
"kalian berdua itu sama sih, sama-sama naif. selalu ngga pernah berfikiran buruk sama orang makanya ular keket banyak yang dengan gampang mendekati kamu karna istrimu juga welcome dengan mereka yang punya maksud tak baik" kata Andi membuat bayi menyertikan kening.
"ngga ah, kami biasa aja. memang kamu ngga pernah mau suuzhon sama orang ndi, bisa bahaya kalo jatohnya nanti jadi fitnah" jawab Bayu membuat Andi berdecak kesal.
"iyaa begitulah selalu jawaban yang aku dengar, sampai bosen"jawab Andi membuat Bayu tersenyum kecil tanpa menanggapi perkataan sang asisten.
"oiyaa bay, abis makan siang kita ada meeting sama perwakilan dari PT angkasa" kata Andi pada Bayu yang berada disebelahnya.
"Oya? PT angkasa yang milik pak Yusuf itu?" tanya Bayu yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Andi.
"iyaa tapi yang aku dengar bukan ia yang hadir kali ini, melainkan putrinya yang nanti akan menggantikan dia" jawab Andi dengan nada serius.
"okee, ngga masalah. siap kan aja berkasnya" jawab Bayu dengan santai.
"sudah, tapi kamu harus hati-hati dengan anaknya pak Yusuf. karna setau aku anaknya pak Yusuf ini ngga sebaik performa yang dia perlihatkan didepan publik, yaa sebelas dua belas dengan ayahnya" jawab Andi membuat Bayu menyeritkan kening.
"maksud kamu gimana?" tanya Bayu heran.
"yaampun bay, dari jaman kita masih sama-sama kerja jadi staf diperusahaan lama. semua orang juga tau kalo pak Yusuf pemilik PT angkasa itu licik, ngga jarang dia memberikan umpan agar klien nya memberikan tender pada perusahan miliknya. bukannya itu dinamakan licik" jawab Andi membuat Bayu terkekeh kecil.
"jadi maksud kamu, aku akan termakan seperti para pengusaha lainnya? kamu lupa siapa aku ndi?" kata Bayu membuat Andi lagi-lagi berdecak kesal.
"kamu ngga bisa meremehkan pak Yusuf bay, dia pasti sengaja mengirim putrinya untukmu. karna ia tau ngga akan ada yang menolak pesona anaknya yang katanya cantik itu" jawab Andi membuat Bayu semakin terkekeh.
"kita serahkan aja semuanya sama Allah ndi, yang penting kita sudah berada niat dijalan yang lurus dijalan yang ia ridhoi. walaupun tidak ada satu pun orang yang bisa menolong kita tapi jika kita sudah berserah diri pada Allah, in syaa Allah ia akan memberikan bantuannya" jawab Bayu langsung membuat Andi terdiam.
didalam mobil tersebut kembali terasa hening, hingga akhirnya mereka sampai disalah satu restoran sushi yang terkenal dikota itu.
"turun, udah sampai" kata Andi pada Bayu yang langsung melepas seltbetnya.
__ADS_1
"cari lah tempat dulu ndi, aku mau langsung ketoilet dulu" jawab Bayu yang langsung diangguki oleh Andi, mereka pun masuk kedalam restoran tersebut dengan bersama-sama namun berbeda tujuan. jika Bayu akan ke toilet lain halnya dengan Andi yang langsung menuju meja yang sudah ia tuju.
"mbak" kata Andi memanggil salah satu pelayan dengan mengacungkan kedua jarinya.
"ada yang bisa saya bantu pak?" tanya pelayan tersebut dengan sopan.
"saya mau pesan, tolong menunya mbak" jawab Andi membuat pelayan tersebut langsung menganggukan kepala dan kembali kepadanya untuk mengambil buku menu beserta buku catatan menunyanya.
"silahkan pak" kata pelayan tersebut memberikan buku menu pada Andi yang langsung diterima olehnya.
"emm saya mau pesan sushi mentai dan yang dicampur ini ya mbak, minumnya lemontea aja dua ya" kata Andi memilih dua menu sushi untuknya dan juga Bayu.
"baik, ada lagi pak?" tanya kembali pelayan tersebut dengan ramah.
