
Semua orang yang berada dirumah itu pun bergidik ngerti mendengar perkataan Bayu, mereka tau betul bagaimana seorang yang lembut bisa saja berbuat hal yang lebih jika keluarga diusik. begitu pun bayi yang melakukan hal yang sama untuk keluarganya.
"katakan dengan jujur siapa yang menyuruh mu bi, baru aku akan memaafkanmu tapi hukuman tetap akan terus berjalan" jawab Bayu membuat bi Narti akhirnya mendongak.
"ma-maaf pak, baik saya akan jujur. maaf kan saya pak, saya hanya disuruh pak. saya disuruh oleh salah satu napi yang berada di lapas untuk mencari tau keluarga bapak dan memasuki rumah ini jika ada celah itu aja pak" jawab bi Narti dengan suara bergetar.
"terus apa lagi?' tanya Bayu dengan nada santai.
"terus saya mencari tau mulai dari alamat yang ia tuliskan pak, disana tertulis alamat rumah besar makanya saya bisa tau kalo bi asih tengah mencari asisten rumah tangga akhirnya saya mencoba mendatangi bi asih pak untuk melamar menjadi asisten rumah tangga pak." jawab bi narti dengan menundukkan kepala.
"baiklah saya mengerti, lalu siapa nama napi yang menyuruhmu mendatangi rumah besar itu?" tanya Bayu tanpa menatap bi Narti yang masih menundukkan kepala dan masih terdengar Isak tangis dari asisten rumah tangga nya tersebut.
"ma-maura pak" jawab bi Narti membuat Rita, Bayu dan juga Naura membelalakan mata. sementara ketiga sahabat Naura pun hanya tersenyum kecil, karna sebetulnya mereka sudah tau hal ini.
"apa? Maura! apa kamu ngga salah menyebut nama?" tanya Rita dengan nada tinggi.
"ngga Bu, iyaa memang Maura yang menyuruh saya masuk kedalam rumah keluarga ini. lebih tepatnya untuk menggoda pak Bayu agar berpisah dengan ibu, maafkan saya pak Bu" jawab bi Narti yang sudah bisa berkata dengan lancar meskipun masih mengeluarkan air mata.
"bagaimana bibi bisa kenal dengan Maura? apa kalian pernah berteman, atau bibi pernah dipenjara sebelumnya?" tanya Naura yang penasaran dengan sosok bi Narti.
__ADS_1
"i-iya non, saya pernah berada dalam penjara. maaf kan saya sudah berbohong tentang identitas asli saya, maafkan saya pak Bayu Bu Rita. maafkan" jawab bi Narti menangis sesenggukan didepan Rita dan Bayu juga didepan seluruh karyawan dirumah itu.
"giliran udah ketauan aja baru minta maaf, kalo ngga ada kejadian kaya gini kamu pasti dengan senang hati kan melakukan hal rendahan ini untuk membantu perempuan tak tau diuntung itu. apa si yang bisa dia kasih sama kamu bi sampai kamu dengan gampangnya mengikuti keinginan orang gila itu" kata Naura membuat Bayu dan juga menatap adiknya itu dengan tatapan tajam.
"maaf non, maaf kan saya. saya tergiur dengan bagian yang ingin dia berikan, karna dia bilang jika ia adalah salah satu pemilik dari semua yang dimiliki oleh pak Bayu. dia juga bilang jika Bu Rita adalah orang yang sudah mengambil kekasihnya, makanya saya mengiyakan apa yang ia katakan Bu pak" jawab bi Narti.
"astagfirullah" jawab semua orang yang ada diruang tersebut secara serentak sambil mengelus dada.
"dan kamu percaya begitu aja bi sama apa yang dikatakan oleh Maura? bibi tau ngga si kasus apa yang sedang dihadapi oleh Maura sampai bisa ditahan disel?" tanya Rita dengan nada geram pada bi Narti yang terlihat dimatanya.
mendengar pertanyaan Rita bi Narti pun langsung menganggukan kepala tanda menjawab iya atau tau apa kasus yang membuat Maura hingga masuk kedalam sel tahanan.
"nah kalo tau kenapa bibi bisa mengiyakan apa yang dikatakan wanita itu, bibi itu sebanarnya bodoh atau bagaimana si" jawab Naura yang sudah terlihat sangat kesal dengan bi Narti.
"bukan pak, tapi bos" jawab bi Narti membuat dahi Bayu menyerit heran.
"bos, siapa?" tanya Bayu dengan heran.
"orang yang berjanji akan membebaskan Maura pak, saya dengar tak lama lagi Maura akan segera bebas dan akan menjadi anak buah si bos ini" jawab bi Narti dengan sangat yakin.
__ADS_1
"si bos ini siapa? kenapa bisa mengeluarkan Maura dari dalam sel, apa dia orang yang sangat berpengaruh" tanya Bayu pada bi Narti yang langsung menggelengkan kepala.
"saya juga gatau pastinya pak, tapi yang saya pernah dengar waktu dia masuk kedalam sel. dia adalah salah satu bandar narkoba pak, dia sengaja menahan diri agar tidak keluar dari sel itu dengan jaminan agar dapat dengan gampang mencari orang yang dapat ia percaya untuk menjalankan bisnisnya. menurutnya penjara adalah tempat yang tepat, karna selain orang didalam sana adalah seorang oe jahat pastinya mereka juga orang-orang yang butuh uang banyak dengan cata yang instan pak" jawab bi Narti membuat Bayu menganggukan kepala.
"baiklah, saya akan memaafkan kamu tapi dengan syarat" jawab Bayu menatap bi Narti yang langsung mendongak menatap Bayu dengan tatapan binar.
"syarat apa pak?" tanya bi Narti dengan antusias.
"kamu harus mendapatkan semua informasi yang aku butuhkan tentang Maura saat ini, tetaplah berpura-pura dipihaknya. karna aku punya rencana sendiri untuk manusia tak tau malu sepertinya" jawab Bayu dengan mata mengkilat marah.
"ba-baik pak saya akan jalankan apa yang bapak perintahkan, tapi pak apa Maura ngga akan curiga pak?" tanya bi Narti dengan dahi menyerit heran.
"itu urusanmu, bagaimana pun caranya kamu harus berusaha agar Maura ngga akan curiga dengan kerja sama kita. kamu juga harus merekam percakapan setiap kali pertemuanmu dengan Maura nanti jika dia sudah keluar dari penjara, apa kamu sanggup?" tanya Bayu yang langsung diangguki oleh bi Narti.
"sanggup pak, saya sangat sanggup. saya akan melakukan apapun pak, tapi tolong jangan pecat dan jangan laporkan saya pada polisi" jawab bi Narti dengan wajah sendu.
"baiklah kalo gitu, berarti yang akan pindah ikut dengan Naura itu bi Lastri ya. jadi kan bawa orang dari sini nau?" tanya Bayu pada Naura yang langsung dijawab gelengan kepala oleh perempuan tersebut.
"ngga usah deh mas, mang Jojo aja cukup. lagian tadinya aku mau bawa bi Narti itu karna mencurigai gelagat bi narti yang mencurigakan, tapi karna sekarang sudah ketauan jadi ya lebih baik bi Narti disini aja. lagian kalo nanti bi Lastri ikut aku kasian bi Lasmi harus sibuk sendiri didapur, biar disini aja semakin banyak orang dirumah ini semakin gampang kita pantau bi Narti" jawab Naura membuat Bayu langsung menganggukan kepala.
__ADS_1
"Naura bener mas, sebaiknya memang bi Narti dirumah ini aja. aku setuju dengan perkataan Naura mas"....
bersambung.....