Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
duabelas


__ADS_3

sore hari menjelang waktu pulang kerja sang suami, Rita mulai merapihkan dirinya tak lupa dia pun memasakkan makan malam kesukaan sang suami. karna malam ini dia berencana akan menanyakan apa yang Maura katakan kepadanya, dan dia sangat berharap bahwa sang suami mau jujur terhadapnya.


setelah semua selesai tepat pukul setengah tujuh, sang suami pulang masih mengenakan pakaian lengkap seperti yang ia kenakan ketika pagi tadi.


Rita pun menyunggingkan senyumnya, lalu menghampiri mas Bayu dan menyalami tangannya. mas Bayu menghempaskan dirinya di sofa ruang keluarga.


"kelihatannya sangat lelah mas?" tanyaku pada mas Bayu setelah menyalami tangannya.


"iyaa sayang, mas sedang sangat letih sekali. pekerjaan dikantor lumayan banyak hari ini" jawab mas Bayu dengan wajah letihnya, aku pun hanya menyunggingkan senyum kepada mas Bayu.


"ayok masuk kekamar, biar aku siapkan air hangat untuk mandi agar tubuhmu fresh kembali" kata Rita membuat mas Bayu mengembangkan senyum merekahnya.


"kau selalu tau apa yang membuatku melupakan keletihanku sayang" jawab mas Bayu sambil melangkah mengikuti Rita.


mereka berdua pun berlalu masuk kedalam kamar mereka berdua, kemudian Rita langsung menyiapkan air hangat yang ia janjikan untuk sang suami. setelah selesai dia pun memanggil sang suami untuk masuk kedalam kamar mandi.


"sudah selesai mas, mandilah" kata Rita yang diangguki mas Bayu.


stelah mas Bayu hilang dibalik pintu kamar mandi, Rita pun menghela nafas. Rasanya dia begitu tak tega menanyakan perkataan Maura yang ingin ia tanyakan, tapi Maura sangat sangat tidak bisa memendam perasaannya. bisa dikatakan ia egois, tapi bukankah suami istri harus tetap terbuka dengan kondisi apapun. itu yang ada dipikiran Rita saat ini.


Rita pun memutuskan untuk bertanya pada mas Bayu setelah selesai makan malam dan mereka kembali kedalam kamar.


Rita pun melangkahkan kakinya menuju lemari, memilihkan pakaian yang cocok untuk dikenakan sang suami malam ini. dia memilihkan kaos oblong yang sedikit kebesaran dengan celana semi lepis pendek yang cocok dengan atasannya.


tak lama terdengar decit pintu yang terbuka, mas Bayu selesai dengan urusan mandinya. kemudian dia pun. berjalan kearah dimana Rita meletakan pakaian gantinya.


setelah semua selesai rita dan Bayu pun kembali keruang makan, kali ini tentu saja untuk menikmati makan malamnya. sudah ada ibu mertua juga adik ipar dari Rita, Naura. sedangkan Maura? ntahlah dia belum kelihatan sejak izin kekampus pagi tdi.


"selamat malam Bu, nau" kata Rita


"malam juga sayang" jawab ibu mertua.


"malam mba" jawab Naura dengan senyuman.


aku pun tersenyum kepada mereka berdua. kami pun mulai menyantap hidangan yang ada dimeja makan, sesekali aku melirik mas Bayu yang sangat lahap memakan masakanku.


"pelan-pelan mas, tidak akan ada yang mau meminta makananmu" kataku pada mas Bayu.


"iyaa Bayu, kamu makan seperti orang yang tidak makan beberapa hari saja" kata ibu mertua menimpali.

__ADS_1


"uhuk,,uhukk" mas Bayu tersendat sangking sangat semangat makannya.


aku pun memberikan mas Bayu segelas air putih yang tersedia disampingnya. dengan gegas mas Bayu meminumnya sampai tenggorokannya terasa lega.


"makannya pelan-pelan mas" kata Naura yang hampir tertawa melihat tingkah mas nya yang sangat konyol tersebut.


"iyaa iyaa, maaf Bu, rit tapi ini masakan benar-benar sangat lezat aku tidak bisa menghentikan makanku" kata mas Bayu membuat kami semua tertawa.


"Bayu, Bayu sudah biasa masakan seenak ini semenjak ada menantu ibu yang cantik dirumah ini. kenapa kamu seperti baru merasakan kenikmatannya" kata ibu mertua yang membuat kami semua menertawakan mas Bayu.


"sudah sudah ayok dilanjutkan makannya ya Bu, Naura, dan kamu mas Bayu" kataku menengahi ibu mertua dan juga mas Bayu.


setelah semua selesai, yang biasanya semua sibuk dengan pekerjaannya masing-masing kali ini kami memilih berkumpul diruang keluarga.


kemudian tak lama terdengar suara motor didepan rumah, siapa lagi jika bukan Maura yang baru saja pulang.


jam menunjukan pukul delapan malam, dan dia baru saja sampai dirumah. padahal seharusnya kuliah sudah sejak tadi sore selesai.


"assalamualaikum" kata Maura yang memasuki rumah lalu menyalami ibu mertua.


"waalaikumsalam" jawab kami semua serempak.


"tidak ada yang dibicarakan, kami sengaja duduk disini karna sepertinya sudah lama kami tidak bercengkrama begini Maura. lihat kami bahkan menyetel tv untuk ditonton, tapi bukan kami yang menonton melainkan tv yg menonton kami" kata ibu mertua berkelakar, kami semua pun tertawa kecil mendengarnya.


