
"jadi begitu ceritanya, maksud Maura apa ya mas berbuat seperti itu. apa dia ingin membuat rumah tangga kita berantakan dengan fitnah yang dia buat ini. maaf ya mas bukannya aku ga suka dengan Maura, tapi kanapa sikapnya menjadi seperti ini sedangkan aku tidak pernah sama sekali mengganggunya" kata ku dengan raut wajah sedih.
"maaf ya sayang, maaf membuat mu menjadi kepikiran hal ini. mas janji akan mengurus Maura, tapi kita tidak bisa membalasnya dengan cara terang-terangan sayang. kita harus membalasnya dengan cara halus agar dia tidak curiga. kita ikuti saja dulu permainannya kita lihat sampai dimana taktik nya untuk memisahkan kita, yang penting tetaplah percaya dengan mas mu ini dan mas juga akan selalu percaya padamu sayang" kata mas Bayu yang aku beri anggukan kepala tanda setuju.
"terus apa rencana mu untuk membalas semua ini mas? aku takut Maura melakukan yang lebih dari ini padaku, aku menghawatirkan janinku yang menjadi targetnya" kataku pada mas Bayu.
"begini sayang aku ada ide, kebetulan ini ide dari sahabatku dikantor. apa kamu bisa membantuku?" tanya mas Bayu padaku.
aku pun menyanggupi untuk membantu mas Bayu sebisaku, mas Bayu pun menjelaskan rencana yang dia peroleh dari temannya.
"begini sayang, sebelumnya bisakah kamu membuat semua orang dirumah ini pergi ketika hari minggu nanti?" kata mas Bayu yang langsung membuatku menyerit heran.
"bagaimana caranya mas?" tanyaku penasaran.
"bagaimana pun caranya sayang, misalnya kamu suruh ibu bersama Naura kemana dan Maura pun kemana gitu sayang" kata mas Bayu melanjutkan, aku pun hanya menganggukan kepala.
"biasanya jika hari Minggu kita akan berkumpul kan mas, kecuali Maura yang selalu keluar untuk bertemu temannya. iyakan mas?" jawabku pada mas Bayu.
"iyaa sayang kamu benar, terus kalo ibu dengan Naura bagaimana sayang?" tanya mas Bayu
"ibu dengan Naura biar aku ajak jalan-jalan ke mall aja bagimana mas? kebetulan aku kan sudah lama tidak berbelanja, sekalian aku berbelanja ditemani ibu juga Naura mas. memang apa yang akan kamu lakukan mas?" kataku memberi pertanyaan pada mas Bayu.
"aku akan memasang cctv untuk memantau gerak gerik Maura saat dirumah sayang, bahkan saat ini aku tengah menyewa seorang pereman untuk mengawasinya diluar rumah bahkan dikampusnya aku pun membayar teman satu kelasnya untuk mengawasi Maura didalam kampusnya sayang" jawab mas Bayu yang membuatku memelototkan mata.
sebegitu ekstranya mas Bayu mengawasi Maura yang saat ini tengah membahayakan bagi rumah tangga kami. dia sampai rela melakukan segalanya.
"apa tidak terlalu berlebihan mas jika seperti itu?" tanyaku pada mas Bayu dengan wajah menyerit heran.
"tidak sayang, setidaknya sampai kamu melahirkan. atau kamu mau kita tinggal berjauhan? kamu dirumah orang tuamu sedangkan aku dirumah ini?" tanya mas Bayu yang membuatku langsung menggelengkan kepala.
tentu saja aku tidak mau berpisah dari mas Bayu, justru itu semakin membawakan untuk rumah tangga kami. bukankah disaat seperti ini seharusnya memang kita harus selalu berdekatan agar jika ada salah faham bisa langsung dibicarakan baik-baik.
"tentu saja aku tidak mau mas, bisa-bisa Maura melakukan yang lebih dari ini mas. terlebih lagi padamu, aku tidak akan mau yang semalam terulang. aku sangat tidak rela sekali" jawabku dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"iyaa maka dari itu aku memberi solusi ini, semoga ini yang terbaik ya sayang" kata mas Bayu sambil mendekap ku dengan erat.
"amiiinnn" jawabku dengan menyunggingkan senyuman.
aku dan mas Bayu pun mulai terlelap tidur setelah membahas rencana kami pada hari Minggu nanti.
sedangkan diruang keluarga ibu mertua, Naura dan juga Maura masih menonton acara tv.
tepat pukul sepuluh malam ibu mertua kembali kekamar diikuti oleh Naura, sedangkan Maura masih tetap berada didalam ruang keluarga tersebut.
entah apa yang dipikirkan, tak lama dia pun menyusul masuk kedalam kamarnya.
keesokan harinya
seperti biasa mas Bayu berangkat kekantor setelah menyelesaikan sarapannya, tapi bedanya kali ini sarapan tak dimeja makan melainkan didalam kamar. karna mas Bayu merasa tak nyaman dengan Maura setelah kejadian beberapa waktu lalu.
setelah mas Bayu berangkat kekantor, aku pun menikmati sarapanku bersama ibu mertua juga kedua adik iparku.
