Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
duapuluhtiga


__ADS_3

hari terus berganti, saat ini usia kandunganku sudah memasuki tiga bulan. sejak saat itu, telah banyak hal yang selalu dilakukan Maura. termasuk berusaha menyingkirkan anak yang sedang aku kandung.


aku pernah meminta pada mas Bayu untuk tingga dirumah orang tuaku dikampung, tetepi mas Bayu tidak mengizinkan dengan alasan dia tidak bisa jauh dariku.


aku memakluminya,mungkin itu memang keinginannya untuk selalu berdekatan dengan ku calon anak kami.


pagi ini, kami semua sarapan dengan tenang tanpa adanya perdebatan yang berarti.


"mas, siang nanti jadwal ku kontrol ke dokter kandungan. apa mas bisa mengantarkan aku?" tanyaku pada mas Bayu yang masih mengunyah makanannya.


"nanti mas izin ke atasan dulu ya sayang, tapi kalo tidak bisa tak apa kan kamu berangkat dengan ibu?" jawab mas Bayu yang langsung mengalihkan perhatian pada ibu mertua.


"iyaa gapapa kok mas" jawabku menatap sekilas ibu mertua yang tengah asik memakan sarapannya.


"mas berengkat dulu ya sayang" kata mas Bayu sambil mengelap mulutnya dengan tisu dan bangkit dari meja makan.


aku pun mengecup punggung tangannya kemudian dibalas dengan kecupan dikening oleh mas Bayu, kemudian mas Bayu beralih mengecup punggung tangan dan kening ibu mertua. setelah itu baru mas Bayu melangkahkan kaki keluar dari rumah.


"kita nanti ke dokter kandungan jam berapa rit?" tanya ibu mertua yang masih menghabiskan sarapannya.

__ADS_1


"jam sepuluh aja ya Bu" jawabku dengan tersenyum lembut, dibalas anggukan kepala oleh ibu mertua.


"yasudah kalo gitu, ibu masuk kamar dulu ya. Naura hati-hati dijalan, dan kamu mau! tolong jangan berbuat yang aneh-aneh lagi terhadap Kaka ipar kamu!" kata ibu mertua dengan tegas pada Maura.


"Maura lagi Maura lagi, mbak Rita aja yang lebay ga bisa hati-hati udah tau bawa calon anak tapi teledor" kata maura dengan sangat sambil memakan sarapannya.


aku dan Naura hanya saling pandang mendengar perkataan Naura, padahal jelas selama ini Maura yang selalu berbuat ulah.


"tolong jangan ngeles lagi Maura, ingat dirumah ini semua sudah dipantau. jadi, jangan kamu berani macam-macam. atau....." kata ibu mertua yang terputus perkataan Maura.


"atau apa Bu? atau apa?" teriak Maura didepan ibu mertua.


"ibu kenapa sih selalu aja bela mbak Rita, apa salah Bu aku mencintai mas Bayu? apa salah rasa ini hadir Bu? jangan terus salahkan aku Bu, aku hanya ingin mendapatkan apa yang aku mau meski harus mengorbankan orang lain!" kata Maura sambil menatap sinis kearahku.


"jaga ucapan kamu Maura! Bayu itu kakak kamu dan Rita ibu kakak iparmu. tidak pantas kamu berbuat seperti itu pada mereka, mereka yang sudah membiayai hidup kamu dan sekolah kamu mau!!" kata ibu mertua dengan lantang.


"terus kenapa Bu? apa karna itu aku ga berhak buat cinta sama mas Bayu? apa salahku Bu!!" teriak Maura menjadi-jadi.


plaaakk,,,

__ADS_1


satu tamparan mendarat dipipi Maura dari ibu mertua.


"sekali lagi kamu berani berteriak dihadapan ku, aku gaakan segan segan mengusirmu dari rumah ini" ibu mertua berbicara lantang dihadapan Maura.


aku tak menyangka ibu mertua bisa berbicara seperti itu dihadapan Maura, padahal selama ini ibu mertua terlihat sangat menyayangi anak-anaknya.


"heh bahkan ibu tega berkata begitu padaku, oh iyaa harusnya aku sadar diri hanya anak pungut. bukan begitu Bu?" kata Maura dengan sinis pada ibu mertua.


ibu mertua hanya diam mendengarkan perkataan Maura, tersirat rasa bersalah dan kecewa Dimata ibu mertua pada Maura. ibu tetap tidak bergeming, sementara Maura terus sama berkata yang semakin memojokkan ibu mertua.


"bukan begitu Maura, kamu sudah keterlaluan kali ini mau. Bayu dan Rita itu kakak dan kakak iparmu, tidak pantas kamu sebagai adiknya membuat kegaduhan di rumah tangga mereka. mau disebut apa kamu sebagai adik berbuat seperti itu terhadap kakaknya sendiri. sadarlah nau, apa ibu yang sudah gagal mengajari kamu menjadi perempuan yang berakhlak. yaallah" kata ibu mertua dengan wajah berkaca-kaca.


rupa nya selama ini ibu mertua memendam kesedihan dengan kelakuan Maura, kasian ibu mertua merasa gagal mendidik anak yang sudah sangat ia sayangi seperti anak kandung sendiri.


"sabar Bu, jngan seperti ini nanti darah tinggi ibu kambuh" kata Naura menenangkan. aku hanya bisa menatap dengan penuh rasa kasihan dan bersalah pada ibu mertua. karna ini masalah rumah tanggaku, tapi bukan hanya itu masalah utamanya adalah adik iparku Maura.


"ibu sudah gagal mendidik kakak kamu Maura, nau. ibu gagal, lihatlah kelakuannya semakin kesini semakin berani kepada ibu" kata ibu mertua sambil terisak. Maura hanya mendengarkan isakan ibu mertua tanpa merespon apapun, sebegitukah teganya hari Maura dengan ibu mertua. orang yang selama ini sudah membesarkannya dan menyekolahkannya bahkan memberikan kasih sayang yang tulus layaknya anak kandung.


"ini bukan salah ibu Bu, memang dasar kak Maura saja yang tidak tau diuntung dan tidak tau malu. buktinya aku tidak seperti itu, dan mas Bayu menjadi lelaki yang bertanggung jawab pada anak dan istrinya. iyakan mbak Rita?" kata Naura menenangkan ibu mertua dengan caranya,aku pun hanya menganggukan kepala tanda setuju apa yang dikatan Naura.

__ADS_1


__ADS_2