Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
limapuluhempat


__ADS_3

"gapapa Bu, bapak cuma capek ini. abis keliling kedepan sana cari udara segar" jawab bapak mengipas wajah menggunakan tangannya, keringat peluh membanjiri sekeliling wajah bapak Rita.


"ibu ambilin minum dulu pak, bapak tunggu disini atau didalam?" tanya ibu Rita pada sang suami.


"bapak duduk disini aja Bu, masih pegal rasanya kaki bapak" jawab bapak menyenderkan bahu pada kursi yang ada di halaman depan rumah Rita.


"yaudah kalo gitu ibu masuk dulu ya pak bikin kopi" jawab ibu Rita segera melangkah kan kaki kedapur tanpa menunggu jawaban sang suami.


bapak Rita pun menerawang kejadian yang hari ini membuatnya terkejut, ia pun memikirkan apa yang akan ia perbuat kedepannya untuk melindungam anaknya, Rita.


"ini pak kopinya, diminum dulu" kata ibu Rita mengagetkan bapak yang sedang melamun.

__ADS_1


"astagfirullah,,," bapak Rita mengucap sehingga membuat ibu Rita yang mendengar mengerutkan kening heran menatap sang suami.


"kenapa pak? kok kaget gitu?" tanya ibu Rita pada sang suami yang masih mengelus dadanya.


"emm gapapa Bu, ibu istirahat saja. bapak masih mau disini sebentar" jawab bapak Rita semakin membuat sang istri merasa ada yang disembunyikan olehnya.


"oalaaahh pak pak, bapak itu aneh. ibu ini udah jadi istri bapak puluhan tahun, jadi bapak tuh ga bisa bohongin ibu. ayok coba apa yang bapak sembunyikan dari ibu, ibu bisa rasakan kalo bapak menyembunyikan sesuatu dari ibu?!" cecar ibu Rita membuat sang suami menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"ngga, sebelum bapak cerita apa yang bapak sembunyikan" jawab ibu Rita dengan tegas.


"baiklah, baiklah. begini Bu, tadi tuh waktu bapak keliling daerah ini bapak ngga sengaja ngelihat Maura sama seorang preman Bu. bapak takut terjadi apa-apa pada anak kita jika keadaan rumah tangganya terus seperti ini" jawab bapak Rita membuat ibu yang mendengar pun terkejut.

__ADS_1


"terus?" tanya ibu penasaran.


"setelah preman itu pergi, bapak coba buat mengobrol dengan Maura Bu. tapi ternyata Maura ngga mengindahkan perkataan bapak, justru bapak malah balik dimaki dan hina sama Maura. sepertinya ia bener-bener sudah terobsesi sama Bayu Bu" jawab bapak Rita membuat sang istri menjadi khawatir dengan keselamatan anak dan juga cucunya.


"terus bagaimana dong pak? sepertinya Maura bener-bener ngga bisa merelakan Bayu begitu aja pak, kelakuan anak itu semakin menjadi-jadi. ibu kasian dengan rumah tangga anak dan menantu kita pak" jawab ibu Rita dengan mata berkaca-kaca.


"iyaa Bu, mananya juga rumah tangga pasti ada aja ujiannya. mungkin ini merupan ujian rumah tangga untuk anak kita, kita sebagai orangtua hanya bisa mengingatkan dan mengawasi" jawab bapak diangguki oleh ibu Rita yang menatap sang suami dengan lembut.


"kita harus bicarakan ini dengan Bayu dan juga Rita pak, aku ngga mau rumah tangga anak kita berantakan hanya karna diganggu orang ketiga. terlebih orang itu adalah keluarga nya sendiri" jawab ibu Rita.


"iyaa Bu, sebenernya bapak juga kasihan dengan Maura itu Bu. seperti orang yang kehilangan arah, ia butuh seseorang yang bisa menuntunnya menemukan jalan lurus Bu" kata bapak Rita menerawang jauh mengingat kelakuan Maura.

__ADS_1


"iyaa bapak benar, ntah karna apa ibu juga ga mengerti. selama ini, Bayu dan Naura pun jauh berbeda perlakuannya dibanding dengan Maura" jawab ibu Rita diangguki sang suami, bapak Rita pun menyeruput kopi yang disuguhkan sang istri dan menikmati kopi tersebut.


__ADS_2