
"iyaa Bu, nanti aku berhenti dulu jika azan" jawabku sambil tersenyum.
ibu melangkahkan kaki meninggalkan aku seorang diri didapur, betapa beruntungnya aku mememiliki ibu mertua yang baik seperti ibu. mengaggapku anak sendiri dan selalu membuat ku nyaman dirumah ini, hanya saja yang namanya rumah tangga ada saja ujiannya. disini aku dan mas Bayu diuji dengan Maura yang selalu membuat ulah pada kami., astagfirullah ..
tak lama azan Maghrib terdengar, aku pun menghentikan masakanku kemudian berjalan memasuki kamar. terlihat mas Bayu sedang bersiap untuk sholat magrib.
"mas, tunggu aku ya kita jamaah" katakumembuatnya memberhentikan membentangkan sejadah.
"iyaa sayang, mas tunggu ya" jawabnya. aku pun memasuki kamar mandi untuk mengambil air wudhu. setelah itu, kamipun sholat berjamaah dengan khusuk.
setelah selesai aku kembali kedapur, kali ini aku diikuti mas Bayu dia akan membantuku menyelesaikan menu makan malam kami. setelah sampai dapur dikejutkan dengan ibu mertua yang sudah menggoreng kerupuk yang ia mau.
"Bu, kok ibu yang goreng kerupuknya?" tanyaku dengan wajah kaget.
"gapapalah rit, kamu istirahat aja ya. duduk dulu dimeja makan nanti biar ibu yang menata makanannya" kata ibu mertua, aku pun memeluk ibu mertua dari samping dengan sayang.
__ADS_1
"makasih ya Bu sudah seperhatian ini sama Rita" kataku dengan wajah berkaca-kaca.
"ya harus lah rit, kamu kan anak ibu juga" jawab ibu sambil tersenyum dengan masih melanjutkan menggoreng kerupuknya.
"udah sana ibu selesaikan ini dulu, nanti ga konsen ibu kamu peluk-peluk mulu" lanjutnya.
aku pun segera menyingkir, menghampiri mas Bayu yang sudah lebih dulu dimeja makan sambil memainkan handphonenya.
"mas, lagi liat apa sih. serius banget kayanya" tanyaku
"ngga sayang, ini loh mas baru buka aplikasi biru mas. lucu sayang liat Vidio kreator di negeri kita" jawab mas Bayu yang membuatku menyerit heran.
"ini, lihat aja sendiri" jawab mas Bayu sambil memperlihatkan tontonan dilayar hpnya. aku pun ikut nonton bersama mas Bayu, sesekali kami tertawa karna kekonyolan kreator tersebut.
"duuhh, kayanya seneng banget ketawa sampe kedengaran kedapur gitu" kata ibu yang tiba-tiba datang membawa menu masakan yang tadi aku masak, ibu menghidangkan menu itu diatas meja.
__ADS_1
"iyaa Bu, ini loh lucu. lumayan buat refresing otak" jawabku dengan tersenyum lebar.
"yasudah lanjutkan, biar kamu dan bayimu ga setres" jawab ibu yang membuatku tertawa kecil, begitupun mas Bayu.
ibu pun kembali kedapur, kemudian balik lagi kemeja makan untuk menata satu persatu menu makan malam. tak lupa yang terakhir, kerupuk.
aku dan mas Bayu menyudahi menonton Vidio di handphone mas Bayu untuk memulai makan malam, tetapi Maura dan Naura belum ada yang keluar kamar. ibu pun beranjak untuk memanggil mereka.
tak lama, Naura pun duduk dikursi meja makan yang diikuti ibu dibelakangnya tetapi ibu pun tanpa Maura.
"sudah ayok makan malam dulu, Maura belum lapar katanya" kata ibu mertua tanpa kami bertanya.
kami pun memulai makan malam dengan hening, hanya dentingan sendok dan garpu yang saling beradu yang bersuara. setelah selesai, aku meminta mas Radit menungguku di ruang tv agar bisa masuk kedalam kamar bersama.
setelah selesai, aku memanggil mas Radit dan mengajaknya masuk kedalam kamar, beristirahat.
__ADS_1
"ayok mas, aku sudah cape" kataku
"Ayuk" jawab mas Radit melangkahkan kaki menghampiri aku yang tak jauh dari tempatnya duduk. kami pun melangkahkan kaki menuju kamar dilantai dua dengan bergandengan.