"tidak, sementara itu aja" jawab Andi membuat pelayan tersebut telah tersenyum dan menganggukan kepala.
setelah pelayan tersebut meninggalkan meja miliknya, Andi pun mengambil ponsel didalam saku celananya ternyata ada pesan dari sekretaris Bayu yang berada dikantor mengabarkan jika utusan dari Pt angkasa sudah hadir diperusahaan tersebut.
"maaf pak, ini sudah ada perwakilan dari PT angkasa yang akan meeting dengan pak Bayu" jawab nisa sekretaris Bayu dikantor.
"kenapa pas jam makan siang? bukannya janjiannya nanti sekitar setengah dua siang? ini baru jam sebelas lewat lima belas menit loh" jawab Andi dengan menyeritkan kening.
"saya juga kurang tau pak, tapi sepertinya memang sengaja karna tadi sempat berkata jika ingin makan siang bersama dengan anda dan juga pak Bayu pak" jawab Nisa dengan terbata.
"biar kan saja dulu, suruh dia menunggu hingga kami selesai makan siang. sampaikan jika pak Bayu masih ada urusan diluar" jawab Andi dengan nada tegas.
"ba-baik pak" kata Nisa dengan terbata.
Andi pun langsung menutup telepon dengan sepihak, tak lama Bayu pun datang yang langsung menyertikan kening melihat wajah Bayu yang terlihat masam.
__ADS_1
"kenapa itu muka, kusut amat" kata Bayu sedikit terkekeh.
"perwakilan PT angkasa udah nunggu kita dikantor bay, mereka datang lebih cepat untuk makan siang bersama kita bay" jawab Andi membuat Bayu menyeritkan kening.
"kenapa bisa begitu?" tanya Bayu dengan nada heran, Andi pun hanya menggedikkan bahu sebagai jawaban.
mereka pun mulai memakan sushi yang sudah mereka pesan dengan hening tanpa ada sepatah kata pun yang keluar.
sementara dikantor Bayu, tengah ada berdebatan alot antara pihak perusahaan angkasa dengan Nisa sebagai sekretaris Bayu yang bertugas disana.
"bagaimana? apa CEO mu itu sudah kembali kekantor?" tanya asisten dari wanita berambut blonde dan berpakaian seksi dihadapan Nisa.
"belum Bu, mohon maaf tapi asisten Andi berkata jika ibu berdua ini bisa menunggu diruang meeting lebih dahulu karna pak Bayu masih ada keperluan diluar" jawab Nisa menatap tegas pada keduanya.
"memang mereka kemana? bukankah kita sudah membuat janji akan bertemu!" tanya wanita berambu blonde tersebut dengan nada ketus.
"iyaa Bu memang sudah membuat janji, tapi mohon maaf janji yang dibuat pukul satu lebih tiga puluh menit setelah makan siang nanti. saat ini masih pukul sebelas lebih dua puluh menit yang berarti masih ada sekitar dua jam lagi dari janji yang dibuat" jawab Nisa dengan mantap.
"terus, saya harus menunggu hingga dua jam kedepan begitu? kamu pikir pekerjaan saya hanya menunggu CEO mu itu, pekerjaan saya banyak. cepat telpon lagi CEO mu, saya tunggu tiga puluh menit jika tidak saya akan kembali pulang dan tak akan kembali keperusahaan ini lagi" jawabnya dengan sombong dan juga angkuh.
"mohon maaf, jika memang itu sudah jadi keputusan ibu pihak kami tidak masalah. karna pastinya perusahaan ibu yang akan rugi" jawab Nisa membuat kedua wanita itu saling pandang.
"benar apa wanita ini katakan Soraya, kita yang memerlukan bantuan dari perusahaan ini bukan mereka yang membutuhkan kita. kamu harus ingat itu" bisik sang asisten wanita bernama soraya tersebut pada sang bos.
"baik lah, kami akan menunggu. siapkan ruangannya senyaman mungkin".....
bersambung...
________________________________________
__ADS_1
mohon maaf ya guys hari ini saya cuma bisa update satu bab dicerita ini, kondisi lagi bener-bner ngga stabil karena saya dan juga anak saya yang masih bayi sedang dalam kondisi yang tidak sehat. jadi agak repot sedikit😊🙏