
tak lama, kamipun sampai dirumah dengan keadaan rumah yang sudah gelap. ya kami sampai dirumah tepat pukul sepuluh malam, saat masuk kedalam rumah kami langsung masuk kedalam kamar dan beristirahat.
keesokan paginya aku bangun lebih dulu dari mas Bayu, kemudian mandi dan bergegas menyiap kan sarapan untuk keluarga. kebetulan ini hari Sabtu jadi semua orang akan berada dirumah, ibu mertua pun datang dan menghampiriku yang masih berkutat dengan penggorengan.
"pagi rit" sapa ibu mertua dengan senyum mengembang.
"pagi Bu" jawabku membalas sapaan ibu.
"bagaimana keadaan cucu oma kali ini, udah siap untuk memulai dunia barukah?" tanya ibu mertua yang wajah binar menantikan kelahiran cucu pertamanya.
"Alhamdulillah semua baik Bu, semoga bisa lahir sesuai waktunya" jawabku disertai senyum.
"Alhamdulillah, jngan capek-capek rit. kandunganmu semakin membesar, ibu takut terjadi sesuatu sama kamu" kata ibu mertua. aku pun hanya tersenyum sekilas mendengar perkataan ibu mertua.
"insyaallah ngga akan ada apa-apa Bu, toh selama ini juga aman aman aja kan Bu" jawabku tersenyum.
__ADS_1
"iyaa si, tapi ntah kenapa perasaan ibu tidak enak" jawab ibu mertua dengan wajah gusar.
"tidak apa Bu, jngan terlalu dipikirkan. doakan saja aku dan anakku selamat selama proses persalinan nanti" jawabku merangkul ibu mertua.
"amiiinn, ayooo sudah selesai ini masakan kamu. sebaiknya kamu istirahat" kata ibu mertua menuntun ku duduk dikursi meja makan.
"sebentar Bu, aku masih mau buat susu hamil dulu Bu" kataku lembut.
"sudah, biar ibu yang buatkan. kamu duduk saja disini" kata ibu mertua mendudukkan ku dikursi. lagi lagi aku bersyukur memiliki ibu mertua yang begitu sayang dan perhatian padaku. dibalik ipar yang selalu mencari masalah, mungkin itu ujian rumah tanggaku dan mas Bayu.
"sudah bangun mau?" tanyaku berbasa basi.
"iyaa mbak, mau ambil minum dulu" jawabnya sambil tersenyum, senyum yang sama sekali tak biasa. ntah setiap kali aku melihat Maura selalu rasa khawatir itu hadir menyelimuti diriku.
tak lama ibu pun kembali berbarengan dengan Maura yang membawa nasi goreng yang tadi aku masak yang ternyata sudah berpindah pada wadah nasi. kemudian ia menyajikan nasi goreng diatas meja makan dan kembali untuk mengambil piring yang harus disediakan berserta sendok dan garpu. Maura pun terlihat sibuk menyiapkan peralatan makan sembari sesekali melirik ke arahku.
__ADS_1
"pagi sayang" sapa mas Bayu yang baru saja turun dari kamar langsung mengecup dahiku didepan ibu mertua dan Maura.
"mas, kamu mau kemana? kok sudah rapi begini?" tanyaku dengan alis bertaut heran.
"mas harus lembur sayang, ada pekerjaan yang gabisa mas tunda. tapi mas pakai pakaian santai aja, karna weekend lagi pula kantor juga pasti sepi" jawab mas bayu membuatku membulatkan bibir.
"yasudah mas sarapan dulu ya" kataku menyiapkan nasi goreng ke piring mas Bayu.
"iyaa sayang, kamu hati-hati dirumah ya. ibu minta tolong jaga Rita dan calon cucu ibu ya" kata mas Bayu pada ibu mertua.
"iyaa kamu ini, kaya ga biasanya Rita dirumah sama ibu" jawab ibu mertua membuatku dan mas Bayu tertawa.
"iyaaiyaa maaf Bu" jawab mas Bayu memeluk ibu dari samping.
"selamat pagi semuaaaa" sapa Naura dengan suara melengking.
__ADS_1
"nau, apaa apaan si kamu teriak-teriak pagi-pagi begini. berisik tau!" omel ibu mertua pada Naura yang langsung mencebikkan bibirnya.