
POV Naura.
aku kaget dan aku pun merasa tak menyangka dengan apa yang kedua sahabatku katakan melalui Vidio confres kami berempat. aku, Nana, Salma dan juga dini melakukan Vidio call sejak mereka kembali kerumah mereka masing-masih hari itu.
mereka memberitahukan setelah beberapa hari mereka memantau Maura dalam kesehariannya, bahkan saat Maura melarikan diri ketiga sahabatku tetap memantau apa saja yang Maura lakukan.
meskipun tak setiap saat karna mereka pun harus memulihkan tubuh mereka setelah melakukan pengintaian dengan cara mereka sendiri. setelah satu Minggu mereka mengintai, ternyata hal tak terduga menjawab semua keheranan ku pada ibu yang selalu membantu Maura untuk mencapai semua tujuannya.
"apa kalian yakin dengan apa yang kalian lihat dan kalian dengar?" tanya ku pada ketiga sahabatku.
"tentu saja nau, bagaimana mungkin kami akan berbohong sama kamu. apalagi ini adalah masalah serius, dan kami benar-benar sedang membantumu untuk menyelesaikan masalah ini. hanya saja, kita kurang bukti. ngga mungkin apa yang kita dapat dari penglihatan gaib ini menjadi laporan karna pasti tak semua orang akan percaya" jawab Nana membuat ketiganya menganggukkan kepala membenarkan.
"betul apa yang Nana bilang, sebaiknya kita cari bukti yang bisa dipercaya selain hanya kata-kata yang keluar dari mulut kita" jawab dini, mereka pun menganggukan kepala lagi menyetujui apa yang dikatakan oleh dini.
"iyaa tapi bagaimana caranya, aku ga mungkin datangin Maura sesuai dengan alamat yang kalian kasih gitu aja. ngga akan sanggup aku kalo harus berhadapan sama Maura, kalian tau laah. apalagi ini udah termasuj tindakan kriminal kan, kita harus hati-hati. lagipula kalo sampai memang ibu terlibat aku yakin mas Bayu ngga akan begitu aja percaya" jawabku membuat mereka kembali terdiam memikirkan cara agar bisa mengungkap segala yang ditutupi oleh Naura dan juga ibu.
"kamu sabar ya nau, sepertinya ini bukan hanya soal perasaan Maura pada mas Bayu tapi juga soal harta yang Maura perebutkan nau" jawab dini seketika Naura menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
"aku pun baru tau jika mas Bayu bukan anak kandung ibu, karna selama ini ibu memperlakukan kami sama bahkan ibu mengklaim jika mas Bayu adalah anak kandungnya dihadapan kami bahkan semua orang" jawab Naura dengan menitikan air mata.
"iyaa itu lah yang diminta oleh ibu kandung mas Bayu nau, ibu kamu terpaksa menurutinya karna semua harta peninggalan papa kalian itu adalah murni milik mas Bayu warisan dari almarhum mama mas Bayu. bahkan aset yang diberikan pada kamu itu adalah hasil ghibah dari mama mas Bayu untuk papamu nau" jawab Nana diangguki oleh Nana dan juga salma.
__ADS_1
Naura pun menatap ketiga temannya dengan pandangan yang sulit diartikan, ia merasa apa yang ibu nya lakukan sudah sangat-sangat keterlaluan.
"jadi, sekarang aku harus bagaimana?" tanya Naura disela air mata yang masih mengalir dikedua pipinya.
"ikuti saja alur dari apa yang direncakan oleh Maura, saranku jika nanti Maura melakukan seperti apa yang ia rencanakan kau tetaplah berpura-pura panik agar yang lain pun percaya jika kamu tidak menyembunyikan apapun dari mereka. dan ingat nau, tahan emosi kamu. kamu selalu tidak bisa menahan emosi jika berada didekat Maura, kamu tau nau jika dengan begitu dia akan senang karna semakin rendahlah kamu Dimata semua orang" jawab Salma yang dibenarkan oleh Nana dan juga dini.
"yaa kalian tau sendiri lah bagaimana pintarnya Maura memancing emosi Ki, jelas aja aku selalu terpancing. kalian jangan membahas aku dong, bahas soal ini bagaimana" jawabku dengan nada merajuk.
"kami serius nau, jika kamu terus ngga bisa mengontrol emosi maka yang rugi akan kamu sendiri." jawab dini dengan nada suara tegas.
"iyaa iyaa insyaallah, eehh tapi berarti aku sama mas Bayu tetap saudara dong iyakan? sedangkan mas Bayu sama Naura berarti saudara tiri, begitu juga aku dan Maura seudara sekandung. begitu bukan?" tanyaku lagi pada ketiga sahabatku, mereka pun serempak menganggukan kepala.
"makanya kami juga tidak tau detailnya Naura, kalo itu silahkan kamu cari tau sendiri silsilah keluarga kamu" jawab Nana dengan ketus.
