu sebagai ibu kandungmu, tapi tak sama sekali kamu mengurusnya. kamu hanya sibuk pada istrimu itu, ngga sadar dirikah kamu bay!" jawab Maura membuat Bayu semakin meradang.


PLAAAKKK

__ADS_1


tamparan dari Bayu membekas pada pipi Maura yang memerah.


"sadar diri, yang membuat kami seperti ini itu kamu!! ngga pernah kah kamu sadar, kamu yang sudah merusak keluarga kamu!! jika tau kamu sebagai anak akan seperti ini, ngga akan pernah aku mengangkat mu menjadi anakku Maura!!" kata ibu Bayu dengan Isak tangis melihat kedua anaknya yang harus hidup pisah dengan dirinya.


"ibu seharusnya sadar, selama ini yang ada buat ibu itu aku. bukan mereka, kenapa ibu seolah juga menyalahkan aku. Bu, dibanding mereka aku jauh lebih baik!!" jawab Maura dengan menekan setiap kalimat yang keluar dari bibirnya.


kedua orangtua Rita hanya diam memandang pertengkaran yang terjadi dihadapan mereka, mereka tak manyahut ataupun berkomentar. begitupun dengan Rita yang masih belum pulih, hanya bisa melihat perseteruan antara adik angkat dan juga suaminya tersebut.


"sudah mas, biarkan dia berkata apa yang mau dia katakan. jangan buang-buang energi untuk meladeninya, yang ada kita ikutan ga waras!" kata Rita mengehentikan Bayu yang mau membalas perkataan Maura.


"dia sudah keterlaluan rit, dia harus dikasih pelajaran!!" jawab Bayu menahan geram terus menatap tajam Maura.


"sudah cukup bay, jangan kotori tanganmu untuk sesuatu yang tidak penting. cukup satu kali tamparan untuknya, semoga ia bisa cepet sadar atas kesalahannya!" kata bapak Rita menenangkan Bayu.


"heh bapak tua, jngan beraninya berceramah disini. ceramah di masjid sana!!" jawab Maura yang murka mendengar perkataan bapak Rita.


"astagfirullah mau, kamu bener-bener sudah diluar batas. apa salah ibu mendidik mu, ibu selama ini selalu sama memperlakukan kalian. tapi ke apa kamu jadi seperti ini" kata ibu Rita yang mulai terisak dengan air mata yang membanjiri pipinya.


"ini semua karna ibu, ibu tau selama ini aku sangat mencintai mas Bayu. tapi kenapa ibu merestui perempuan itu dengannya, ibu ngga adil. ibu ngga pernah tulus menyayangiku!!" jawab Maura dengan air mata mengalir dipipinya.


"kalian itu saudara mau, ngga pantes kamu memendam perasaan itu pada mas mu sendiri. ngga pantes" kata ibu Bayu masih dengan isakannya, membuat siapapun yang melihat merasakan pilu yang teramat dalam.


"alaaah itu cuma alasan ibu aja buat ngga merestui kami, iyakan?! ibu emang selalu ngga pernah sayang sama aku, ibu selalu mementingkan kedua anak ibu dibanding aku!!" jawab maura, lagi-lagi membuat sang ibu menangis sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


"kamu salah mau, selama ini justru ibu lebih mementingkan kamu dibanding anak kandung ibu sendiri. karna apa! ibu takut kamu merasa tersisih karna kamu hanya anak angkat, tapi ternyata ibu salah. semakin ibu memanjakan mu semakin menjadi tingkahmu mau, maafkan ibu jika belum bisa adil pada kalian semua" jawab ibu Bayu yang menagis pilu membuat Rita dan ibunya ikut meneteskan air mata.


__ADS_2