
"bagaimana kamu bisa tau?" tanya Bayu yang merasa heran dengan apa yang dikatakan Nana padanya, lalu menatap tajam pada sang istri juga adiknya yang hanya menggelengkan kepala.
"nau, Rita kenapa kalian cerita pada orang lain tentang kondisi rumah tangga kita? apa maksudnya ini?" tanya Bayu dengan menaham geram pada adik juga istrinya itu, sedangkan Naura dan juga Rita yang merasa tidak mengatakan apapun pada Nana pun hanya menggeleng sebagai jawaban.
"maaf mas, mbak Rita juga Naura tidak pernah bercerita apapun padaku. tapi, aku memang melihat bayangan orang itu, bahkan aku bisa merasakan bahwa orang itu sangat berbahaya. maaf, bahkan setelah aku memasuki gerbang rumahmu tadi pagi aku sudah bisa merasakannya tanpa Naura atau mbak Rita bilang" jawab Nana.
"bagaimana mungkin? kamu fikir, kamu indigo? bahkan anak indigopun bukan melihat apa yang sedang terjadi, tapi melihat apa yang akan terjadi. jadi mana mungkin kamu bisa tau dengan sendirinya?" tanya Bayu dengan ketus membuat Nana menatap mas Bayu, lalu menggelengkan kepala.
"apa kamu ngga percaya dengan takdir? aku bisa melihat seperti ini pun karna takdir, dan aku juga ngga minta. aku hanya mau kalian berhati-hati makanya aku beritahu kalian jika kalian sedang diawasi, bukan untuk pamer kelebihan yang aku miliki" jawab Nana dengan tegas.
Bayu yang mendengarnya pun tersentak kaget mendapat jawaban yang begitu menohok hatinya, benar apa yang dikatakan Nana. apa yang bisa Nana ketahui adalah atas izin dari Allah dan itu merupakan takdir atas kelebihan yang ia miliki.
"maafkan aku, tapi... apa omonganmu bisa dipercaya? apa kamu yakin bahwa itu orang suruhan Maura? dan bagaimana kamu kenal dengan Maura, apa kalian pernah berteman sebelumnya?" tanya Bayu secara beruntun.
"tentu saya, Naura pernah mengajaknya keluar bersama kami dulu bahkan Maura pernah mengantar Naura kesekolah kalau bertemu dengan kami. iyakan nau?" jawab Nana yang diangguki oleh Naura.
"ooohh gitu, karna kamu sudah mengetahui tanpa kami harus menceritakan. apa aku boleh bertanya?" tanya Bayu dengan hati-hati.
"boleh, bertanya apa? aku, dini dan Salma pasti akan membantu kalian, karna kebetulan kami bertiga memiliki kelebihan yang sama meskipun kemampuan yang berbeda" jawab Nana diangguki dini dan Salma.
"apa? sejak kapan? kok kalian ngga ada yang bilang sama aku? selama ini kalian bohongi aku ya?" cecar Naura merasa dibohongi oleh ketiga sahabatnya.
"bukan begitu nau. kami sengaja tidak mempublikasikan kelebihan yang kami miliki, kami hanya mau berteman seperti remaja pada umumnya. kami pun sengaja tidak pernah terlihat berlebihan, meskipun kami tau lebih dulu apa yang memang akan terjadi. kamu ingat sewaktu ada tabrakan didepan sekolah, eemm salah satu guru kita menjadi korban tabrakan tersebut?" tanya Salma pada Naura, sedangkan yang ditanya pun hanya menganggukan kepala.
"iyaaa itu kami sudah tau sejak kami bertiga melintasi jalan itu sewaktu menunggu kamu didepan pos satpam, makanya kami mengajak kamu segera berlalu menjauhi tempat itu" jawab dini membuat Naura membelalakan mata.
"iyaaa, karna sebetulnya target itu adalah kamu nau" jawab Nana membuat Bayu, Rita bahkan Naura pun membelalakan matanya.
"ba-bagaimana mungkin?" tanya Naura dengan gagap merasa tak percaya dengan apa yang dikatakan ketiga sahabatnya itu.
__ADS_1
"untuk apa kami bohong, kami juga tau semua yang terjadi pada kamu dengan Maura beberapa bulan ini. kami bertiga selelu berada didekat kamu tanpa kamu tau, dan itu hanya kami yang tau nau. maafkan kami, tapi kami sebagai sabahat hanya ingin menjaga kamu nau. itu saja" jawab dini membuat mata Naura dan Rita pun berkaca-kaca, sedangkan Bayu menatap lembut ketiga remaja teman adiknya itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
"apa kalian serius dengan apa yang kalian katakan?" tanya Bayu dengan ragu.
"jika mas Bayu tidak percaya, kamipun tidak masalah. iyakan Din, na? tapi itulah yang memang terjadi, sudah banyak orang bertanya soal ini. tapi apalah kami yang hanya mengandalkan kelebihan ini, kami tidak memiliki bukti selain perkataan" jawab Salma membuat Bayu menatapnya tajam.
"betul apa yang dikatan Salma mas, selama ini memang banyak orang yang tidak percaya pada apa yang kami katakan. maka kami hanya bisa berusaha tidak memperdulikan apa yang kami lihat, tapi tidak dengan Naura. karna ia sahabat kami" jawab dini membuat Salma dan Nana pun menganggukan kepala.
