Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus63.


__ADS_3

tepat pukul sepuluh pagi ketiga teman Naura pun akhirnya sampai rumah tersebut, Naura yang memang sudah berjanjian dengan ketiganya pun memilih menunggu mereka tepat didepan pintu rumah.


"assalamualaikum" salam ketiganya ketika melihat Naura sudah berada didepan pintu rumah.


"waalaikumsalam, yuk masuk dulu" jawab Naura dengan senyum mengembang.


"eehh mbak Rita kemana? kok sepi aja" kata Nana bertanya pada Naura.


"ada kok dikamarnya, nanti aku panggilkan aku bikin minuman dulu ya" jawab Naura diangguki oleh ketiga temannya tersebut.


"eehh ini temannya nak Naura ya?" kata bi Surti yang datang menyapa ketiga teman Naura tersebut.


"iyaa bi, kami udah janjian mau kekampus hari ini" jawab Salma dengan senyum mengembang menatap bi Surti yang juga membalas senyum dari Salma.


"oohh iyaa tadi nak Naura juga udah pamitan sama nak Bayu, sudah dibuatkan minum? biar bibi buatkan ya?" tawar bi Surti membuat ketiga teman Naura tersebut menggelengkan kepala.


"Naura udah bikin minum kok bi, gapapa gausah repot-repot" jawab dini yang langsung diangguki oleh dua temannya yang lain.


"yaudah kalo gitu bibi kedapur dulu ya, mau cek bahan masakan untuk buat makan siang. kalian makan siang disini kan?" tanya bi Surti pada ketiganya yang hanya bisa saling memandang.


"Bu, kamu mau kekampus loh. palingan nanti cuma sebentar habis ketemu mbak Rita langsung berangkat" jawab Naura yang tiba-tiba datang membawa beberapa gelas air minum untuk ketiga temannya dan juga cemilan.


"apa ngga nanti aja setelah makan siang nak? biar sekalian, dari pada nanti kalian makan siang diluar kan lebih hemat kalo makan siang dirumah" jawab bi Surti menatap Naura yang menyusun minuman-minuman tersebut.


"gapapa kok bu, nanti kan kita bisa makan diluar aja. gapapakan Din, sal, na?" tanya Naura pada ketiga temannya yang hanya bisa menganggukan kepala.


"iyaa gapapa kok nau" jawab Salma mewakili yang lainnya.


"tuh Bu, mereka juga gapapa kok. nanti siapkan buah potong aja ya Bu biar nanti aku makan untuk cemilan" jawab Naura yang langsung diangguki oleh bi Surti.

__ADS_1


" yasudah kalo begitu ibu ngga maksa, ibu siapkaj dulu ya buah potongnya. kamu panggil mbakmu dulu nau" jawab bi Surti mengingatkan Naura yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri. bi Surti pun kemudian berlalu menuju kearah dapur diiringin tatapan heran dari ketiga teman Naura tersebut.


"nau, kok kamu panggil bi Surti ibu si?" tanya Salma penasaran.


"iyaa sal, aku udah anggap bi Surti sebagai pengganti ibuku sendiri. begitu juga sama mbak Rita dan juga mas Bayu, Emmm tanpa aku ceritakan aku yakin kalian juga udah tau kan apa yang terjadi dalam keluargaku" jawab Naura menundukkan kepala.


"iyaa nau, maaf ya kami ngga bisa membantu apapun. karna itu urusan keluarga kalian, kami hanya bisa membantu sampai disana aja" jawab Nana membuat Naura menganggukan kepala dan tersenyum.


"iyaa gapapa kok, aku makasih karna kalian masih mau bantuin aku juga. kalo gitu aku panggil mbak Rita dulu ya, biar bawa keena kesini. katanya kalian kangen kan sama keena" jawab Naura yang langsung disambut anggukan kepala dengan mata berbinar.


Naura pun segera melangkah kan kaki menuju kamar Rita dan menemukan kakak iparnya itu tengah memegang ponsel dengan serius, Naura yakin jika Rita tengah membaca novel karna itu lah yang Rita lakukan setiap ada waktu senggang.