"iyaa Bu, mas Bayu sedang terburu-buru makanya tdi aku bawakan sarapannya ke kamar sekalian dia bersiap" jawabku dengan menyunggingkan senyuman pada ibu mertua.
"oohh begitu, yaudah selesaikan sarapanmu dengan cepat ya ibu mau mengajakmu olah raga di taman biar calon bayi pun sehat menghirup udara pagi" kata ibu mertua yang membuatku menganggukan kepala dengan semangat.
aku pun menyelesaikan makan ku dengan cepat, setelahnya aku pun berganti pakaian dan kembali menemui ibu mertua.
"Bu, mba aku sama kak Maura mau berangkat dulu ya" kata Naura menyalami aku dan ibu mertua.
"iyaa sayang, kalian hati-hati dijalan. jangan ngebut bawa motornya ya" kata ibu mertua dengan perhatian.
setelah Maura dan Naura meninggalkan rumah baru lah aku dan ibu mertua menuju ke taman dengan berjalan kaki, kebetulan taman komplek tak jauh dari rumah.
disana aku berlari kecil bersama ibu mertua yang berjalan diatas batu kerikil.
setelah merasa cukup kami pun beristirahat, ibu mertua menanyakan sikap mas Bayu akhir-akhir ini lebih pribadi pada ku.
__ADS_1
"Rita, ibu harap kamu jawab dengan jujur dengan sikap Bayu akhir-akhir ini ketika dirumah. apa ada sesuatu yang terjadi sehingga Bayu terlihat menghindar dari pertemuannya dengan Maura?" tanya ibu mertua pada ku dengan alis menyerit.
aku yang sedang meneguk air minum botolan pun langsung tersendak karna pertanyaan ibu mertua. aku harus jawab apa, pikirku.
"ti-tidak ada Bu, hanya saja akhir-akhir ini mas Bayu banyak sekali pekerjaan makanya dia terlihat sangat lelah sekali" jawab ku sekenanya.
"kamu sama sekali tak pandai berbohong sayang, katakanlah dengan jujur. ibu tidak akan memarahi mu nak" kata ibu mertua dengan lembut.
"maaf Bu, aku tidak ingin ibu kepikiran dengan masalah kami sehingga membuat kondisi ibu drop seperti kemarin. maafkan Rita Bu" jawab ku dengan wajah tertunduk.
"baiklah, tapi tolong jawab. apakah Maura berbuat sesuatu yang fatal kepada Bayu hingga Bayu sama sekali tak ingin bertatap muka dengan Maura?" tanya ibu mertua sekali lagi yang langsung aku berikan anggukan kepala.
"lalu, apa rencana kalian berdua untuk menyelesaikan masalah ini. jngan sampai berlarut-larut bagaimana pun kalian tetap bersaudara" kata ibu mertua menasehati.
akhirnya aku pun memberitahukan dan menjelaskan rencana ku juga mas Bayu kepada ibu mertua. dia pun hanya menganggukan kepala tanda mengerti.
"baiklah, ibu akan membantumu. kamu juga jngan terlalu memikirkan yang berat-berat. ingatlah anak yang berada dalam kandungan ya sayang" kata ibu mertua sambil membelai rambutku dengan sayang.
"baik Bu, terimakasih" jawab ku dengan tersenyum.
"yasudah Ayuk kita kembali kerumah, ibu sudah lelah ingin istirahat." kata ibu mertua
kami pun bangkit dari duduk kemudian berjalan melangkah meninggalkan taman menuju rumah. sesampainya dirumah ibu mertua langsung masuk kedalam kamarnya, begitu pun aku.
aku lalu berganti pakaian dan meminum obat penguat kandungan, kemudian aku beristirahat membaringkan tubuh diatas kasur dengan menyelonjorkan kaki.
rasanya pegal sekali setelah berjalan ditaman bersama ibu mertua, mungkin efek dari kehamilan yang masih sangat muda jadi membuat ku lebih cepat kecapean.
aku pun sangat mengantuk, tapi aku berusaha untuk tidak tidur disaat waktu masih pagi hari. karna kata orang tidak boleh disaat lagi hamil tidur dipagi hari.
aku pun membaca novel di aplikasi yang ada di handphone ku untuk mengurangi rasa kantuknya.
suara telpon masuk menghentikan kegiatanku membaca novel. dari mas Bayu ternyata, gumamku.
__ADS_1