"tapi bisa jadi nih ya ibu kamu pernah menikah dan Maura dititipkan dipanti asuhan oleh ibu kamu, agar ibu kamu bisa menikah dengan papa kamu. nah, ibu kamu bekerja sama dengan pemilik panti itu seolah-olah mengusir Maura tepat ketika papamu lewat depan panti asuhan itu. bukannya papa kamu juga donatur di panti asuhan Maura itu, iyakan nau?" tanya dini yang langsung aku angguki.
setahu ku dulu memang ayah menjadi donatur di panti asuhan dimana Maura tinggal, itu pun kata ibu dan aku juga beberapa kali di ajak kesana oleh papa sewaktu kecil. aku pun tak punya pikiran macam-macam terhadap ibu dan juga Maura, namanya pun anak masih kecil pasti tak mengerti apapun. kini aku tau jika Maura adalah anak kandung ibu dengan lelaki lain, sedangkan mas Bayu adalah anak kandung papa Adipura begitupun aku yang merupakan anak kandung satu papa dengan mas Bayu dan satu ibu dengan Maura.
aku bingung harus mengatakan dan menceritakan ini dengan siapa, tak mungkin aku berbagi semua ini dengan mbak Rita karna aku yakin ia pasti akan shok dan tidak akan bisa menutupi semua ini dari mas Bayu.
ketika mbak Rita membicarakan tentang Maura yang menjadi DPO, aku pun merasa bingung pada mbak Rita yang masih saja bisa merasa kasihan dengan orang yang sudah jelas mencoba menghancurkan rumah tangganya. jika itu aku, maka aku akan membuat orang tersebut menjadi tahanan untuk selamanya. apalagi Maura yang sudah jelas ingin mencelakai dan juga melakukan percobaan penculikan terhadap keena yang masih bayi.
__ADS_1
aku pun menerima telpon dari bi asih ketika aku sedang makan siang setelah pagi tadi melakukan perdebatan dengan mbak Rita, bi asih bilang Maura melakukan penyanderaan terhadap sang ibu. aku pun bersikap biasa saja, hanya suara yang aku buat-buat seolah panik. setelah bi asih menjelaskan aku pun menutup telpon dan mengetuk pintu kamar mbak Rita, aku dan mbak Rita pun menuju rumah ibu setelah mbak Rita mengambil segala keperluan keena.
di perjalanan kami pun diam dan tak ada yang saling menyapa sama sekali, tak lama kami berdua sampai dihalaman rumah ibu. tak terlihat pak satpam yang berjaga, aku pun memutuskan untuk masuk ketika melihat gerbang tak tertutup dan sudah ada mobil polisi yang bertengger digarasi rumah.
aku dan mbak Rita pun masuk kedalam dan melihat pemandangan yang amat menghawatirkan, dengan ibu yang menjadi sandaran Maura. sedangkan bi asih meringkuk disudut tembok, tercipta perdebatan diantara keduanya hingga akhirnya Maura dapat dilumpuhkan oleh dua orang polisi yang bertugas.
setelah Maura tertangkap aku dan mbak Rita berusaha menenangkan ibu dan juga bi asih yang terlihat shock, aku heran empat orang polisi bisa kalah dengan satu orang perempuan bagaimana mungkin bisa terjadi.
sedangkan mbak Rita yang hanya beradu debat dengan Maura mampu memberikan celah terhadap polisi untuk meringkus Maura, tak lama mas Bayu pun datang dengan terpogoh-pogoh memastika kondisi mbak Rita lebih dulu kemudian bertanya tentang kondisiku dan juga keberadaan ibu.
kami pun diajaknya untuk memasuki kamar ibu, ibu terlihat lelah. meskipun aku tau ini hanya kepura-puraan aku tetap menyayangkan, bagaimana ibu bisa mengorbankan semua ini hanya untuk kebohongan semata.
bahkan hari ini aku tak menyangka dengan apa yang aku dengan kedangan kedua telingaku. ibu ku yang mengaku sangat menyayangi mbak Rita, kini seolah menyalahkan mbak Rita atas apa yang terjadi terhadap Maura. bahkan ibu seolah telah dari kamar memendam kebencian itu pada mbak Rita.
seperti biasa pun, pastilah terjadi perdebatan diantara kami. aku yang membela mbak Rita dan dengan ibu yang bertahan dengan apa yang ia ucapkan, bahkan aku hampir saja keceplosan berbicara apa yang belum mau aku bicarakan hingga aku mendapatkan tatapan heran dari mbak Rita.
aku pun mengajak mbak Rita untuk memasuki kamar, untuk sementara aku akan bersama dengan mbak Rita didalam kamarnya hingga mas Bayu kembali dan aku akan menceritakan apa yang dilakukan ibu terhadap mbak Rita pada mas Bayu. meskipun mbak Rita berusaha membujuk agar aku tak melaporkan pada mas Bayu, namun aku akan tetap melakukannya karna mas Bayu memang berhak untuk tau semua ini apalagi ini menyangkut sikap ibu yang selama ini ia hormati.
________________________________________
assalamualaikum, maaf ya guys kemarin up nya ngga maksimal. karna outhornya lagi meriang, alias panas dingin. jadi untuk emang hp pun sulitπ insyaallah hari ini sudah baikkan, dan akan up seperti biasa ya insyallah dua episode lagiππ jangan pernah bosen buat nunggu up outhor yaπππ
__ADS_1