"ada apa nau?" tanya Rita yang sadar akan kehadiran Naura didepan pintu kamarnya yang sudah terbuka lebar.


"Nana, Salma sama dini udah sampai mbak. mereka kangen sama keena, apa dia masih tidur??" tanya Naura pada Rita yang langsung mendudukan diri dan melihat keena yang ternyata sudah terbangun dan sedang mengemut ibu jarinya.


"yaudah yuk turun" ajak Rita pada Naura yang langsung kembali menutup pintu kamar Rita setelah sang empunya kamar keluar dari dalam kamarnya.


"udah lama mereka sampai nau?" tanya Rita ketika mereka berjalan menuju ke lantai bawah.


"belum lama mbak, baru sekitar lima belas menitan sih" jawab Naura membuat Rita membalas dengan hanya beroh ria.


mereka pun akhirnya sampai diruang keluarga dimana ketiga teman Naura menunggu Rita dan juga Naura.


"nah nih keenanya datang nih ounty" kata Rita ketika sampai didepan ketiga sahabat naura yang langsung tersenyum menyambut kedatangan tuan putri kecil keluarga Adipura tersebut.


"waaahh keena makin gembul aja si" kata Nana membuat yang lainnya pun terkekeh mendengar perkataannya.


"gapapa lah ante, ajukan sehat biar cepet gede kata ante" jawab Rita menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


mereka pun tertawa bersama, kadan mereka juga saling mengejek satu sama lain.


"kamu udah bilang sama mereka nau tentang rencana kamu??" tanya Rita pada Naura yang menggelengkan kepala.


"belum mbak, tau mereka mau atau ngga" jawab Naura melirik ketiga temannya yang tampak menyeritkan kening.


"apa si nau?" tanya Salma penasaran.


"aku mau ajak kalian tinggal dirumah besar peninggalan ayahku, apa kalian mau?" tanya Naura pada ketiga temannya.


"apa? kamu ngga salah nau mau ajak kami bertiga buat tinggal dirumah peninggalan orangtua kamu?" tanya Nana dengan membelalakan mata.


"yaa ngga lah na, aku juga udah diskusikan ini sama mbak Rita tinggal nanti aku sampaikan sama mas Bayu aja kalo kalian setuju" jawab Naura yang juga diangguki oleh Rita.


"iyaa Naura benar, lagian rumah itu lumayan dekat buat kekampus dari pada dri sini. lumayankan kalian juga jadi lebih hemat uang jajan" jawab Rita dengan sedikit menggoda ketiga teman Naura tersebut.


"iyaa si mbak, tapi kami juga harus bicara dengan orangtua kami juga mbak" jawab dini yang diangguki oleh Salma dan juga Nana.


"iyaa tentu saja, kalo orangtua kalian mengizinkan silahkan tapi kalau tidak aku juga gapapa kok. mungkin nanti aku akan koskan aja kamarnya supaya aku juga ada temannya" jawab Naura membuat mereka membelalakan mata.


"dikos kan? apa kamu ngga salah nau? nanti kalo mas Bayu ga setuju gimana? mendingan kalo emang mereka ngga dibolehkan ya kamu tetap tinggal disini, rumah itu biar dijaga sama bi asih aja" jawab Rita.


"yaa liat nanti aja gimana mbak, tapi aku harap si kalian dibolehkan karna kasian juga kalo bi asih hanya sendiri dirumah itu. kalo urusan makanan kalian tenang aja, akan aku sediakan kok. kalian cukup pikirkan uang jajan kalian aja dan biaya kuliah" jawab Naura membuat ketiganya menganggukkan kepala.


"iyaa nau, nanti kamu akan bicarakan dengan orangtua kami." jawab Salma membuat Naura menganggukan kepala dan tersenyum.


________________________________________


mohon maaf ya pembaca yang setia, aku bener-bener lagi drop banget jadi ngga bisa update lebih banyak, dan mohon maaf kalo ngga bisa maksimal.🙏

__ADS_1


__ADS_2