"beruntungnya kamu memiliki ketiga sahabat yang memiliki kelebihan nau, Alhamdulillah mereka juga bisa melindungi kamu. bersyukur nau, Alhamdulillah Allah mengirimkan tiga bidadarinya untuk mu" kata Rita membuat ketiga sahabat Naura pun merasa malu.
"iyaa mbak, makasih ya na, Din, sal. aku gatau kalo ngga ada kalian bagaimana keadaan aku saat ini" kata Naura membuat ketiga sahabatnya pun mengenganggukan kepala dan tersenyum. mereka berempat pun saling memeluk, tanpa sengaja Naura pun meneteskan air matanya.
"kalau, menurut kalian bertiga kami harus bagaimana?" tanya Bayu membuat ketiga sahabat Naura pun tersenyum penuh arti. Naura yang melihat ketiga sahabatnya seperti itu pun merasa heran.
"ada apa? kenapa kalian bertiga saling menatap seperti itu?" tanya Naura dengan mengerutkan kening.
"assalamualaikum" membuat ketiga sahabat Naura itu pun medesah kecewa karna belum sempat mengatakan apa yang akan mereka rencanakan.
"waalaikumsalam" jawab ketiganya serempak, Naura pun berdiri membuka pintu kemudian terlihatlah didepan pintu ibu Bayu dengan seseorang yang sedang mereka bicarakan. siapa lagi jika bukan Maura.
"ibu,,," kata Naura dengan pelan.
"masuk Bu" kata Naura mempersilahkan sang ibu masuk, ibu Bayu pun melangkahkan kaki menuju ruang tamu yang penuh dengan teman-teman sang anak dan ada juga Bayu dan tentu saja Rita diikuti oleh Maura di belakangnya. Rita dan Bayu yang melihat sang ibu datang pun mengembangkan senyumnya, namun tak lama senyum itu pun surut setelah melihat orang yang berada dibelakang sang ibu.
"waaahh lagi rame ternyata, ini siapa rit?" tanya ibu Bayu pada sang menantu yang langsung membuatnya tersadar.
"emmm, mereka teman-teman Naura Bu" jawab Rita membuat ketiga teman Naura pun menyalami tangan ibu Bayu satu persatu.
"cantik ya" kata ibu Bayu membuat ketiganya tersipu.
__ADS_1
"eemm ada apa Bu? tumben ini kesini ngga memberi kabar pada Bayu?" tanya Bayu pada sang ibu yang menatapnya sambil tersenyum.
"iyaa Bu, mana bawa koper kecil lagi. ibu mau pergi kemana?" tanya Naura menyeritkan kening.
"eemm ibu mau menginap disini, boleh kan?" jawabnya membuat semua orang yang diruangan itu pun membelalakan mata.
"tentu saja boleh, jika hanya ibu" jawab Naura membuat sang ibu tersenyum manis mendengar penuturan sang anak.
"maksud kamu apa? apa kamu tidak lihat ada aku juga disini?" kata Naura membuat Naura dan Rita kembali membelalakan mata.
"apa? kamu juga mau menginap disini? ngga bisa! kamar disini cuma dua, satu kamar mbak Rita dan mas Bayu satu lagi kamar ku. jadi kalo hanya ibu yang menginap, ibu bisa tidur bersama ku. sedangkan kamu? ngga bisa, ngga bisa" jawab Naura menggelengkan kepala.
"enak aja, kalo ibu menginap disini ya aku juga menginap disini dong. bagaimana bisa ibu boleh sedangkan aku ga boleh" jawab Maura tak mau kalah. ketiga sahabat Maura yang mendengarnya pun hanya menggelengkan kepala melihat keras kepalanya Maura.
"laah, kamu mau tidur dimana? kalo kamu mau tidur disofa ini sih gapapa ya mbak?" tanya Naura pada Rita yang masih hanya diam, jujur Rita merasa keberatan apabila Maura pun ikut menginap dirumahnya ini. mungkin jika ibu Bayu, Rita masih bisa menampung tapi kalo Maura juga rasanya Rita sangat malas apalagi berurusan dengan manusia yang paling membuatnya murka itu.
"maaf mas, nau, ibu aku kekamar dulu mau menyusui keena. Nana, dini, sal silahkan dihabiskan ya pizzanya, mbak masuk kedalam dulu" kata Rita membuat ketiganya pun menganggukan kepala.
Naura dan Bayu yang melihat raut wajah Rita ketika melangkah masuk pun merasa tak tenang, karna jelas raut wajah itu menyiratkan ketidak sukaan terhadap situasi yang sangat tidak ia inginkan.
" eemm, aku juga masuk dulu kedalam. permisi" kata Bayu permainan pada sang ibu juga tida sahabat adiknya itu.
"mas sama mbakmu kenapa nau? apa mereka ngga suka ya ibu menginap disini" kata ibu Bayu menatap sendu kepergian anak dan menantunya.
"mereka bukan ga suka Bu, tapi apa ibu lupa dengan apa yang aku bilang beberapa hari yang lalu?" kata Naura pada sang ibu yang langsung menatap matanya.
"kata? kata yang mana?" tanya ibu Bayu pada Naura yang menghela nafas berat.
"apa ibu lupa kalo aku bilang, jika ibu mau kesini silahkan tapi jangan bawa nenek lampir ini" jawab Naura membuat ibu Bayu pun sadar apa yang sudah ia perbuat.
__ADS_1