Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
limapuluhenam


__ADS_3

malam harinya semua orang berkumpul diruang tamu setelah melakukan malam malam bersama, terlihat Bayu, Naura, Rita dan kedua orangtuanya menonton tv bersama dengan tawa yang menghiasi ruang tamu tersebut dan keena berada ditengah-tengahnya.


"Bayu, ada yang bapak ingin sampaikan pada kami dan juga Rita. semoga kamu bisa menerima semua yang bapak sampaikan, tapi bapak juga ngga mau apa yang bapak sampaikan ini menjadi perpecahan kembali antara kedua belah pihak" kata bapak Rita memulai pembicaraan.


"apa pak? katakan saja. insyaallah Bayu akan mendengarkan dan akan selalu bertabbayun pak" jawab Bayu pada bapak Rita yang menganggukkan kepala.


"begini, tadi pagi sewaktu bapak keliling diarea lingkungan rumah ini ngga sengaja bapak melihat Maura dengan seseorang yang berpakaian seperti preman. setelah bapak tanyakan pada Maura apa yang ia lakukan dengan orang itu, ia mengelak. tapi bapak yakin ada sesuatu yang ia rencanakan, bapak minta kamu harus berhati-hati mulai sekarang. awasi setiap pergerakan orang-orang disekitar kamu, terutama kamu rit. bapak takut terjadi apa-apa dengan kamu dan Naura jika bapak dan ibu sudah tidak tinggal dirumah ini" jawab bapak dengan nada serius, diangguki oleh Bayu dengan dahi yang menyerit.


"apa bener apa yang bapak katakan ini pak? kalo bener, Bayu akan awasi ekstra Maura seperti yang sudah-sudah. ya meskipun tetap saja Bayu selalu kecolongan, tapi setidaknya ngga pernah sampai membuat bahaya rumah tangga Bayu dan Rita seperti apa yang ia harapkan" jawab Bayu dengan yakin.


"bener Bayu, bapak ngga bohong. iyaa, bapak minta kuatkan pertahanan rumah tangga kalian agar tidak mudah goyah. supaya Maura atau siapapun yang berusaha memisahkan kalian ngga akan pernah berhasil, hanya itu pesan bapak. dan jangan lupa berserah diri pada yang diatas" jawab bapak Rita.


"huh, lagian kak Maura ini ya ngga ada bosen-bosennya berusaha buat rumah tangga mas Bayu dan mbak Rita berantakan. heran Naura!" kata Naura dengan nada kesal.


"iyaa itulah nau, kalo hati sudah diisi dengan rasa iri dan dengki apapun pasti akan ia lakukan tanpa memikirkan akibatnya. maka kamu khususnya sebagai seorang perempuan harus mampu menjaga martabat kamu, karna bagaimana pun martabat seorang perempuan adalah rasa malunya. misal kamu seperti Maura, maka hilanglah martabatmu sebagai seorang perempuan karna ngga punya rasa malu. kenapa? karna terang-terangan menginginkan suami kakak iparnya sendiri. iya meskipun memang Bayu adalah kakak angkatnya, tetap saja salah. iyakan?!" kata ibu Rita ikut memberikan masukan untuk anak-anaknya.


"iyaa ini harus menjadi pelajaran untuk kita nantinya, meskipun kita belum bisa mengatasi perbuatan Maura. setidaknya ada rasa percaya dan keyakinan pada hari kita masing-masih untuk mempercayai pasangan" jawab Rita mengalihkan pandangan pada kedua orangtua dan juga suaminya.

__ADS_1


"amiiinn, semoga Maura cepat sadar dengan semua perlakuannya selama ini. Allah maha membolak balikkan hati manusia, semoga Allah cepat memberikan hidayah pada Maura agar bisa cepat berubah menjadi orang lebih baik lagi" jawab bapak Rita diangguki oleh semuanya.


"amiiinnn" jawab mereka serentak.


**************************************


dirumah ibu mertua Rita Maura yang baru saja pulang kerumah mendudukan diri disofa ruang keluarga, dimana sang ibu sedang menonton tv ditemani seorang asisten rumah tangga yang diberikan Bayu untuk menemani sang ibu.


"dari mana aja kamu jam segini baru sampai rumah?" tanya ibu Bayu pada Maura.


"huh, abis kuliah lah Bu. darimana lagi, aneh-aneh aja pertanyaan ibu" jawab Maura dengan ketus.


"ibu ini kenapa sih ga percayaan banget sama Maura, Maura jujur salah bohong juga salah. mau ibu apa?!" balas Naura dengan ketus.