"wajah iya juga ya, jarang-jarang ada waktu kumpul semua seperti ini" kata Maura lagi.


"iyaaa, sudah cepat kamu mandi dulu setelah itu makan malam dan bergabung dengan kami disini" kata ibu mertua lagi pada Maura dan diangguki olehnya.


"baik Bu, aku keatas dulu semua" pamitnya pada kami semua, kami pun hanya merespon dengan angguka kepala.


kami pun melanjutkan waktu santai dengan bercanda dan mengobrol seakan tidak ada habisnya topik yang kami bahas, terutama Naura yang semangat membicarakan sekolahnya.


tepat pukul sembilan kurang sepuluh menit mas Bayu mengajakku kekamar karna mas Bayu sudah sangat lelah dan ingin segera beristirahat.


"sayang, Ayuk kita masuk kekamar. aku sangat lelah hari ini, sepertinya aku ingin langsung tidur cepat malam ini" kata mas Bayu yang langsung aku angguki.


kebetulan aku pun ingin ada yang dibicarakan dengan mas Bayu, dan dia pun meminta untuk kembali kekamar dengan cepat. bertepatan dengan itu Maura pun datang setelah membersihkan dirinya juga makan malam.


sedangkan aku dan mas Bayu bangkit dari sofa untuk kembali kekamar.

__ADS_1


"loh loh mas Bayu sama mba Rita mau kemana? aku baru saja bergabung" katanya dengan wajah cemberut yang dibuag-buat.


"maaf ya Maura,mas Bayu sepertinya kurang enak badan. dia sudah kelelahan, jadi tidak bisa melanjutkan berkumpul" jawab ku berusaha ramah dengan Maura.


sedangkan mas Bayu, tentu saja dia hanya diam tak sedikitpun menjawa gerutuan dari Maura.


"ibu kami duluan keatas, jngan terlalu malam beristirahat ya Bu" kata mas Bayu mengingatkan ibu mertua.


"iyaa Bayu, tenang saja. ibu masih mau menonton tv acara kesukaan ibu" jawab ibu mertua tanpa mengalihkan pandangan dari sinetron kesukaannya.


kami berdua pun melangkah kaki menuju kamar diiringi tatapan tak suka dari Maura, tapi aku maupun mas Bayu sama sekali tak menggubris tatapan itu.


kami tetap melanjutkan perjalanan ke lantai atas tempat dimana kamar kami berada. setelah sampai kamar, mas Bayu pun membaringkan tubuhnya diatas kasur. begitupun denganku yang langsung berganti menggukan pakaian tidur.


"mas, apa mas Bayu mau langsung tidur?" tanyaku pada mas Bayu memulai pembicaraan yang mau aku tanyakan.


"belum sayang, sebenernya itu hanyala alasan mas tadi agar bisa menghindari Maura" jawab mas Bayu yang membuatku tersentak.


"kenapa mas?" tanyaku pada mas Bayu dengan heran.


"tidak apa-apa sayang, lagian bukankah bagus. aku jadi bisa disini bersamamu" jawab mas Bayu membuatku tersipu.


"mas, ada yg ingin aku tanyakan, tapi mungkin agak sensitive. tapi mengingat aku sedang mengandung, aku tak ingin ini menjadi beban pikiran ku sehingga akan mempengaruhi janinku ini mas" kataku pada mas Bayu.


"iyaa sayang, tanyakanlah apa yg ingin kamu tanyakan. aku pasti akan menjawabnya" jawab mas Bayu disertai senyuman mengembang.


"maaf mas, apa betul mas semalem berbuat tidak senonoh pada Maura. maaf mas bukannya aku menuduh, tapi Maura memberikan bukti berupa tanda merah dilehernya dan dia mengklaim bahwa tanda itu mas Bayu yang menciptakan" lanjutku dengan mata sudah berkaca-kaca.


"sayang, apa kau percaya dengan suamimu ini?" tanya mas Bayu yang langsung ku berikan anggukan.


aku sangat mempercayainya, maka dari itu aku mempertanyakan hal ini dengan sangat hati-hati padanya.


"tentu saja aku sangat percaya denganmu mas, maka dari itu aku mempertanyakan hal ini kepadamu agar lebih jelas dan aku tidak ingin mendapat perkataan dari sebelah pihak saja" jawabku menatap mas Bayu.


"baiklah akan aku ceritakan yang sebanarnya, apakah kamu akan siap?" tanya mas Bayu.


"iyaa mas tentu saja aku siap" jawabku dengan tenang.


"begini sayang, semalam ketika mas sedang diruang kerja tiba-tiba maura datang membawakan mas kopi. Maura memaksa mas untuk meminum kopi tersebut, setelah itu pandangan mas buram, tubuh mas pun terasa terbakar oleh gairah sehingga mas melihat Maura seperti melihatmu. sampai disitu mas yang sudah sangat terbakar gairah karna habis minum kopi itu tak sengaja menerkamnya sayang, tapi setelah mendengar ketukan pintu mas pun sadar ditengah gairah bahwa yang didepan mas itu bukan kamu melainkan Maura, mas bergegas membuka pintu ternyata kamu yang ada didepan pintu tersebut. disitu mas kaget, Kana setau mas didalam itu adlah kamu. feeling mas kuat, makanya mas mengikuti kamu masuk kedalam kamar. dan ya akhirnya mas menuntaskannya bersama kamu. begitu sayang" jawab mas Bayu yang membuat ku mennganggukan kepala tanda mengerti dengan penjelasannya.

__ADS_1


__ADS_2