"ingat ya nau, sudah cukup kamu berbuat yang engga-ngga buat rumah tangga kakak dan kakak ipar kamu. jangan berbuat diatas batas wajar, ibu ngga akan pernah memaafkan kamu udah kesekian kalinya!" ancam ibu Bayu pada Maura yang menatap tajam dirinya.


"Bu, ibu. ibu selalu aja belaain mereka, ibu lihat Bu bahkan sampai detik ini Maura yang masih bersama ibu. bukan mereka, kenapa sih ibu selalu aja ada dipihak mereka. seharusnya ibu dukung aku, bukan terus-terusan bela mereka." jawab Maura dengan nada tinggi membalas perkataan sang ibu.

__ADS_1


"cukup Maura!! kamu seharusnya bisa berfikir lebih dewasa, bukan malah semakin menjadi-jadi. seharusnya kamu sadar, mereka pergi dari sini juga karna kamu. karna ngga pernah kamu berikan kenyamanan untuk rumah tangganya. kamu sadar ngga sih, andai ibu bisa milih sebaiknya kamu yang pergi dari rumah ini bukannya mereka!!" teriak ibu Bayu dihadapan Maura yang langsung melotokan mata mendengar perkataan ibu yang selama ini membesarkannya tersebut.


"oohh jadi selama ini ibu ngga ikhlas hidup sama aku dirumah ini? iya? silahkan ibu ikut sama anak dan menantu kesayangan ibu itu. aku ngga akan perduli sama ibu lagi, inget ya Bu. aku ngga akan pernah ninggalin rumah ini sampai kapanpun, kalo ibu mau silahkan ibu yang pergi dari rumah ini!!" jawab Maura dengan penuh penekanan.


"heh, kamu pikir kamu siapa bisa mengusir ibu dari rumah ibu sendiri. kamu seharusnya sadar diri Maura, semua ini ngga akan pernah jadi milik kamu. kamu itu cuma anak yang dibawa oleh suamiku kedalam rumah ini, kalo bukan karna kasih sayangku yang aku sama ratakan untukmu dan juga kedua anakku kamu bukanlah apa-apa. mungkin saat ini kamu masih jadi gelandangan diluar sana!" jawab ibu Bayu dengan memandang sinis Maura yang sudah kelewat batas bersikap padanya.


"jaga ucapan ibu, biar bagaimana pun aku berhak atas rumah ini. jadi aku bebas melakukan apapun pada rumah ini!" jawab Maura dengan percaya diri, ibu pun terkekeh mendengar perkataan Maura yang menurutnya sangat lucu!


"hahahah Maura Maura, sejak kapan ada undang undang anak angkat berhak mendapat bagian dari orangtua angkatnya. mau kamu mengadu pada siapapun pasti kamu yang akan dibilang halu, dan lagi apa kamu lupa sertifikat rumah ini atas nama siapa hah! atas mana saya, jadi rumah ini adalah milik saya! jangan terlalu percaya diri" jawab ibu Bayu dengan terkekeh.


"kurang ajar!!" geram Maura menghentakkan kaki menuju kamarnya dengan wajah marah bercampur emosi yang memuncak, meninggalkan ibu Bayu yang menghela nafas kasar didepan sang asisten rumah tangga.


"astagfirullah" kata keduanya berpandangan dan mengelus dada masing-masing.


"sepertinya non Maura sudah lebih kelewat batas Bu, sudah hilang rasa hormatnya pada ibu sebagai ibu angkatnya" kata sang asisten pada ibu Bayu yang menatap nanar tv yang ada didepannya.


"semua salah saya bi, saya yang terlalu memanjakannya melebihi anak kandung saya sendiri. tapi itu seolah saya memamg menganggap dia anak kandung saya, dulu saya berfikir agar ia tak merasa asing dengan statusnya yang hanya anak angkat. ternyata malah sifatnya saat ini membuat saya sendiri kewalahan menghadapinya" jawab ibu Bayu dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"ini bukan salah ibu, namanya seorang ibu pasti mau yang terbaik untuk anak-anaknya mau itu anak angkat ataupun anak kandung. saya percaya ibu pasti sudah mendidiknya dengan baik" jawab bibi dengan lembut membesarkan hati majikannya yang selama ini berlaku baik padanya.


ibu Bayu pun tersenyum mendengar perkataan bibi, tanpa rasa sungkan ibu Bayu pun memeluk bibi yang diperkirakan usianya diatas ibu Bayu beberapa tahun saja tersebut. bibi yang terkejutpun membelalakan mata melihat sang majikan memeluknya dengan tulus.


__ADS_2